Oh No,Kita Makan Daging Sampah ?


Orang Indonesia semakin aneh saja.

Hanya karena alasan demi mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya apapun akan dilakukan.Lupakan tentang gambaran orang Indonesia yang jujur dan peduli sesama.Money has take some of us become a monster.

Demi uang,peduli setan dengan kesehatan orang lain yang penting uang datang.

Jaman sudah edan bung,kalau gak edan gak akan kebagian“.

Mungkin itulah yang ada di kepala para pengolah daging limbah itu.Itulah kesan saya ketika melihat berita tentang digrebeknya tempat daur ulang daging limbah restoran di Kapuk,Jakarta Utara.

Ya,daging limbah alias sampah restoran saudara-saudara.!

Coba bayangkan,daging yang sudah dimakan orang lain which is sudah masuk mulut orang lain dikunyah-kunyah,kemudian tidak habis,dibuang di tempat sampah,bercampur dengan sampah-sampah lainnya,kemudian membusuk,menimbulkan bau tak sedap,dikerubungi lalat dan dipenuhi belatung,kemudian di sortir oleh pengepul,dijual ke pengolahan daging limbah,diberi pewarna,dimasak lagi untuk kemudian dijual kembali ke pasar dan mungkin ada yang kita konsumsi.*glek8-O

yaiks…membayangkannya saja sudah cukup membuat saya mual.

Tempat Pengolahan Daging Busuk DigerebekLiputan6.com, Jakarta: Sebuah tempat pengolahan daging bekas sampah restoran di kawasan Kapuk, Cengkareng, Kamis (11/9), digerebek Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat beserta polisi. Puluhan kilo daging basi yang diolah kembali ditemukan ketika sedang dimasak kembali.

Daging itu berasal dari restoran-restoran yang membuangnya ke tempat sampah dan diambil pemulung. Daging itu kemudian dijual Rp 100 ribu per plastik besar. Setelah disortir, daging dimasak ulang dan diberi pewarna sehingga tampak baru. Daging dijual bebas di pasaran dengan harga murah. Pedagang mengaku dalam sehari dapat menjual lebih dari 50 kilo daging busuk olahan.

Disinyalir masih banyak tempat-tempat pengolahan daging busuk di kawasan tersebut. Polisi menyita berkilo-kilo daging busuk beserta zat pewarna. Sedangkan dua orang pengolah serta pedagang dibawa ke Markas Kepolisian Resor Jakbar untuk pemeriksaan lebih lanjut.(BOG/Rahadiyanto Rahmad)

Sumber : liputan6.com 12/09/2008 05:40

Ini liputan lengkapnya. (lihatlah betapa si pengolah daging sampah belagak pilon)

Ngomong-ngomong masalah daging sampah yang disortir dan diolah kembali,saya punya pengalaman menarik sekitar 4 tahun yang lalu.Ketika itu saya masih bekerja di perusahaan manufaktur dan ditugaskan untuk training ke perusahaan yang masih satu affiliate di Balaraja,Tangerang.

Ada pemandangan yang sedikit ganjil bagi saya karena pada saat makan siang ada 2 orang petugas khusus yang stand by di samping kantin.Yang satu bertugas membersihkan rantang dari sisa-sisa makanan karyawan dengan memukul-mukulkan rantang katering ke dinding tempat sampah sehingga sampah bekas makanan karyawan jatuh ke tempat sampah sedangkan petugas yang satu lagi dengan begitu cekatan memakai sarung tangan spesial dari tas kresek hitam membongkar-bongkar sampah sisa makanan karyawan tadi dan memilah-milahnya.

Saya sempat penasaran sebenarnya apa sih yang dicari orang itu dan setelah beberapa detik memperhatikan dengan seksama ternyata orang itu mencari sisa-sisa lauk daging dan dikumpulkan dalam satu wadah tersendiri.Wow,kok kolu lhak ngono?

Lalu untuk apa daging-daging sampah itu?apakah kegiatan saat itu juga termasuk dalam rantai distribusi daging sampah yang berhasil digrebek petugas kemarin?.Ah,tapi kan itu sudah lama.Sudah 4 tahun yang lalu.

Eits,tunggu dulu menurut pengakuan warga sekitar tempat pengolahan daging sampah di Kapuk,usaha pengolahan daging itu sudah ada sejak 5 tahun yang lalu.Berarti apa yang saya lihat di Balaraja masih dalam rentang waktu kejadian pengoperasian bisnis kotor ini.Jadi bisa saja orang yang saya lihat mengais-ngais daging waktu itu terlibat dalam mata rantai bisnis kotor ini.Bukan tidak mungkin dia menjual daging-daging sampah itu ke pengepul.Who knows.

Maka tidak heran jika sebelum training ke Balaraja saya sempat diingatkan oleh salah satu teman saya “kalau nyampe sana jangan sampai makan daging !!“.

Kasus penemuan praktek pengolahan daging limbah restoran ini menambah daftar panjang ‘kejahatan’ terhadap konsumen Indonesia setelah kasus formalin,zat pewarna tekstil pada makanan,daging celeng yang dicampur daging sapi,ayam dan daging sapi glonggongan hingga makanan kadaluarsa.Bukan tidak mungkin praktek-praktek semacam ini ada di tempat-tempat lain dan masih belum terungkap.

Akhirnya,siapapun dan apapun alasan para pelaku bisnis seperti ini,pemerintah harus berani dan bisa BERTINDAK TEGAS sehingga masyarakat tidak lagi dirugikan oleh pihak-pihak yang hanya ingin mengeruk keuntungan semata.

Masyarakat juga diharapkan lebih berhati-hati dan teliti lagi dalam membeli dan mengkonsumsi bahan panganan untuk kebutuhan sehari-hari.Jangan hanya ingin mengejar harga murah maka kesehatan pun dikorbankan.Yang lebih penting lagi,semoga saya dan sampean-sampean yang baca berita ini tidak ikut-ikutan edan kayak orang-orang pengolah daging limbah itu.Okelah,cari duit sekarang ini susah tapi kalu mau jujur masih banyak kok cara mendapat duit tanpa harus berlaku CURANG terhadap masyarakat kita,saudara sebangsa kita sendiri.

And last but not least,pray to God before take your food.Minimal baca “Bismillah” lah….

Hmm,wes ah.jadi pengen makan rendang nih…..😳

9 Tanggapan

  1. bayangkan aja

    cocok utk menahan lapar saat puasa.. heheh

    yupz, skrg emg harus lbh berhati-hati

  2. Aneh!!!
    benar-benar indonesia yang ku kenal sekarang semakin aneh saja,,,
    ini namanya saling caplok, tak adil!!!
    kemana etika kita?
    kemana rasa kemanusiawian kita???
    tak bisa di biarkan, semoga saja para pelaku yang tega mendapatkan keuntungan dengan mencelakakan orang lain ini bisa di terima taubatnya di bulan suci ini…Amieeen.

  3. “Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” Q.S Al-Anfaal:25.

    Dulu waktu ngaji, kalo ga salah inget, tafsirnya (secara umum) ialah, ketika orang-orang mulai meninggalkan dakwah (yakni, menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran) maka Allah akan menimpakan bentuk-bentuk fitnah yang tidak saja untuk orang yg kafir/fasik…, tetapi juga menimpa (sebagian) orang yg beriman. Maka itu, hidupkanlah dakwah itu, di segala level dan dengan kemampuan yg ada. Yang sanggup dengan tangannya hendaknya melakukan dengan tangannya, dan yang hanya sanggup dengan yg lebih rendah dari itu juga hendaknya melakukannya; sebelum sampainya kita pada batas di mana Allah memutuskan untuk mendatangkan fitnah seperti itu.

    Hm, yg lebih tahu mohon koreksinya…

  4. huff..
    moga2 mereka yang melakukan praktek kayak gt cepet sadar deh..

    alhamdulillah mama sekarang udah tinggal 1 rumah lagi sama aQ, jadi masalah makanan sudah teratasi😀 hehehe..

    http://yellowsweetbee.wordpress.com

  5. ya ampun kok bisa begini sich indonesia,

    masa sampah jadi makanan?

    tolong pikirkan dampak yang akan diterima bagi masyarakat dan diri anda sendiri.

    apa karena ekonomi?tapi ekonomi memang selalu begini

    tolong tobat lah mas

  6. hehe..untung gwe vegetarian…

    ada yang mau menyusul???😉

  7. hehe..untung gwe vegetarian…

    ada yang mau menyusul???😉

    http://www.goveg.com/

  8. @Edwin:

    Jangan-jangan sayur yang selama ini anda makan asalnya dari sampah juga😆

    Kata Saya ;
    iya tuh,bisa juga tuh win,😆 …..belum lagi bahaya pestisida.Atau milih yang organik?ah organik mah belum tentu sehat juga lhoo…kalau nyucinya pakai air yang tidak higienis ya sama aja kan.serba susah kalau sudah begini.

  9. Salam kenal!

    Membaca halaman ini saya juga menjadi sangat bersyukur bahwa saya seorang vegetarian😀

    Jangan khawatir dengan pestisida pada sayuran. Daging mengandung residu pestisida hingga 9x lebih tinggi daripada kandungan pestisida pada sayuran karena hewan ternak juga memakan tanaman yang disemprot pestisida. Dan kabar buruknya pestisida pada daging telah menyatu dengan jaringan lemak dan daging sehingga tidak dapat dicuci seperti halnya kita mencuci sayuran.

    Lagipula vegetarian adalah solusi paling efektif bagi seorang individu yang berjiwa besar untuk membantu mengerem pemanasan global. Media massa kita sudah pernah mengulasnya di:
    http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/07/1154447/kurangi.makan.daging.cegah.perubahan.iklim

    http://mediaindonesia.com/index.php?ar_id=Mjg4NDA=

    Atau kalau mau lebih jelas, silahkan download buku Global Warming (ada versi Inggris & Indonesia) di:
    http://hiduplebihmulia.wordpress.com

    Semoga informasi ini berguna bagi semuanya…😉

    Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: