Oh No….,Not Boediono!


mylensa_8513Oh No,…why Boediono?kenapa harus Boediono?

Bukankah sudah menjadi rahasia umum kalau dia bersama Sri Mulyani menjadi komprador* bagi tangan asing di negeri kita?.Opini saya ini tidak ada hubungannya dengan penolakan anggota koalisi bersama partai demokrat.I only share my point of view.

Siapa sih Boediono ini?Boediono adalah sedikit dari orang Blitar yang bisa sekolah sampai ke Amerika.Dia memperoleh gelar Doktoralnya di Wharton School University of Pennsylvania, AS 1979.
Lalu dimana masalahnya?


Masalahnya mulai timbul saat Boediono dianggap menjadi salah satu member mafia berkeley yang mengatur perekonomian Indonesia berdasar “order” asing.Boediono dianggap terlalu patuh dan menjadi kaki tangan asing di Indonesia.

Bagi yang bertanya tanya apa itu mafia barkeley,mungkin tulisan-tulisan di bawah ini bisa sedikit memberi gambaran.

  1. Mafia Barkeley dan Agen Asing
  2. CGI, Mafia Berkeley dan Penghapusan Utang
  3. Menyerah untuk Dijajah AS ?
  4. Kwik Kian Gie Mengenang 50 Tahun Berkeley Mafia

Antara Boediono,Antek Asing,Neolib dan Mafia Berkeley.

Boediono mulai berkiprah dalam pemerintahan sejak menjadi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999),Menteri Keuangan Kabinet Gotong Royong (2001-2004),Menteri Koordinator Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu (2005-2009) dan kemudian menjadi Gubernur BI menggantikan Burhanudin Abdullah.
Kedekatan boediono dengan asing membuat banyak orang yang mencurigai boediono disetir oleh kepentingan asing di Indonesia.

Paham ekonomi yang dianut Boedionoo pun disinyalir sangat kental dengan aliran neoliberalis dimana sistem ekonomi inilah yang selalu dipaksakan oleh pihak asing kepada negara-negara miskin seperti Indonesia ini.Cirinya adalah penjualan aset-aset vital milik negara kepada pihak asing yang disebut privatisasi dan penghilangan subsidi bagi warga negara dan coba ingat-ingat kembali sejak Boediono menjabat sebagai menteri sudah beberapa BUMN milik bangsa ini yang jatuh ke tangan asing let say PT Telkom Tbk, PT Indosat Tbk, PT Semen Gresik Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Kimia Farma Tbk, PT Adhi Karya Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Bukit Asam Tbk (sumber:Tempo Interaktif, 23 Pebruari 2006).

Sungguh ironi dimana dunia sedang menjadi saksi kehancuran sistem ekonomi Neo-lib yang ditandai dengan krisis ekonomi di amerika dan seluruh dunia Indonesia malah menjadi lahan subur bagi para penganut ekonomi liberal.

Tapi Boediono diterima kok sama pelaku pasar (baca:pasar saham) di Indonesia?

Ya,iyalah.Siapa yang tidak tahu kalau mayoritas pelaku saham di indonesia stock exchange (IDX) adalah pelaku asing.Siapa sih yang tidak tahu kalau modal dan uang ‘ilusi’ yang bergerak liar di pasar saham Indonesia itu adalah uang asing?jadi jangan heran kalau kurs atau nilai tukar rupiah kita mudah sekali terombang-ambing karena sekali orang-orang asing itu lagi bad mood dan menarik uangnya dari pasar modal di Indonesia maka jatuhlah nilai rupiah kita.

So jangan heran kalau pelaku pasar yang mayoritas dikuasai asing itu enjoy-enjoy saja dengan Boediono karena dia dianggap “teman baik” bagi kepentingan mereka.

Kemunculan nama Boediono tak urung menimbulkan resistensi beberapa pihak yang bereaksi keras.Khusunya mereka yang tidak setuju dengan sistem ekonomi neoliberalisme.

Tak kurang seorang Ichsanuddin Noorsy mengatakan ;

“Kita tinggal tunggu saja kehancuran ekonomi Indonesia. Negara kita bakal menjadi antek neoliberal. Padahal Amerika Serikat saja yang jadi dedengkot aliran tersebut sudah porak-poranda ekonominya,” kata Ichsanuddin Noorsy saat dihubungi detikcom, Selasa (5/5/2009).

Dan saya termasuk yang khawatir dengan majunya Boediono menjadi wapresnya SBY.Saya khawatir sistem ekonomi kerakyatan yang seharusnya diaplikasikan oleh bangsa ini malah semakin terlindas dengan sistem ekonomi neoliberalisme yang sangat kapitalis dan pro barat hanya karena yang jadi pemimpin adalah orang-orang yang lebih suka menjadi antek asing.

So,frankly i would say……no to Boediono!.

Bukan karena gosip Boediono adalah seorang kejawen atau alasan lain tapi karena Boediono berpotensi menjadi kepanjangan tangan asing untuk selalu menjajah negeriku ini.


antiboediono


Tulisan lain :

Pengamat ekonomi Universitas Gadjah Mada, Revrisond Baswir : Boediono akan Untungkan Investor Asing

Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy : Boediono Cawapres SBY, Kedaulatan Ekonomi Bangsa Terancam

Boediono Ekonom Kapitalis Neo-Lib?

10 Alasan SBY Memilih Boediono.

*komprador = pengantara bangsa pribumi yg dipakai oleh perusahaan atau perwakilan asing dalam hubungannya dengan orang-orang pribumi.

6 Tanggapan

  1. ah suudzon dan sotoy!

  2. Saya senang dengan analisis Ichsan Noorsy yang sering berkotak-katik dengan angka.
    Tulisan yang cukup lengkap.
    Jika ada yang meragukan Boediono bukan neo-lib, silahkan baca ulasan saya di :
    http://nusantaranews.wordpress.com/2009/05/15/menelusuri-sisi-sisi-lain-pak-boed-yang-saya-kenal/
    Terus berkarya Bung.

  3. memang sangat meng khawatirkan, mau jadi apa ini bangsa, di tangan orang2 seperti itu..

  4. […] Masalahnya mulai timbul saat Boediono dianggap menjadi salah satu member mafia berkeley yang mengatur perekonomian Indonesia berdasar “order” asing.Boediono dianggap terlalu patuh dan menjadi kaki tangan asing di Indonesia. Selengkapnya baca di almaokay […]

  5. […] Masalahnya mulai timbul saat Boediono dianggap menjadi salah satu member mafia berkeley yang mengatur perekonomian Indonesia berdasar “order” asing.Boediono dianggap terlalu patuh dan menjadi kaki tangan asing di Indonesia. Selengkapnya baca di almaokay […]

  6. […] Masalahnya mulai timbul saat Boediono dianggap menjadi salah satu member mafia berkeley yang mengatur perekonomian Indonesia berdasar “order” asing.Boediono dianggap terlalu patuh dan menjadi kaki tangan asing di Indonesia. Selengkapnya baca di almaokay […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: