Hasil Pilkada Jatim dan Kegagalan Prediksi Lembaga Survei


Hasil resmi perhitungan manual oleh KPUD Jatim menetapkan pasangan KarSa (Sukarwo-Saifullah Yusuf) sebagai gubernur dan wakil gubernur Jatim periode mendatang.Karsa menang di 22 kabupaten/kota dan meraup 50, 44 persen suara sedangkan pasangan Khofifah-Mujiono (KaJi) menang di 16 kabupaten/kota dengan meraup 49,56 persen suara.

Hasil ini tentu sangat mengecewakan para pendukung KaJi yang belum-belum sudah larut dalam berbagai tingkah aneh dan dimabuk euforia kemenangan hanya karena hasil quick count oleh LSI dan beberapa lembaga survei lainnya ‘memenangkan’ KaJi pada hari ‘H’,4 november 2008 lalu.

Kalau sudah begini siapa yang salah?Masyarakat yang kadung percaya oleh hasil quick count atau lembaga survei yang seringkali mengklaim perhitungannya tidak pernah salah tanpa menginformasikan pada masyarakat umum bahwa hasil quick count bukanlah hasil resmi?Berikut hasil quick count beberapa lembaga survei pada 4 november 2008 lalu

Lembaga Survei

KarSa

KaJi

Lembaga Survei Indonesia

49,56 persen

50, 44 persen

Lingkaran Survei Nasional

49,24 persen

50,76 persen

Lembaga Survei Nasional

49,29 persen

50,71 persen

Fakta bahwa KaJi yang unggul di quick count tapi kalah di perhitungan resmi oleh KPUD tentunya bisa membuat pihak yang kalah menjadi tidak legowo.

Dan benar saja,pasangan KaJi tampaknya ‘tidak terima’ dengan hasil ini.Merasa menemukan kecurangan dalam perhitungan oleh KPUD kubu KaJI tidak bersedia menandatangani surat pengesahan hasil perhitungan KPUD dan akan melakukan banding terhadap KPU bahkan Khofifah akan membawa masalah ini ke Mahkamah Konstitusi.

“Saya dan tim Kaji menolak penghitungan manual KPUD (Jatim) karena banyak tata aturan prosedur penghitungan yang tidak dilalui secara prosedural. Oleh karena itu, ini urusan KPUD, maka kami menyampaikan keberatan, menolak. Dan kami akan lanjutkan ke MK (Mahkamah Konstitusi). Yang kedua soal pelanggaran-pelanggaran, juga akan kami sampaikan ke panwas (panitia pengawasan pemilu),…Kami sangat yakin Kaji menang. Kami punya itung-itungan, kemenangan kami, melebihi dari kemenangan yang sekarang diumukan KPUD hari ini,” papar Khofifah. (sumber metrotvnews.com)

Waduh ternyata memang KaJi dan Karsa ini tidak bisa disamakan dengan Obama-McCain walaupun sejatinya mereka dipilih oleh pemilihnya pada hari yang sama yaitu 4 November 2008.

Bila McCain dengan sejati mengakui kekalahannya dan mengajak pemilihnya agar menerima kekalahan dan bersama-sama membantu pemerintahan Obama tidak begitu dengan yang terjadi di Jawa Timur.

Kejadian ini juga hendaknya menjadi pelajaran bagi lembaga survei terutama LSI yang selama ini sering bikin sensasi dengan hasil surveinya dan mengklaim lewat iklan di TV bahwa prediksinya jarang salah.Ternyata di Jawa Timur ini LSI harus mengakui bahwa hasil quick count-nya meleset.Bahkan Ketua DPP PPP Lukman Hakim Saefudin menyarankan agar peristiwa ini masuk MURI karena hasil survei dari 3 LEMBAGA SURVEI BESAR di Indonesia untuk hasil pilkada Jatim putaran dua kali ini meleset..set…seet.

Walaupun saya termasuk dalam hampir 50 persen pemilih yang golput which is menjadikan pilkada Jatim sebagai pilkada dengan angka golput tertinggi di Indonesia tapi bagaimanapun juga saya ucapkan SELAMAT kepada Pakde Karwo dan Gus Ipul.Semoga bisa memimpin,menyejahterakan dan memajukan Jawa Timur serta membawa Jawa Timur menjadi propinsi panutan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: