Ironi Antasari : Kemarin Pahlawan,Hari ini Tahanan


Coba simak cuplikan Gatra edisi akhir Desember 2008 bertema ” Ikon Indonesia 2008 ” di bawah ini.

502 ” Ketika akhirnya para panelis sepakat memutuskan lima komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni Antasari Azhar, Mochammad Jasin, Bibit Samad Rianto, Haryono Umar, dan Chandra M. Hamzah, sebagai Ikon 2008, keputusan itu didasarkan pada sederet pertimbangan.

Pertama, sebagai sebuah institusi, KPK memiliki kekuatan luar biasa. Sejak Taufiequrachman Ruki menjadi Ketua KPK, lembaga ini sudah memperlihatkan taringnya.

Sedikit dicibir di awal kerjanya, sepak terjang KPK malah mengagetkan masyarakat di kemudian hari. “Korban” mereka bervariasi, dari wakil rakyat, jaksa, hingga besan orang nomor satu di negeri ini. Aksi Pandawa Lima itu bisa dilakukan sendiri-sendiri atau bersama-sama, sebuah gambaran soliditas sebuah institusi.”

Itulah alasan mengapa Dewan Panelis akhirnya memutuskan Pandawa Lima menjadi Ikon 2008. Dan kami pun sepakat.

Bisa kita lihat betapa heroiknya penggambaran aksi KPK yang dipimpin Antasari Azhar menangani kasus-kasus korupsi di negara ini .Akan tapi semua itu berbanding terbalik dengan keadaan saat ini,Mei 2009.Lima bulan setelah menjadi salah satu Ikon Indonesia 2008 versi Gatra akhirnya Antasarai harus mendekam di tahanan.Sama seperti tersangka koruptor yang dulu dijebloskannya ke penjara.

Selama ini mungkin banyak yang kagum dengan performa antasari dalam memimpin KPK tapi mungkin saat ini juga tidak sedikit dari yang mengaguminya balik mencibirnya dan mempertanyakan kualitas diri dan kapabilitasnya sebenarnya seperti apa?…..(ssst jangan bilang-bilang,saya termasuk salah satu yang mempertanyakannyaūüėÄ )

Memang ungkapan “hidup itu seperti roda,kadang diatas kadang dibawah” terkadang ada benarnya juga dan sekarang Antasari sedang merasa momen “sedang dibawah roda”nya.

Ironi pertama : Dulu AA mengirim orang ke tahanan/penjara.Tapi sekarang siapa sangka giliran dia merasakan sendiri rasanya meringkuk di tahanan.

Banyak yang tidak menyangka bagaimana bisa seorang pejabat setinggi sekredibel Antasari bisa melakukan sebuah kejahatan yang sangat terorganisir layaknya seorang boss mafia.Memang Antasari masih berstatus tersangka tapi dari keterangan saksi-saksi yang juga menjadi tersangka,Antasarilah yang menjadi otak pembunuhan Nasrudin Zulkarnain.Dari sini kita sedikit banyak mempunyai gambaran seperti apa sosok AA bahkan pihak Nasrudin mengatakan ada sms daari orang tak dikenal yang diduga dari AA yang isinya bernada ancaman “Permasalahan di antara kita mari kita selesaikan baik-baik. Kalau perlu saya minta maaf. Jangan di-blow up, kalau di-blow up, tahu sendiri risikonya.”

Permasalahan apa yang menyebabkan AA sampai mengancam Nasrudin lewat sms?

Banyak kisah yang melatarbelakangi kisah kejahatan yang disangkakan terhadap AA mulai dari perselingkuhannya dengan Rani Juliani,istri ketiga Nasrudin sampai kisah-kisah berbau konspirasi untuk menutup kasus korupsi kelas kakap.

Jujur kisah terkahir lebih mencengangkan saya daripada kisah romantika AA-Rina-Nasrudin.Coba simak cuplikan berita dari detik.com berikut ini.

Sumber itu menuturkan, kisah asmara sebenarnya hanya efek samping dari isu utama persoalan korupsi. Menurutnya, memang Nas ‘mengumpankan’ Rani kepada seorang petinggi lembaga hukum, agar kasus yang dia incar bisa terus diusut.

Namun begitu ‘umpan’ dimakan petinggi lembaga hukum berinisial AA, ternyata pengusutan kasus korupsi itu mentok alias tidak berlanjut. Bermodal data perselingkuhan yang dia punya antara AA dan Rani, dia mengancam akan membongkarnya ke publik.

“AA tidak berani mengusut lebih jauh korupsi di perusahaan BUMN gula itu, karena perusahaan itu menjadi bancakan parpol besar. Jadi kalo korupsinya diusut, akan terpapar uang yang mengalir ke partai itu,” jelas sumber itu.

Alasan utama AA tidak mau membuka kasus korupsi itu, karena AA berhutang besar pada parpol tersebut. Apalagi politisi parpol tersebut mengancam akan membuka ‘borok’ AA saat berlangsungnya pemilihan pimpinan lembaga tersebut, dan membeberkan track recordnya.

AA lalu bercerita soal kasus ini, kepada pengusaha berinisial SHW, yang memang banyak membantunya soal pendanaan dan bersahabat dekat. “SHW selama ini dekat dengan AA, saling memberi dan menerima,” ujar sumber itu.

Hingga kemudian, SHW dan seorang pengusaha lainnya bercerita kepada perwira menengah polisi berinisial WW, mengenai kasus tersebut. Hingga akhirnya dilakukanlah ekseksui tersebut.

“Jadi bukan hanya soal asmara, ada yang lain,” tutup sumber itu.

Sedang menurut seorang penyidik di kepolisian, kasus ini pun rumit, bukan sebatas kisah asmara. “Bisa melebar,” ujar penyidik yang enggan disebutkan namanya itu.

Seorang penyidik di KPK juga menyebutkan, memang untuk kasus tertentu kadang untuk penyelidikan ada penundaan atau bahkan diulur-ulur pengusutannya. “Kalau yang lain sudah oke, tapi dia selalu bilang belum. Kurang inilah kurang itulah,” sebut penyidik itu.

Wow,benarkah berita itu?kalau memang benar,betapa lemah dan bobroknya mental ketua KPK kita.

Ironi kedua : (kalau berita dari detik.com itu benar) Ternyata korupsi di negara ini sudah amat sangat parah,bahkan seorang AA sebagai penegak hukum pun harus pilih-pilih dan tidak berani membongkar kasus-kasus tertentu.Gak sumbut karo brengose,cak!.cck..cck..cck… *geleng-geleng

Jelas AA akan melakukan segala upaya agar dia tidak berlanjut duduk di kursi terdakwa untuk kemudian meringkuk di bui seumur hidupnya atau bahkan menjalani eksekusi hukuman mati.

Sederetan nama pengacara kelas kakap pun dirangkulnya.Seperti biasa,para pengacara Antasari menjalankan prosedur “standar”,meminta penangguhan penahanan terhadap kliennya bahkan meminta “perlakuan khusus” bagi kliennya (Wawancara Tina Talissa dengan Farhat Abbas,salah satu pengacara AA di TVone 04/05’09).Kalau sudah begitu dimana ya prinsip persamaan kedudukan di mata hukum bagi rakyat kita?Asal dia pejabat tinggi maka boleh saja mendapat perlakuan khusus.*sigh.

Dan bisa kita lihat dengan kasat mata bahwa saat ini para pengacara AA sedang sekuat tenaga sedang membentuk dan berusaha membelokkan opini publik bahwa ini semua hanya rekayasa dan konspirasi dari orang-orang yang tidak suka dengan KPK.Oh ya?benarkah itu?

Tapi ada fakta yang lebih mengejutkan atas diri para pengacara itu.Ternyata eh ternyata,beberapa nama pengacara menimbulkan keresahan tersendiri bagi banyak pihak,salah satunya adalah ICW.Pasalnya adalah enam kuasa hukum yang telah ditunjuk Antasari memiliki track record “merah” sebagai PEMBELA TERSANGKA KASUS KORUPSI.Mereka antara lain :

  1. Juniver Girsang yang menjadi kuasa hukum kasus penjualan aset pabrik gula RNI III, dan kasus dugaan tipikor pada Mega Kuningan impor gula mental dan penjualan tanah pabrik Rajawali II.
  2. M Assegaf yang pernah menangani kasus korupsi Yayasan Supersemar milik Alm Soeharto.
  3. Denni Kailimang, yang pernah menjadi kuasa hukum kasus BLBI dan suap KPU.
  4. Hotma Sitompul yang membela Akbar Tanjung dalam kasus korupsi dana nonbudgeter Bulog yang merugikan negara Rp40 miliar.
  5. Ari Yusuf Amir yang pernah menjadi kuasa hukum mantan Menteri Agama Said Agil yang tersangkut kasus Dana Abadi Umat dengan kerugian negara Rp719 miliar.dan,
  6. Farhat Abbas, yang pernah menjadi kuasa hukum kasus korupsi impor gula ilegal sebanyak 73.000 ton. Sumber : Okezone & Kompas.

Ironi ketiga : Seorang ketua KPK yang (katanya) anti korupsi dan memusuhi koruptor kok malah merangkul lawyers yang pernah menjadi pembela para koruptor.

Sungguh kasus pembunuhan Nasrudin yang melibatkan ketua KPK -n0n aktif,Antasari Azhar menjadi sebuah ironi bagi negeri kita ini.Orang yang sebelumnya dieluk-elukkan bak seorang pahlawan ternyata merusak kepercayaan bangsa ini karena menjadi tersangka kasus pembunuhan terorganisir yang mencerminkan sedikitbanyak tentang “permainan” para pejabat tinggi yang panas,penuh intrik,licin dan kotor.

Kalau sudah begini,kepada siapa lagi kita percaya?

4 Tanggapan

  1. “……kasus pembunuhan terorganisir yang mencerminkan sedikitbanyak tentang ‚Äúpermainan‚ÄĚ para pejabat tinggi yang panas,penuh intrik,licin dan kotor”…. satujuh lah.. inilah yang dinamakan “Perselingkuhan”
    http://serbasejarah.wordpress.com/2009/05/06/antasari-nasrudin-rani-studi-kasus-perselingkuhan-penguasa-pengusaha-perempuan-serta-legenda-matahari/

  2. memang dunia ini panggung sandiwara dg berbagai macam peran kita pertontonkan, dunia ini ibarat bermain dan bersendagurau so jangan gampang tergoda oleh jabatan, wanita n harta

  3. CINTA BIRAHI ANTASARI

    Antasari Azhar memang fenomenal. Menyala bagai api, melompat dari hati, membakar hangus koruptor lalu jatuh, menghilang menjadi abu. Hancur nama dan karirnya. Dia tersangka aktor intelektual pembunuhan Nasrudin, dengan latar cina segitiga.

    Benarkah pembunuh Nasrudin adalah Antasari??!!

    Lepas dari persoalan pro dan kontra persoalan itu, ini adalah hasrat permasalahan cinta.

    Cinta… selalu menghidangkan suatu madah tersendiri di segala lapisan masyarakat. Cinta selalu menguak rahasia alam dan misteri keabadian. Seperti tertulis dalam kisah Julius Caesar-Cleopatra, Bill Clinton-Monica Lewinski, Yahya Zaini-Maria Eva, Al Amin-Eifel, kini Antasari-Rani, semua berlatar belakang cinta.

    Cinta telah membutakan mata meraka. Bagai setangkai mawar mekar indah, namun disekelilingnya dibangun pagai berduri. Mereka membabat habis pagar itu tanpa membiarkan ia berjalan dalam prosesi cinta.

    Dari semua permasalahan,cinta selalu menampakkan fragment kekakuan, tiap-tiap segi permasalahan cinta membawa derita, memojokkan manusia menuju kehidupan yang serba fana.

    Julius Cesar akhirnya hidup sendiri ditinggal mati Cleopatra, Al-amin dihukum 10 tahun penjara kemudian bercerai dengan kristina. Kini Antasari membunuh Nasrudin dengan latar cinta pula

    Berkaca dari permasalahan itu semua, Mungkin kita harus belajar kembali apa itu cinta??!! seorang pujangga Yunani, Plato pernah berkata, bahwa cinta yang murni adalah cinta yang bebas dari pengaruh nafsu kekelaminan. Ajaran cinta ini dikatakan olehnya cinta para Dewata.

    Pertanyaan besar dalam diri kita. Akankah kita harus kembali mengamalkan yang telah lama punah itu??!!

    sumber:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/

  4. banyak para pemimpin di bangsa ini memang ibarat nya seperti penyakit kanker yg sudah kronis, gak akan bisa bisa di obati, memang harus mati dulu, di ganti sama sel2 yg masih “sehat dan waras” biar gak doyan perempuan sama korupsi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: