Acara sahur yang ngawur


Sudah sejak beberapa tahun lalu saya jarang menonton acara sahur yang ditayangkan beberapa stasiun TV di Indonesia khususunya acara-acara komedi.Tepatnya sejak acara “sahur kita” di SCTV yang dipandu Eko Patrio dan Ulfa Dwiyanti.

Bagi saya acara seperti ‘sahur kita’ dan acara-acara komedi sahur lainnya waktu itu hanya acara ‘gak jelas‘ yang tidak mendidik dan agak menganggu suasana ramadhan di tengah-tengah keluarga muslim Indonesia.Tawa yang berlebihan,humor yang dipaksakan dan pemutaran lagu-lagu pop yang gak ada ruh ramadhannya sama sekali.

Tapi oh tetapi,keadaan semakin memburuk beberapa tahun terakhir ini.Beberapa stasiun TV kelihatan kurang kreatif dengan menghadirkan (kembali) kemasan acara yang sama bin monoton,komedi dengan humor dan lawakan-lawakan dangkal,adegan-adegan slapstic,mengolok-olok dan menertawakan kekurangan fisik orang lain masih dianggap layak dijual kepada keluarga muslim Indonesia yang sedang sahur.Dianggapnya orang yang sedang sahur butuh sesuatu yang dianggap ‘menyegarkan’ seperti tertawa terbahak-bahak menertawakan orang lain.

Sepertinya orang kreatif di stasiun-stasiun TV perlu di brainwash nih.Supaya di kepalanya ada beban moral untuk membawa pencerahan dan pendidikan kepada masyarakat dan bukannya hanya berpikir soal rating,rating dan rating.Saya pribadi sudah amat jengah dengan kehadiran acara-acara komedi murahan yang dari tahun ke tahun mempunyai patern atau pola yang sama.Komedi slapstic yang dibumbui dengan kuis interaktif yang beberapa diantaranya berbau judi karena pemirsa diharuskan mendaftar untuk mendapatkan pin yang tentunya hal ini bisa menguras kantong pemirsa ( e.g. Saatnya Kita Sahur-TransTV).Kalaupun di beberapa acara ada segmen ceramahnya maka hal itu hanya sekedar pelengkap saja dengan durasi yang amat singkat.

Keadaan semakin memburuk lagi ketika hadir pelawak-pelawak yang tidak lucu sama sekali bagi saya seperti Komeng,Tessy,Sule,Ruben Onsu dll.Oh God they’re so not funny !!!

Ok,kita memang butuh hiburan tapi tidak bisakah stasiun-stasiun TV itu membuat sesuatu yang lebih berbobot dan lebih bermanfaat ?.Dont they realize that we need something fresh,relaxing and inspiring TV show in such a smart way.Terlebih di saat-saat sahur dimana umat Islam butuh sesuatu untuk menambah semangat dan keimanan mereka dalam menjalankan ibadah puasa.

Berikut ini review singkat saya terhadap beberapa acara sahur di beberapa stasiun TV.Yap,ini memang review yang sangat subyektif tapi memang inilah penilaian jujur dan independen saya terhadap acara-acara sahur di TV kita ;

  1. Saatnya Kita Sahur (TransTV) – (So Not Recomended).Sampai sekarang saya masih sulit mencari dimana letak kelucuan Komeng ketika harus mengolok-olok atau melakukan kekerasan fisik kepada Olga maupun Adul.Terlebih kuis interaktif dengan syarat pemirsa harus mengirim sms sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan nomor pin yang kemudian masih diundi lagi…..hei,bukankah itu berbau judi?
  2. Empat Mata Sahur Seru (Trans7) – (Not Recomended).Setali tiga uang dengan SKS.Bagi saya acara ini hanyalah empat mata biasa yang diubah jam tayangnya.Kalau di SKS ada Olga dan Adul yang dijadikan ‘obyek penderitaan’ maka di sini giliran Omaswati yang bernasib sama.Ruben Onsu dan Wong Pitu juga ada lho di acara ini padahal mereka kan tidak ikut menjalankan puasa.It’s okay tapi serasa bukan di bulan Ramadhan saja ya.Kalau sudah begitu lalu dimana letak keistimewaan acara ini?
  3. Awas Kalau Gak lucu (TPI) – (Not Recomended).Iki acara opo seh sakjane ?? (Sebenarnya ini acara apa sih).
  4. SaurPrise (RCTI) – (1 Bintang).Jarang nonton acara ini.Yang jelas acara ini tidak jauh-jauh dari komedi dengan bumbu kuis interaktif.Tapi saya hormati sikap Eko Patrio sebagai host acara ini yang masih mau mengingatkan pemirsa di akhir acara untuk menunaikan shalat subuh.
  5. Gado-gado sahur – (1 Bintang).Ini acara mirip dan identik banget dengan ‘Sahur Kita’ di SCTV beberapa tahun lalu lengkap dengan setting studio seperti siaran radio dengan memasang Andre Stinky sebagai salah satu ‘radio DJ’-nya.Tak lupa dengan pemutaran lagu-lagu pop non religi dan kehadiran ustadz/ustadzah dalam porsi yang kecil.Podho-plek wes karo Sahur Kita.Gak kreatip blas!!
  6. Tafsir Al Misbah & Sukses Syariah (Metro TV) – (4 bintang).Acara-acara ini jelas lebih serius dan punya bobot dan pesan yang jelas.Kita diajak mengenal syariah dan mengkaji ayat-ayat Al Qur’an bersama Dr. M. Quraish Shihab.Sayang penonton TV Indonesia masih susah (banget) diajak sedikit ‘berfikir’ dan menimba ilmu.Malah lebih suka terbahak-bahak bersama komedi yang absurd.
  7. Para Pencari Tuhan (PPT) jilid 2 (SCTV) – (3.5 bintang).PPT termasuk acara sahur yang agak ‘berisi’.Ditayangkan sejak tahun lalu dan ternyata sukses.Pengadeganan dalam PPT terlihat realistis dan wajar.Jauh lebih baik dari sinetron-sinetron Indonesia lainnya yang seringkali mereduksi logika.PPT bisa membuat saya menangkap ‘pesan’ di dalamnya sekaligus tertawa melihat dialog dan adegan yang mengalir dengan wajar dan realistis tanpa menghilangkan bobot cerita dan pesan agama  yang disampaikannya.And Guess what? ternyata jurus menghadirkan sinetron di saat sahur membuat TV-TV lain mulai latah.Siapa saja mereka ? lihat list dibawah ini.
  8. Syarifa (Indosiar) – (Not Recomended).Another Indonesian crappy sinetron.Indosiar mulai latah muter sinetron di jam sahur (mengekor PPT??).Judulnya saja yang kelihatan ‘agamis’ tapi isinya tetap sinetron khas klan punjabi.
  9. Faiz & Faizah (RCTI)– (Not Recomended).RCTI juga kena penyakit latah.Sayang sinetron yang ditampilkan tidak ada yang spesial selain memperlihatkan anak balita yang -seperti dipaksa- berakting.

Sementara,itulah hasil penilaian saya terhadap beberapa acara sahur di beberapa stasiun TV kita.

Seharusnya stasiun TV lebih kreatif lagi dan bisa menghadirkan sesuatu yang mendidik bagi pemirsa Indonesia yang sedang bersantap sahur dan tidak hanya berfikir tentang iklan dan rating .Semoga sisa Ramadhan yang tinggal 3 minggu lagi ini bisa dijadikan waktu bagi orang-orang kreatif di TV untuk merubah kemasan acara menjadi lebih cerdas dan berisi.Apalagi di awal puasa ini Komite Penyiaran Indonesia (KPI) sudah melarang siaran kebanci-bancian yang kemungkinan besar masih dijumpai di acara-acara sahur dengan hadirnya beberapa pengisi acara yang dikenal sering berperan (maaf) kebanci-bancian seperti Olga dan Tessy (Saatnya Kita Sahur-TransTV) atau Ruben Onsu (Empat Mata Sahur Seru – Trans7,edisi 7 september 2008 Ruben memakai kimono dengan lipstik dan bedak).

Sebaliknya kita sebagai pemirsa TV seharusnya jauh lebih bijak dan lebih cerdas dalam memilih tontonan.Sebagai orang yang akan menjalankan puasa seharusnya kita sadar dan tidak mudah disetir oleh pihak stasiun TV yang hanya berfikir soal iklan dengan acara-acara komedi murahan yang minim nilai-nilai agama.Bolehlah anda senang humor dan sesekali melepas tawa tapi pilihlah humor yang cerdas dan berbobot.

Jangan lupakan juga bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda :

“Janganlah engkau memperbanyak tawa, karena sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati”

Mulai sekarang bijaksanalah memilih acara TV,terlebih dibulan Ramadhan ini dan kalau memang tayangan TV anda rasa menganggu kekhusukan ibadah puasa anda maka jangan ragu-ragu,segera MATIKAN TV ANDA !!!.

Selamat Menjalankan Ibadah di Bulan Ramadhan.

35 Tanggapan

  1. PPT Jilid 2, haha haha…. good!

    met puasa

  2. ah, iya… saya juga sebel ngeliat sinetron dengan bintang anak balita. kesannya, entah di mana otak kedua orang tuanya. anaknya sendiri kok dieksploitasi?

  3. baiknya sahur diisi dengan tilawah, baca buku, atau doa. kalau bosen : al misbah bisa jadi pilihan😀

    salam kenal

  4. In fact, acara mana yang mendapatkan rating tertinggi? Mas bicara kualitas dan idealisme?

    Idealisme + kwalitas = tingkat pendidikan + budaya…

    Lha tingkat pendidikan di Indonesia bagaimana? pendidikan budaya (dalam hal ini moral) bagaimana?

  5. nonton metro tv aja, ada tafsir misbah, tapi saya tidak tau juga acara tersebut disiarkan tiap hari/tidak… maklum, ga punya tv… hehehe

  6. Saya liatnya PPT doang… kadang2 sih ANTV cagur naek bajaj😀

  7. Cukup dengerin radio……

  8. saya juga melihat acara2 yg not recomendded itu mencari2 lucunya dimana yakz? jengah aja liatnya …
    tapi di metro TV dan PPT bagus2… dalam maknanya

  9. Ya ya ya *manggut-manggut*
    Saya di rantau orang; di kos ga ada tipi, jadi saya pikir, sedikit selamatlah saya😀

    Walau ga nonton tipi, klo koment ttg acara-acara tersebut dia atas yg masih ddominasi oleh acara “begituan”, ya… saya pikir relevan ama masyarakatnya.
    Acara gitu itu karena masyarakatnya; atau, kebalik? Gara-gara sinetron mayoritas semacem itu maka masyarakat kita jadi seperti ini sekarang?

    Ah mbuhlah, gak tau juga saya.
    *ngomong opo aku ikiy…*

  10. Saya hanya nonton 2 kang … PPT dan Metro TV, selainnya “blep” setuju kalo gak mutu🙂

  11. kasihan semua

  12. itu mencerminkan bangsa kita… masih suka santai dengan tontonan ga mutu. atau malah dia ga sadar kalo yg ditonton itu ga mutu..

    capekdah.. mending ga usah punya tipi

  13. Namanya juga stasiun TV komersial. Yang penting untung, mengenai mendidik?? Itu sih nomer seratus ribu. Seharusnya lebih banyak lagi kritik2 buat acara seperti itu yang lebih pedas lagi di koran2 atau mass media lainnya……

  14. emang bener tuh.. mutunya emang gak keliatan..
    mending abis santap sahur, wudhu trus ngaji sambil nunggu waktu subuh gmn..

  15. wah emang payah indonesia ini,ga ada sensor sinetron nya kali,,smuanya dilolosin…….payah…mqtv mana nih,,,kok d jkt blum ada sih??ayo dong kalian yg ahli bikin stasiun tv,,,oh ya kalo daai tv py sapa ya,,acaranya bagus jg tuch??

  16. Wah saya ga bisa mas matiin tipi soalnya ga punya tipi sih. Udah sejak 10 tahun lalu putus hubungan sama yg namanya tipi, tapi sekali2 nonton lah. Sedikit2 masih tau sih kualitas tipi kita.

    Sejarahnya tahun 2001, ketika acara sahur masih di jalurnya, hanya Indosiar yang nampilin lawak plus karokean. Mungkin rating acara Indosiar ini tinggi, maka tahun 2002 hampir semua acara sahur di stasiun TV lain berubah, semua ustadz diisi oleh pelawak… Ampun deh… padahal waktu sahur adalah waktu yang mustajab untuk berdo’a. Eh ini tipi malah ngajakin ketawa kebahak2. Ampun deh…!

  17. PPT mmg lumayan bagus kok. Temen aku kalo lagi nyiapin sahur. Bisa diikutin tanpa harus ditongkrongin abis. Hidup Dedi Mizwar.

  18. KPIIIIIIIIIIIIIIIII (Komisi Penonton Indonesiaaaaaaaa Kaliiiiiiiii)
    kemana aja lhoo?????????????
    Tidurrrrrrrrrrrrrrr….

  19. setuju… udah makin ngawur…

    ini semua cuma lanjutan dari hari-hari biasa, acara pertelevisian indonesia yang sudah parah mutunya…(bukan hanya pas sahur)

    semoga bakal membaik deh tayangan televisi di indonesia, di bulan ramadhan dan bulan2 selanjutnya…

  20. gw ga pernah nongtong. liat dr iklanny aja udh pasti ntu acara ga mutu! buang2 waktu saja
    olga, ruben, adul, desi dkk.. hoekkk blas!

  21. WakAKkAKkAKkAkka..
    Semua acara sekarang pada ngakak..
    Katanya se menghibur orang yang sahur..
    Tapi..Malah gak jelas acaranya..
    Katanya lucu,tapi koq malah garing yap??
    Tapi…
    Jangan nyalahin yang akting dunk,tu khan cuma tuntutan profesi mereka,itu pekerjaan mereka,mereka nyari makan dari acara ntu,mungkin cuma itu jalan mereka buat nyari nafkah…
    Yang disalahin trus sapa dunk???
    Ga ada yang salah klo kita gak saling menyalahkan..
    Harusnya kita bukan menyalahkan,tapi mengkritik untuk membangun..
    Mengkritik gak perlu pedas..
    Ntar waktu puasa sakit perut khan???
    Hehe..

  22. KPI?!? kerjanya kan cuman negur2 dan dapet duit doang…

    kalo sinetron yg ada balitanya menurut gw sih ada yg lucu… contohnya si baim… dia tuh emg bener2 niat akting…
    tapi ada juga yg maksa dan dilebih2kan…

    “Ruben Onsu dan Wong Pitu juga ada lho di acara ini padahal mereka kan tidak ikut menjalankan puasa”

    namanya juga kan kerjaan mereka? biarin ajalah… selama mereka masih menghormati agama kita… walaupun ruben kadang2 suka gak jelas dan malesin…

    truss… sebagian org kyk lo emg gak suka acara2 beginian… tpi mungkin mayoritas rakyat indonesia terhibur… jadi ya mau diapain lagi… otomatis KPI juga melihat dari segi popularitas…

  23. yeah, 1 hal aQ setuju bgtz sama mas, yaitu tentang ngelucu dengan kekerasan dan penghinaan fisik orang laen..huff.. ga banget deh!!!

    dari awal puasa sampe sekarang aQ jarang bgtz (bisa dihitung dengan jari) nonton acara tv yang sukanya ngelucu ga jelas..

    tapi yasudlahpun, semua sudah terjadi, semoga tontonan sahur tahun2 berikutnya lebih baik dan bermutu..

    salam kenal ^_^

  24. MAAP SEMUA ACARA INDO GAK RECOMMENDED MULAI DR YG RELIGI KEK SEMUA CUMA ACTING MURAHAN! GW JARANGGGG BCT2 NONTON ACARA INDO, MENDING NONTON NATIONAL GEOGRAPHIC & DISCOVERY CHANNEL.

    PALING2 NONTON SKS WAKTU PUASA, DR PD NONTON SINETRON YG SEMUANYA (TANPA KECUALI) GAK JELAS.

    SATU2NYA RECOMMENDED : QURAISH SHIHAB (METRO TV)

  25. KNP YG BEGINIAN DIURUSIN SAMPE BIKIN BLOG YA? GAK ADA KERJAAN YA? HAHAHA.. MENDING INDO INI GAK USAH ADA SINETRON, MAU YG RELIGI KEK APA KEK SEMUA SUCK!

    MEDING LU KRITIK TUH SINETRON YG NGAJARIN & TAYANGIN PASANGAN PELUKAN, MAU KISS, IKLAN KONDOM, SAMPE TPI YG KATANYA TELEVISI PENDIDIKAN INDONESIA, JD NYIMPANG JAUH!

    ANEH, HARI DEMI HARI, JAM DEMI JAM TIPI INDONESIA DILUMURI KEBODOHAN ELU GAK UNGKIT2, PAS ADA ACARA GINI YG CUMA SEBULAN LU DENGKI! MAAF YA GW ADA TIPI KABEL & TIAP HARI GW GAK NONTON TIPI INDO, PALING CUMA NATIONAL GEOGRAPIC ATAU DISCOVERY CHANNEL, BENERAN NIH. GW BENCI ABIS NONTON SIARAN TIPI INDO!!!!!!

    CUMA ACARA SAHUR DOANK YG GW TONTON, DAN ITU KOMENG SLALU GW KEJAR DIMANAPUN DIA SIARAN.

    KALO GAK MAU NONTON SILAKAN GANTI CHANNEL, BANYAK TIPI LAENNYA, GITU AJA KOQ SAMPE NGEBAHAS BLOG GAK PENTING BGT GINI????? KL GAK ADA KERJAAN… NIMBA SANA..! HAHAHAHA….

    @ Blo-onLu ,
    Terima kasih sudah berkunjung dan memberi komentar di blog ini tapi saya masih tidak tahu sebenarnya ada masalah apa dengan anda.
    Sebenarnya tanpa menuliskan komentar dengan huruf besar pun saya (dan pembaca yang lain) sudah bisa menangkap maksud anda.
    Apa yang menjadi tujuan dan topik bahasan di blog ini sebenarnya bukan porsi anda untuk menjudgement.This is my own blog,for God’s sake.Jadi tidak salah dong kalau saya mengeluarkan opini saya terhadap sesuatu.Toh saya juga tidak memaksa anda untuk meng-amini pendapat saya.
    Begini mas or mbak Blo-onLu,apa yang menurut anda penting belum tentu penting bagi yang lainnya begitu juga sebaliknya.Mungkin bagi anda membahas hal-hal begini tidaklah penting tapi bagi orang lain penting.Jadi hormatilah sudut pandang orang lain.
    Apalagi dalam keyakinan saya diajarkan untuk mencegah something bad dengan power,lisan maupun hanya dengan mbathin.Postingan saya diatas dilandasi oleh semangat dalam perlawanan terhadap something bad tadi.Dalam hal ini adalah acara sahur yang tidak mendidik.
    Soal anda yang lebih senang nonton Dicovery Channel atau National Geographic,wah bagus itu teruskan,semoga wawasan dan kedewasaan berfikir anda juga berkembang dan memang seharusnya ada korelasi antara tontonan dengan kedewasaan berfikir anda ya?
    Tapi perlu diingat juga tidak semua orang Indonesia punya duit lebih untuk menyewa TV Kabel seperti anda.

    MEDING LU KRITIK TUH SINETRON YG NGAJARIN & TAYANGIN PASANGAN PELUKAN, MAU KISS, IKLAN KONDOM, SAMPE TPI YG KATANYA TELEVISI PENDIDIKAN INDONESIA, JD NYIMPANG JAUH!

    Hm,sebenarnya kalau anda baca dengan baik-baik postingan saya di atas anda pasti tahu kalau saya juga mengkritik sinetron Indonesia.Anda keburu emosi sih.

    Soal anda yang ngefans sama Komeng hingga mau ngejar dimanapun dia siaran,saya sih oke-oke saja saya hargai pendapat anda tapi……anda juga harus menghargai pendapat saya yang menilai lawakan Komeng adalah lawakan tidak smart dan tidak bermutu karena selalu bisa dipastikan lawakan dia bermuara pada kekerasan verbal dan kekerasan fisik terhadap lawan mainnya.

    KALO GAK MAU NONTON SILAKAN GANTI CHANNEL, BANYAK TIPI LAENNYA, GITU AJA KOQ SAMPE NGEBAHAS BLOG GAK PENTING BGT GINI????? KL GAK ADA KERJAAN… NIMBA SANA..! HAHAHAHA….

    🙂 mbak/mas Blo-onLu,sampean ini gimana toh?.Coba deh postingan saya dibaca lagi,disitu kan bisa dilihat saya merekomendasikan PPT2 dan Tafsir Al Misbah yang artinya-tanpa anda suruh pun-saya pasti tidak akan memilih channel yang menayangkan tayangan sahur yang buruk menurut saya.
    Bahkan di akhir postingan lebih tegas lagi saya mengatakan kalau anda terganggu dengan tayangan-tayangan tidak bermutu tersebut ya lebih baik matikan tv anda!.
    Tapi masalahnya bukan hanya masalah ganti channel lalu habis perkara,mas/mbak Blo-onLu.Ada tanggungjawab kita untuk mengatakan yang buruk itu buruk dan yang baik itu baik.That’s why I wrote this post.

    @ Bleregh,
    Saya tidak tahu persis kinerja KPI,tapi kalau anda memang punya uneg-uneg tentang penyiaran Indonesia atau tentang KPI sendiri coba langsung komplain ke KPI dan isi formulir pengaduan ini.Saya pikir semakin banyak masyarakat yang komplain ke KPI akan semakin baik.

    @ IOnk,
    Sebenarnya yang punya kekuasaan dan sumberdaya adalah pihak stasiun TV.Buktinya ada stasiun TV yang tetap ‘di jalur yang benar’.Jadi kalau ada pihak yang harus disalahkan menurut saya ya stasiun TV itu sendiri.Masyarakat kita sudah terbiasa hanya menjadi penonton dan bersikap menerima.Apa yang dikasih stasiun TV ya itu yang mereka terima.Jadi menurut saya bola ada di tangan stasiun TV,kalau mereka mau,sebenarnya bisa membuat acara yang bermutu.Kalau tontonanya mendidik lambat laun masyarakat kita juga ikut terdidik tapi kalau tontonannya bermutu rendah yah masyarakat juga ikut seperti itu dan yang bahaya masyarakat merasa enjoy-enjoy saja akan hal itu.

  26. wah, kalo pada males nonton yah mending matikan saja televisinya. selesai toh masalahnya, kecuali anda2 sekalian ingin berpartisipasi aktif buat menutup acara2 seperti ini, silahkan buat petisi atau berdemo atau apapun yang ingin anda lakukan. selera orang itu berbeda2, ada yang suka religi full, ada juga yang setengah2, ada juga yang tidak suka sama sekali. saya termasuk yang setengah2 suka dengan religi, dan termasuk penggemar komeng. untuk tontonan religi, saya lebih suka dengan tipikal2 jejak Rasul, sunnah rasul yang dibawain oleh orang bule ataupun penyegar iman seperti kultum, dan bukan pembahasan2 mendalam mengenai agama. saya sendiri cukup merasa lelah dengan pembahasan2 mengenai agama, karena kalau tidak menemukan solusi yang cerdas untuk suatu permasalahan, larinya disuruh baca kembali Al-Qur’an. walaupun solusi tersebut benar, tetapi menurut saya kurang tepat sasaran, terlebih bagi orang yang pendidikannya masih kurang. saya juga merasa acara2 penghayatan Al-Qur’an ataupun hadits terasa dibahas hanya dari sudut pandangan kedua sumber tersebut, padahal permasalahan hidup sungguh2 sangat kompleks, bahkan kadang terjadi pertentangan antar dua ahli agama (silahkan dilihat di acara2 berita akhir2 ini) mengenai satu hal yang menurut saya sepele. seperti permasalahan banci misalkan, dalam agama ini (Islam) tidak membenarkan adanya banci, tetapi kalau dilihat dari kehidupan sebenarnya, ya mereka itu ada dan nyata! terlebih lagi mereka suka dihina dsbnya, padahal toh mereka tidak ingin menjadi seperti itu bukan? dan alangkah mirisnya saya waktu melihat kebanyakkan daripada Muslim berbuat aniaya terhadap mereka ketimbang mendengarkan mereka dan mungkin mengarahkan mereka kearah yang benar. Saya sebal dengan hampir semua pemuka agama yang suka memberikan ceramah di televisi2 (kecuali A’a Gym), karena mereka tidak bisa memberikan contoh solusi yang faktual terhadap permasalahan2 seperti ini, dan hanya bisa memberikan solusi untuk membuka Al-Qur’an! menurut saya inilah kebodohan kita sebagai sebuah umat, tidak pernah membahas permasalahan secara bijaksana padahal Allah mengajarkan kita agar selalu bijaksana. Umat ini terkesan seperti sebuah komputer, melihat dan menilai suatu masalah A ataupun B berdasarkan sistem operasinya yakni Al-Qur’an (true or false condition), padahal Al-Qur’an tersebut bukanlah Tuhan, melainkan sebagai guideline dari Allah SWT Tuhan Semesta Alam. Penentu dosa atau tidak berdosa seorang manusia hanyalah Allah SWT, bukannya Al-Qur’an. Saya tidak akan menyerang ideologi dan opini dari saudara2 sekalian, hanya ingin memberikan suatu wacana yang mungkin bisa menambah wawasan berpikir serta menambah bobot keimanan kita. Nabi Ibrahim AS tidak menemukan Allah SWT sebagai Tuhan secara praktis, melainkan meraba2. Maka kita sebagai manusia biasa sudah sewajarnya untuk berusaha menemukan Allah SWT tidak hanya secara tertulis (Al-Qur’an), melainkan juga melalui perenungan2 dan pemikiran mendalam tentang Tuhan itu sendiri. Bukankah kita semua para pencari Tuhan?

    @Adri
    Thank you sudah ngasih komen.
    Well sebenarnya ini agak melebar dari pembahasan masalah acara sahur dan saya sendiri masih sangat awam tentang agama dan masih banyak belajar tentang agama tapi tidak mengapa lah sekalian sama-sama belajar.

    saya sendiri cukup merasa lelah dengan pembahasan2 mengenai agama, karena kalau tidak menemukan solusi yang cerdas untuk suatu permasalahan, larinya disuruh baca kembali Al-Qur’an. walaupun solusi tersebut benar, tetapi menurut saya kurang tepat sasaran, terlebih bagi orang yang pendidikannya masih kurang. saya juga merasa acara2 penghayatan Al-Qur’an ataupun hadits terasa dibahas hanya dari sudut pandangan kedua sumber tersebut, padahal permasalahan hidup sungguh2 sangat kompleks,

    Mengenai hal ini saya kok malah bingung,di satu sisi anda mengakui kebenaran solusi untuk kembali ke Al Qur’an dan hadits,tapi disisi lain masih ada kesangsian dan penolakan terhadap hal itu.
    Anda merasa AL Qur’an dan hadist tidak bisa menjawab persoalan kekinian.
    Bagi saya apapun persoalannya,pasti ada jawabannya dalam Al Qur’an dan Hadist walaupun terkadang tidak tersirat secara eksplisit masalahnya adalah kita seringkali merasa egois.Ya,egois.Kita merasa perlu ada pembenaran-pembenaran untuk melanggenggkan ‘comfort zone’ kita.Terkadang kita merasa sangat tidak nyaman dengan solusi yang diberikan Al Qur’an dan Hadist hanya karena kita merasa terdesak dan diserang oleh solusi itu,jadilah kita melakukan suatu mekanisme perlawanan dengan penyangkalan dan mencari-cari solusi lain yang menurut kita lebih nyaman walaupun itu salah.
    Bisa di analogikan seperti anak kecil yang sakit,ketika diberi obat maka pada umumnya mereka akan menolak dengan segala upaya.Belum-belum mereka akan dengan sekuat tenaga menutup mulut mereka atau menggerakkan kepala sejadi-jadinya asalkan obatnya tidak terminum.Pikiran mereka dikuasai dengan sugesti buruk bahwa obat itu pahit,obat itu gak enak maka mereka enggan meminumnya.Padahal sebenarnya obat itu adalah sarana untuk menyembuhkan sakit mereka.Bahkan karena di penuhi fikiran yang phobia terhadap obat bahkan mereka tidak peduli bahwa terkadang obat juga bisa mempunyai rasa manis,rasa strawberry dsb.obat itu pahit,titik.
    Begitulah kita dalam menyikapi pilihan solusi untuk kembali ke Al Qur’an dan Hadits.Kita merasa Al Qur’an dan Hadist tidak cukup up to date,titik.Tanpa membaca dan mempelajarinya kita merasa sah-sah saja untuk mencoret pilihan itu dalam menjawab persoalan kekinian.Kita terlanjur menutup mata dan hati kita.Kita membiarkan hawa nafsu membawa kita ke posisi dimana kita mengambil sikap oposisi terhadap ajakan kembali ke Al Qur’an dan hadits hanya kita feeling comfort diposisi ini.Padahal hati kecil kita tahu ,This is wrong.Kita lebih nyaman untuk memblokade mental kita sendiri dalam menerima kebenaran.Karena memang terkadang kebenaran hadir tidak dalam paket yang menarik.Tapi toh seharusnya hal itu tidak lantas membuat kita menolak kebenaran itu sendiri.

    Saya sebal dengan hampir semua pemuka agama yang suka memberikan ceramah di televisi2 (kecuali A’a Gym), karena mereka tidak bisa memberikan contoh solusi yang faktual terhadap permasalahan2 seperti ini, dan hanya bisa memberikan solusi untuk membuka Al-Qur’an! menurut saya inilah kebodohan kita sebagai sebuah umat, tidak pernah membahas permasalahan secara bijaksana padahal Allah mengajarkan kita agar selalu bijaksana

    Saya kurang tahu contoh dari permasalahan yang menurut anda tidak diberikan solusinya secara faktual.Tapi kalau anda mengatakan umat bodoh karena tidak membahas permasalahan secara bijaksana saya kok kurang setuju terlebih lagi sampean tidak menjelaskan ‘bijaksana’ versi anda itu seperti apa.
    Kalau sampean bisa bilang Allah mengajarkan kita agar selalu bijaksana anda tentunya juga seharusnya tahu bahwa Allah memerintahkan kita untuk menjadikan Al Qur’an sebagai referensi permasalahan kita .
    Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (Al-Israa’:9)

    Umat ini terkesan seperti sebuah komputer, melihat dan menilai suatu masalah A ataupun B berdasarkan sistem operasinya yakni Al-Qur’an (true or false condition), padahal Al-Qur’an tersebut bukanlah Tuhan, melainkan sebagai guideline dari Allah SWT Tuhan Semesta Alam

    See,sebenarnya anda tahu kan kalau Al Qur’an adalah guideline dari Tuhan anda.Tapi menjadi sangat membingungkan ketika anda sendiri menyangsikan dan tidak mau memakai guideline itu dalam menilai suatu masalah.
    Dan saya meyakini memang Al Qur’an diturunkan Tuhan sebagai Al Furqan (pembeda yang baik dan yang buruk) dalam bahasa sampean ‘true or false condition’.Coba deh cek beberapa ayat berikut ini :
    QS Al Baqoroh (2) ayat : 2
    Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa
    QS Thoha ayat 123-124.
    Maka barangsiapa mengikuti petunjukKU ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan aku akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.
    Anda memang benar penentu dosa atau tidak adalah Allah.Lah,tapi kan Allah itu Maha Baik,Maha Pengasih,Maha Penyayang maka dari itu diturunkanlah guideline supaya manusia tidak tersesat.Tapi manusianya aja suka ndablek.
    Kalau anda tidak setuju Al Qur’an adalah petunjuk True or false dalam kehidupan kita maka sori bro,maka tanpa ragu-ragu saya akan berada di posisi sebaliknya.

    Nabi Ibrahim AS tidak menemukan Allah SWT sebagai Tuhan secara praktis, melainkan meraba2. Maka kita sebagai manusia biasa sudah sewajarnya untuk berusaha menemukan Allah SWT tidak hanya secara tertulis (Al-Qur’an), melainkan juga melalui perenungan2 dan pemikiran mendalam tentang Tuhan itu sendiri

    Waduh kayaknya terlalu jauh kalau kita mendasarkan cerita Nabi Ibrahim untuk dijadikan pembenaran
    untuk kita ikut meraba-raba dalam mencari Tuhan.Karena bagi saya sendiri,saya tidak perlu meraba-raba lagi karena bagi saya sudah diturunkan Rasulullah Muhammad SAW dengan kitab Al Qur’an kepada saya supaya saya tidak meraba-raba lagi.Semuanya sudah jelas bagi saya.
    Dengan meraba-raba seperti itu pun belum tentu menjamin sampean akan mendapatkan tempat pegangan Bro,karena di luar sana banyak sekali setan (musuh abadi manusia) yang siap membelokan kita dari tujuan kita.Karena mereka lebih cerdik dan lebih kuat dari kita.Mereka tahu mereka bisa menangkap dan memanfaatkan logika dan pikiran kita yang bergerak liar seliar-liarnya.Alih-alih meraba-raba untuk mencari tempat pegangan sejati bisa-bisa kita malah dibekali tongkat dan dituntun menuju kegelapan,jek.

    Sori Bro,bukannya saya (juga) menyerang pendapat anda dan menggurui karena saya juga gak punya ilmu agama dan masih sering melanggar perintah agama tapi saya tidak setuju dengan wacana anda yang memang sedang ngetren saat ini.Tapi biarlah saya menjadi bagian yang tidak ngetrend itu dan suka tidak suka,saya harus bilang saya tidak sependapat dengan anda.Gue cuman takut bro kalau gue diem aja,karena di alam sana gue pasti ditanyain tentang hal ini dan walaupun gue masih sering ‘bandel’ tapi gue gak ragu sedikitpun sama Al Qur’an dan Hadits.

    Yang saya tahu kewajiban kita terhadap Al Qur’an ada 4 ;
    1. Meyakini kebenaran isinya
    2. Mempelajari cara membacanya dan senantiasa membacanya.
    3. Mempelajari isinya (artinya) dan menjadikannya sebagai petunjuk
    4. Mengamalkannya
    Kalau saya sih terus terang baru sampai tahap membacanya,itupun masih amat jarang *grin.kalau bro Adri udah sampai step berapa?semoga lebih dari saya ya.

    Finally,semoga rasa sebal bro Andri terhadap para ulama tidak menyurutkan usaha bro untuk belajar agama.I hope you’ll find what you searching for .

    Sorry kepanjangan.Thanks for dropping by.

  27. Salam kenal.
    menurut saya Artikel anda “äcara sahur yg. ngawur” bagus banget. Saya setuju kalau anda yang masih muda bisa berfikir seperti itu…bisa jadi contoh untuk generasi muda yang lain. Boleh nambahin ya…

    “Maka biarlah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak. Sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan”. (AT- Taubah 82)

    @ Ibu Ti2k,
    Terima kasih Bu.Harapan saya sih apa yang saya tuliskan ada manfaatnya bagi orang lain walaupun hanya seiprit.Terima kasih juga sudah berkunjung ke blog saya yang masih cupu ini🙂

  28. dari sekian bnyak pernyataan diatas,,

    yang punya sikap, paradigma, n wawasan pikiran yang luas n gak bersifat egois no:22,23(ionk n bleregh),,,
    n juga statement yang menarik itu yg no:26,,bagus bro/sis,,,bner tuh,,,acara kuis aja kok dipermasalahin,,,klo gak suka ya gausah nonton aja,,,gitu aja kok repot,,,

    bner” dah,,,,
    kbnyakan memandang dirinya benar tapi gak melihat scara kseluruhan,,,
    mengkritik tapi gak bersifat ngebangun,,,malah terlihat kesan egois,,,

    Mengkritik n mengkomentari itu hal yang sangat mudah,,,
    gak knal anak kecil,muda,dewasa,tua smua jg bisa komentar,,,
    tapi klo mengkritik tanpa ada unsur ngebangun,,,,mengkomentar malah ngejatuhin,,,
    duh gatau deh tuh orang maunya apaan,,,
    jangan cuma jadi tong kosong nyaring bunyinya,,,
    cobalah anda realisasikan bahwa anda itu benar,,,,buktikan,,,,

    manknya ngebuat ssuatu sperti acara sahur yg sdang diperdebatkan itu ngebuatnya gampang apa,,,
    butuh pengorbanan,,,tnaga dan pikiran,,,
    kalo ada yg bilang acara itu gak kreatif,,,cobalah anda buat dan wujudkan/nyatakan klo anda lebih kreatif daripadanya,,,jangan cuma bisanya ini itu doank,,,

    apalagi mereka yg terlibat acara itu kan mayoritas bragama Muslim,,,
    sesama agama,,,,sesama sodara ya jangan saling mnjatuhkan donk,,,hargai usaha kerja keras mereka,,,toh juga mreka itu tujuannya yah gak lain untuk ngehibur pemirsa doank,,,
    kalo ada yang gak suka sm acaranya,,,,yah nontonlah yang disukain,,,
    selera orangkan beda”,,

    Kesalahan Milik Manusia dan
    ksempurnaan hanyalah MILIK ALLAH,,

    Selamat Menunaikan Ibadah Puasa,,,!!!


    @sOLid_sNake
    ,thanks udah komen.

    yang punya sikap, paradigma, n wawasan pikiran yang luas n gak bersifat egois no:22,23(ionk n bleregh),,,
    n juga statement yang menarik itu yg no:26

    Banyak yang bilang penilaian atas sikap,paradigma dan wawasan pikiran yang luas itu sangat subyektif Bro.Tergantung dari kesamaan ideologi,kepentingan dan value yang dimiliki.

    Bro snake,kalau mau sedikit bersikap-dewasa-sebenarnya tidak semua hal bisa diselesaikan dengan pendekatan “gitu aja kok repot” lho.

    Soal apabila kita merasa ada sesuatu tayangan yang buruk terus ya udah kita ganti channel aja gak usah ditonton.Yap,tanpa Bro minta pun saya sudah melakukan itu tapi apa kalau kita tahu itu buruk terus kita diem aja.lalu masalah selesai.Kayaknya juga kurang bener juga Bro.

    Terus apa salah kalau kita lihat sesuatu yang menurut kita buruk terus kita bilang itu buruk.Ini kan hanya masalah menyampaikan pendapat Bro.

    Dalam agama saya diajarkan kalau melihat sesuatu yang nggak baik itu dilawan dengan kekuatan,kalau nggak bisa dengan lisan,kalau nggak bisa lagi ya dalam hati saja.Yang terakhir itu selemah-lemahnya iman.
    Tapi ya nggak bener juga dong kalau kita berlindung di kategori yang terakhir itu dan ‘menikmati’ selemah-lemahnya iman kita dengan selalu kembali ke konsep “gitu aja kok repot”.Yo’i nggak,Bro?

    Bro snake,kalau sampean bilang saya ngritiknya gak ada unsur ngebangunnya.Masak sih?atau jangan-jangan Bro sudah keburu emosi duluan karena tahu point of view saya beda dengan anda?Coba deh,please check and read carefully some of quotations I take from my article.

    Semoga sisa Ramadhan yang tinggal 3 minggu lagi ini bisa dijadikan waktu bagi orang-orang kreatif di TV untuk merubah kemasan acara menjadi lebih cerdas dan berisi

    Sebaliknya kita sebagai pemirsa TV seharusnya jauh lebih bijak dan lebih cerdas dalam memilih tontonan

    Bolehlah anda senang humor dan sesekali melepas tawa tapi pilihlah humor yang cerdas dan berbobot.
    Jangan lupakan juga bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda :
    “Janganlah engkau memperbanyak tawa, karena sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati”

    See,saya masih menaruh harapan kok kepada pihak stasiun TV dan orang-orang kreatifnya untuk meningkatkan bobot acaranya.Saya juga berusaha membangun kesadaran pemirsa dalam memilih tontonan (sahur) dan saya juga berusaha membangun dan merekonstruksi kesadaran dan keimanan ‘saudara seiman’ saya dengan melampirkan sabda Rasulullah SAW.Itu Rasulullah lho Bro yang bilang bukan saya.🙂

    Tapi kalau artikel saya masih dirasa tidak membangun menurut Bro Snake ya maap karena kita tidak akan pernah bisa memuaskan semua orang,right Bro?.

    Dan Kalau Bro bilang,

    apalagi mereka yg terlibat acara itu kan mayoritas bragama Muslim,,,
    sesama agama,,,,sesama sodara ya jangan saling mnjatuhkan donk,,,hargai usaha kerja keras mereka

    ehm,..kalau saya sih gak lihat agamanya Bro.Kalau emang saya rasa tidak cukup bagus ya akan saya bilang gak bagus.Bukan berarti karena punya religion sama terus kalau buruk-kita bilang bagus.Gak fair kalau seperti itu Bro.Kalaupun ada teman yang tidak seiman tapi kualitasnya bagus ya akan saya bilang bagus.Justru kalau sodara seiman kita jalannya salah sudah jadi kewajiban kita untuk mengingatkan Bro.Bukan malah membiarkan.Bener gak sih Bro?

    Oh ya saya nulis beginian gak bermaksud menjatuhkan orang lain kok Bro Snake,I only share my pint of view dan Bro atau pembaca yang lain boleh-boleh saja punya view yang berbeda.Toh masing-masing orang nantinya akan bertanggungjawab atas pendiriannya masing-masing di hadapan-Nya.

    Selamat berpuasa,juga!
    Tingkatkan terus ibadahnya ya,Ramadhan hanya sisa 10 hari lagi !

  29. saya ingin mengkomentari statement dari no.28 (Ti2k)

    hai bu,,,,

    anda membuat suatu pernyataan dengan satu buah surat At Taubah 82,,

    aduh si ibu ini,,,
    sebelumnya saya mntamaap dulu mngkomentari ibu Ti2k no:28,saya yg masih muda bukan brarti saya sok tua banget nasehatin yang tua,,,dan bukan brarti sayalah yg benar,,,
    (cuma mo kasih masukan aja,,,)

    kalau ibu ingin menyatakan/menjelaskan suatu hal/pendapat dengan mngambil/ngebahas suatu ayat/surat AL-QUR’AN jangan setengah” bu,,,jangan sepotong”,,,ujungnya/apa yg dimaksudkan ibu itu akan jadi rancu,,,
    apa maksudnya orang yang banyak ketawa itu adalah orang yg nonton tv ato apalah ngeliat ssuatu banyak hal yang lucu yg bisa ngebuat qta trus bnyak ktawa,,???
    ato hal yang bagaimana bu,,?? sehingga ibu bisa banget memasukkan/menghubungkan hal itu dengan
    surat At-Taubah 82,,

    anda liat lagi lah,,,anda liat dan dibaca dari ayat 1,,,,trus pahamin klo sbnernya surat At Taubah itu diperuntukkan/diceritakan untuk/kepada siapa sih,,,apa sih sbnernya pokok permasalahan ayat itu,,,

    jangan langsung loncat ke:82 bu,,,

  30. Mas Alma maaf saya kembali lagi…..

    sOLid_sNake………. Agar tidak rancu saya perlu memberi penjelasan.I don’t care dengan penonton TV yg. Suka terawa.

    Disini saya sedang mengunjungi blog “Almaokay’s” dan Suarat At Taubah Ayat 82 Itu tentu untuk mas Alma (pemilik Blog ini).
    Sebagai support dari saya karena dia telah menulis artikel yang bagus dan berani menegakkan kebenaran…………itu menurut pendapat saya . Terutama pada kalimat yang tertulis dibawah ini.
    …………..Terlebih di saat-saat sahur dimana umat Islam butuh sesuatu untuk menambah semangat dan keimanan mereka dalam menjalankan ibadah puasa.

    Saya belum pernah mendengar ada undang2 yang melarang seorang muslim mengajak muslim lainya untuk membaca ayat suci….walaupun itu Cuma 1 ( satu ) ayat.

    Tapi kalau itu anda anggap salah …Ok saya terima… karena kesalahan itu milik Bunda “Dorce eh Bunda Ti2k …… Dan kesempurnaan adalah milik Allah SWT.

    sOLid_sNake ……… saya akan merekomendasikan sebuah buku bernuansa Islami yang bisa anda baca sambil ngabuburit dibulan puasa yang penuh berkah, rahmat dan ampunan ini, sebagai ucapan terimakasih telah mengomentari komentar saya dan juga salam perkenalan melalui dunia maya ini…….berikut sebagian yang saya kutip special untuk anda .

    “Jika kamu merasa memiliki kelebihan,maka merasa beratlah untuk menyebut dan menampakkanya. Ketahuilah, apabila kelebihanmu Nampak dengan cara seperti itu, maka justru hati manusia akan menetapkan lebih banyak aibmu, ketimbang menetapkan kelebihanmu” (hal 7 )dikutip dari buku “ Menjadi Muslim Pandai Bergaul” Penulis : Muhammad bin Ibrahim al_hamd. Agar tidak “RANCU” silakan anda membacanya sendiri . Ada 160 halaman.

    Untuk mas Alma …apabila anda tidak bekenan dengan tulisan saya ini anda bisa menghapusnya….Saya menunggu artikel2 terbaru anda……. tetaplah berkarya ….dan tetaplah menjadi hamba Allah yang Sholeh dengan selalu mengingatNya.

    ( Allah berfirman : I am present when My sevant thinks of Me. If he remember Me inwardly I shall remember him inwardly, and if he remembers Me among people, I shall remember him among people who are better than they) Hadis Riwayat Imam Bukhori.

  31. ya… saya setuju sekali dengan pendapat anda tentang acara
    sahur yang ada distasiun TV. Semua Stasiun TV menampilkan
    acara lucu tapi ga lucu. lucunya hanya menyerempet soal fisik, banci dan sebagainya…

    Cuma dua acara TV yang bagus menurut saya yaitu PPT di SCTV dan
    Tafsir Al Misbah & Sukses Syariah di Metro TV. Acara ini memang
    mempunyai bobot tersendiri

  32. artikel anda patut diacungi jempol…kalau diadakan survey pasti banyak yang pro dengan artikel anda. 1/3 malam terakhir adalah
    waktu yg. sangat baik untuk memohonkan do’a kepada Allah Swt.
    Bagi yg tidak setuju dengan artikel acara sahur yg. ngawur sebaiknya bikin artikel sendiri dan tidak mengotori dng. komentar2 yg. tidak pas apabila dimuat dibulan ramadhan begini. Mudah2an th. depan acara seperti yg. sekarang ini sudah berubah. Kita do’akan yuk

  33. Sebetulnya sih ga setuju2 amat, karena kalo ga lucu kenapa orang2 bisa tertawa ?? Ya ‘kan ?

    Saya lebih ga suka sama sinetron sekarang, alur cerita monoton dan intinya selalu sama : rebutan harta warisan atau pacar. Coba kalo ceritanya rada fantasi dikit, penonton pasti nggak bosen. Tapi ya namanya selera orang, kita nggak bisa maksa sih . . .

  34. untuk ibu Ti2k,,

    Satu hal bahwa saya mengomentari anda bukan berarti saya melarang anda untuk menyampaikan satu ayat bu,,,gitu,,
    wah kalo saya sampe ada tujuan melarang seorang muslim untuk menyampaikan ayat”ALLAH,,, waduh,,, ngeri sekali,,, ngeri kena azab,,,

    saya kan dari awalnya sudah bilang bahwa saya mengkomentari bukan berarti sayalah yang benar,,,
    dan cuma ingin menyampaikan masukan bahwa apabila ingin menyampaikan satu ayat,,,ada baiknya,,,seblum qta sampaikan,,,ayat yang disampaikan itu jelas maksudnya (yang terkandung di dalam AL’QURAN) diperuntukkan oleh siapa,,,

    kalau pun saya ambil satu ayat,,,

    {Al Qiyaamah 16:
    Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.}

    oyah terimakasih atas masukan bukunya,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: