CONTRENG : Sebuah Kata Dari Negeri Antah Berantah


Contreng,

Mungkin ini adalah salah satu kata yang paling banyak dibaca,didengar dan dibicarakan oleh orang Indonesia mulai pertengahan tahun lalu hingga saat tulisan ini dipost (H-2 Pemilu Legislatif 2009).Kata contreng mulai naik daun sejak KPU mensosialisasikan cara pemberian suara dalam gelaran pemilu 2009.

Mungkin banyak yang akan bilang arti contreng ini adalah sebuah tanda cek seperti huruf V seperti yang sudah kita lihat ribuan kali dalam berbagai spanduk caleg hingga iklan-iklan partai di TV.

Tapi sadarkah anda kata contreng ini baru kita dengar akhir-akhir ini dan tidak pernah muncul sebelumnya?ya enggak..ya enggak?

Saya sendiri baru seumur-umur mendengar kata contreng ini dan bagi saya kata contreng ini tetap saja asing,aneh dan menimbulkan tanda tanya besar seperti sebuah misteri yang tak terpecahkan.Bagaimana tidak,lha wong sejak duduk di bangku sekolah kita diajarkan bahwa tanda cek (check sign) dalam bahasa Indonesia resmi disebut CENTANG atau CAWANG dalam bahasa jawa.

Entah dengan pengalaman anda,akan tetapi dalam setiap pengisian formulir yang saya lakukan selama ini seperti pendaftaran rekening bank,pengajuan aplikasi KTA,pendaftaran kuliah atau formulir lainnya yang membutuhkan pengisian tanda cek selalu menggunakan perintah yang kurang lebih berbunyi “Berikanlah tanda CENTANG pada tempat ditentukan” dan bukan “Berikanlah tanda CONTRENG pada tempat ditentukan”.

Lalu bagaimana sejarah kata contreng ini hingga bisa tiba-tiba,ujhug-ujhug,mak bendhundhuk muncul dan digunakan oleh KPU dan diikuti oleh masyarakat luas saat ini?.

Entahlah,yang jelas dalam KBBI tidak akan pernah anda temui kata contreng ini.Saya juga sudah melakukan survei kecil-kecilan dan mengubek-ubek kamus-kamus bahasa Indonesia di Gra**dia dan tidak ada satupun yang mencantumkan kata contreng. Dalam kamus-kamus resmi bahasa Indonesia tanda cek yang mirip huruf V itu disebut CENTANG atau CAWANG.

Kalaupun ada yang menyerempet itu adalah kata CORENG yang berarti mencoret,biasanya kita gunakan dalam kata coreng-moreng.

Lah,kalau kata contreng?saya jamin dibolak-balik sampai seribu kali pun tidak akan kita temui kata contreng dalam kamus resmi bahasa Indonesia.

Nah,kalau begitu apakah contreng ini termasuk kata yang belum baku?kemungkinan besar sih iya.Lalu darimana kata ini berasal?siapa yang pertama kali menggunakannya?

Karena kata ini pertama kali dipopulerkan oleh KPU sebagai cara pemberian suara dalam pemilu 2009 ini maka KPU (yang kerjaannya sering amburadul) lah yang bisa menjelaskan darimana kata ini berasal.

Dan seiring dengan banyaknya bukti mismanagement,ketidakbecusan dan keteledoran KPU dalam menyiapkan pemilu ini seperti ; DPT bermasalah,logistik yang belum terdistribusi,rusaknya surat suara,ketidaktegasan KPU(baca; ketua KPU) dalam menyelesaikan masalah yang ada dan masalah-masalah yang lainnya maka saya jadi curiga jangan-jangan kata contreng juga muncul dari suatu sistem yang ‘tidak beres’ dalam KPU yang akhirnya malah menggunakan kata contreng yang tidak jelas asal-usulnya dan tidak baku daripada menggunakan kata centang yang sudah jelas-jelas merupakan kata yang sudah baku dan resmi.

Kalau anda bertemu dengan orang KPU saya titip pertanyaan,mengapa lebih memilih menggunakan kata Contreng dan bukannya Centang?

Saya tahu ini adalah hal sepele dan ecek-ecek tapi dari hal-hal semacam inilah kita bisa melihat bagaimana begitu gampangnya orang Indonesia ramai-ramai terjerumus dalam kesalahkaprahan massal.

Bagaimana tidak?seluruh caleg,partai-partai peserta pemilu,seluruh media massa baik TV maupun media cetak sampai calon presiden,termasuk incumbent (baca;presiden RI)  yang sedang berkampanye pun terang-terangan menggunakan kata contreng yang tidak baku dan tidak jelas asal-usulnya ini.

Kalau seorang presiden saja sudah tidak tahu dan tidak mau tahu mana bahasa yang baku dan mana bahasa yang tidak baku bagaimana pula dengan rakyatnya.

Kalau sudah begitu,maka yang terjadi adalah suatu kebodohan yang dilakukan secara masal. Jadi,masihkah kita mau ikut-ikutan dalam kebodohan itu?

*Sampai tulisan ini dimuat,saya masih terus mempelajari asal kata dan status kebakuan dari kata contreng ini.Penasaran saya sama kata yang satu ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: