Sorry,I don’t Facebook


no-fb2Sampai dua minggu lalu seorang teman saya terus saja mengirimkan undangan agar saya segera bergabung membuka akun facebook.Hal ini sudah beberapa kalinya saya menerima undangan dari orang yang sama.Tapi sesering itu pula saya tidak menggubrisnya.sory friend.

Gila ya,hari gini masih belum daftar facebook juga.

Ya,ya saya tahu facebook sudah menjadi situs paling banyak dibicarakan orang setahun atau dua tahun belakangan ini khususnya di Indonesia dan mungkin saya termasuk yang terlambat dan tampak ketinggalan zaman bila tidak punya akun facebook.Bahkan untuk sekedar membahas facebook di postingan ini pun mungkin sudah sangat terlambat dan agak basi.

Sampai februari 2009 situs ini sudah mencapai  1.333.649 pengguna hanya di Indonesia saja dan kalau anda sempat ke Gramedia maka deretan buku tutorial facebook pun bisa anda temui dengan mudah.Seakan-akan facebook adalah suatu tren yang semua orang harus bisa dan punya.
Sebegitu dahsyatnyakah facebook ini?apa sih menariknya facebook ini?mengapa facebook jadi bahan perbincangan banyak orang?

Well,saya tidak akan membahas hal itu karena bagi saya justru facebook biasa-biasa saja dan belum berhasil memancing saya untuk segera membuka akun dalam layanannya.

Banyak teman yang tadinya sudah punya akun di situs jejaring sosial seperti friendster dan lain-lain pun ramai-ramai “bedol desa” ke facebook.Saya tidak tahu mereka buka akun facebook apakah karena memang membutuhkan dan senang dengan fiturnya atau hanya latah massal,sekedar ikut tren atau takut dibilang gaptek atau ndesit bin ndeso,yang jelas sampai saat ini saya masih belum tertarik sedikitpun untuk membuka akun facebook walaupun ada teman saya yang lain sampai bilang “payah lu,hari gini gak punya facebook!!”.
Ya,teman saya mengatakannya lebih dengan nada ejekan daripada bernada sebuah pertanyaan.

Ketenaran Mark Elliot Zuckerberg, pria yahudi pendiri facebook yang termasuk dalam pemimpin muda tersukses di Forum ekonomi Davos 2009 ini pun tidak mampu menarik perhatian saya untuk mencoba hasil karyanya.Terlepas dari heboh berita kontribusi facebook bagi zionis Israel di milis-milis di akhir tahun 2008 lalu saat terjadinya invasi Israel ke Gaza saya pribadi melihat tidak ada hal yang signifikan yang bisa membuat saya tertarik membuat akun di facebook.

Tapi alasan utama saya tidak membuat akun di facebook lebih dikarenakan saya tidak dalam posisi mencari teman sampai ratusan orang seperti layaknya anak baru gede yang sedang senang-senangnya mengaktualisasikan diri lewat facebook atau membentuk grup-grup khusus yang eksklusif dan kalaupun saya ingin,saya sudah punya friendster kok,walaupun jarang sekali saya kunjungi.

Banyak orang yang bilang ke saya “di facebook lu bisa cari teman lama lu lho

: “lah,bukannya itu fitur lama ya?friendster juga bisa tuh

Obama aja pakai facebook,masak kita enggak

: “terus kalau Obama pakai koteka,emang lu mau pake koteka juga?”

ah ndeso koen,saiki gak usum friendsteran,saiki usume fesbukan rek!” (ah kampungan lu,sekarang gak jaman friendsteran,sekarang jamannya facebookan,sob!”

: “Trus lapo?masio gak facebookan yo gak matek ae lho!” (so what,biar gak ngefesbuk juga gak bakalan mati kok!)

tapi facebook fiturnya lebih mudah dan lengkap daripada friendster,bisa chating,bikin goup sendiri,bahkan sms gratis

: “Oh ya?”

Nah kalau yang terakhir itu mungkin agak masuk akal bagi saya.Tapi tetap saja tidak begitu menarik.Toh kita tidak perlu fitur-fitur yang canggih-canggih amat kalau hanya untuk sekedar menampilkan profil(yang seringkali dilebih-lebihkan) atau untuk tempat memajang foto narsis kita atau hanya untuk sekedar chatting dengan teman kita.

Sampai tahap ini facebook masih belum menawarkan sesuatu yang benar-benar baru dan menarik bagi saya.Karena sebagian besar fungsi kerja facebook masih bisa saya dapatkan di situs pertemanan yang lama.

Dan semua berita bombastis di media tentang kehebatan dan kepopuleran facebook semakin membuat saya bertanya-tanya apa benar facebook sedahsyat itu?atau memang mereka hanya melebih-lebihkannya?.

Atau jangan-jangan ini tandanya saya sudah mulai menua dan kurang peka lagi kepada sesuatu yang trendy?

Maka kalau sekarang ada yang bertanya “alamat facebook lu apa?”

Jangan marah,kalau (dengan amat menyesal) saya akan bilang “sorry,I don’t facebook“.Gue enggak ngefesbuk!.

Paling tidak sampai saat ini.

10 Tanggapan

  1. ayolahhhh mas join fesbuk😀

    tar saya di add. hee

  2. wah,
    ceritanya memprovokasi nih,……
    hmm…..gimana ya?provokasinya masih kurang kenceng kayaknya.🙂

  3. gpp koq..tiap orang punya pilihan sendiri bagaimana membangun network sosialnya…ya kan..:)

  4. Sama, aku juga ngga tertarik “facebooking”🙂
    Banyak banget yang nge-add, tetep kucuekin deh. Bener banget, kalo dari fungsi mah banyak yang mirip. Apalagi dah ketauan yg bikin Yahudi. Lebih baik “say no to facebook”.
    Lagian manfaatnya apa siy? Toh kalo mo berteman lebih asik di dunia nyata.

  5. Assalamu ‘alaikum mas, demi menjalin silaturahmi sesama Blogger marilah kita saling bertukar link, gimana mas?? Salam kenal yah dari Dedhy Kasamuddin😀

  6. Hmm….cukup mewakili apa yg saya rasa.
    Dan saya juga baru tau ttg kontribusi facebook bagi zionis.
    Thanks…
    Anyway salam kangen ya…dari sobat lama…
    *kapan yah kita sohiban???*

  7. saya sih join facebook untuk mencari teman-teman lama (menyambung silaturahmi yang telah lama terputus) tapi keputusan tetap ada di masing-masing individu, asal Anda merasa nyaman tanpa join facebook ya nggak usah join, gampang kan😉

  8. Gw dulu pnya fesbuk, udh gw deaktif , soalnya “mendekatkan yang jauh n mejauhkan yang dekat” ,,,yg kedua ini yg gw seselin dari fesbuk
    yahudi? ente bw isi dompet nyang namanya duit itu jg produk yahudi,, gak suka? buat gw dah .hehe
    tenang bos gw jg benci zionis tp gw kepaksa cinta produknya apalagi yg bajakan
    btw pembokat gw ama pbb komplek gw yg pada nemenin jalan2 anak2 majikannya sore2 malah pada sambil budal ke warnet fesbukan lho hehe

  9. stiap org kan punya pendapat berbeda
    tentang suatu hal, tidak bisa disamaratakan
    dan kita juga harus menghargai semua pendapat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: