Why they said Caina instead of Cina in bahasa?


Masalah ini memang sudah santer dibicarakan orang-orang sejak news presenters Metro TV selalu melafalkan Cina sebagai caina beberapa tahun belakangan ini.

Dan hei,….kayaknya tren ini semakin mewabah saja.Sekarang bukan orang Metro TV saja yang bilang caina…caina….tapi TV-TV lain juga mulai latah.Apalagi TV-TV dimana ada mantan anak Metro yang pindah ke situ.Sebut aja RCTI dan TV one.

Wabah ini tak terkecuali juga mulai merambah ke TVRI yang notabene saluran pemerintah yang seharusnya jadi endorser dalam budaya berbahasa Indonesia yang baik dan benar.Apalagi saat ini TVRI jadi satu-satunya TV broadcaster Olimpiade Beijing 2008.Seakan ikut latah,setiap ada tayangan olimpiade si pembawa acara selalu menyebutkan kata-kata cina dengan caina.

Fenomena apakah ini?Benarkah penyebutan Cina harus menambahkan fonem ‘ai’ menjadi caina seperti pelafalan dalam bahasa Inggris?.

Kalau memang kita melafalkan Cina sebagai caina,mengapa tidak sekalian aja kita melafalkan Jepang sebagai jepen?atau Korea sebagai koria?atau sekalian Spanyol dengan spein?

Sebenarnya pelafalan caina sah-sah saja bila anda sedang berbahasa Inggris karena memang tulisannya China dan dibaca cay-na atau cai-na.Lah,tapi kalau sedang berbahasa Indonesia ada orang yang melafalkan cina dengan caina kok agak tampak bodoh dan aneh di mata saya.Seaneh kalau ada orang menyebut kompiyuter dan bukan komputer.🙄

Ada yang bilang penyebutan kata cina mengandung makna penghinaan dan pelecehan.Oh come on,penghinaan macam apa?.Kalau memang bertujuan untuk tidak menghina dan supaya lebih terdengar akrab bagi orang cina,lalu kenapa tidak sekalian kita menyebut Cina dalam bahasa aslinya yaitu Zhongguo (baca: cungkuo).Kok malah sok Inggris …caina….caina.

Mungkin alasan khawatir dianggap menghina inilah yang mendasari beberapa kelompok media bertingkah aneh dalam penyebutan kata cina.Kelompok Kompas memilih menulis China,orang-orang berita di TV-TV mulai ‘tuman‘ menyebut Caina,dan Jawa Pos yang dipimpin Dahlan Iskan (yang sering banget main ke Cina) selalu menyebut Tiongkok dalam berita-beritanya.

Saya bukan ahli bahasa,tapi dari apa yang saya pelajari dari pertama masuk SD ya Cina, c-i-ci,n-a-na dibaca Cina bukannya Caina.Kalau memang dibilang Cina mengandung unsur penghinaan (<-alasan gak masuk akal nih) dan diganti dengan China apakah kata ‘China’ sendiri sudah dibakukan dalam Bahasa Indonesia?

Setahu saya di Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan pusat bahasa tidak kita jumpai kata China.Yang ada hanyalah kata Cina.

So,kalau memang masih mau menghargai BANGSA SENDIRI maka ber-bahasa Indonesialah dengan baik dan benar dan mulai sekarang STOP menyebut Cina dengan caina !!!😈

Yang juga sedang bingung dengan fenomena ‘caina’ ini ;

Pisciotta.

Aman Fatha.

Rembulanfajar.

Newsanchoradmiror.

Simak juga pembahasan oleh ahli bahasa di sini.

* gambar diambil dari sini.(kaligrafi untuk kata 'cina' atau 'zhongguo')

16 Tanggapan

  1. wah, banyak juga yg memposting tulisan senada…. pertanda banyak yg concern dengan bahasa indonesia…
    *tepok tangan

    Kata Saya ; Ya kalau bukan kita sendiri lalu siapa lagi yang mau menjaga kelestarian bahasa Indonesia😀 (weh,retorikal sekali ya)
    Tapi yang bikin sebel adalah news presenter itu kan orang-orang pinter.mbok ya kalau berbahasa itu yang bener.mungkin mereka melafalkan cina sebagai caina supaya dibilang modern n looks smart.o’o believe me they dont.

  2. Kalo memang maunya pake pengucapan china, harusnya disesuaikan dgn bahasa indonesia, mungkin ditulisnya Chaina, Caina, Cayna, ato semacamnya kyk Philipine jadi Filipina, Cyprus jadi siprus, dll. Jgn ditulis China tapi dibaca “chaina”, kan ga sesuai ejaan. Ya ga??
    Saya juga bkin post kyk gni di blog saya

  3. @almaokay

    saya yakin pelafalan caina bukan semata-mata karena news presenternya… saya yakin itu adalah policy dari dewan redaksi….saya rasa mereka yg harus disalahkan…..

  4. tv jg menyesatkan🙂 jd tau saya ttg cina ini..

  5. Sampe2 gw pernah dengar orang di MetroTV yang ngomomg kurang lebih “Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri caina”. Sangat2 aneh😀

  6. Kalau diperhatikan, cuma Liputan6 SCTV lo yang ga ikut-ikutan latah ber-caina-ria. Kita tetap menyebutnya CINA. Karena memang policy kami jelas, tidak mau disetir oleh pihak mana pun soal redaksional berita. Menurut kabar yang saya dengar dalam sebuah seminar bahasa, itu semua berawal dari kedatangan sejumlah orang kedutaan cina ke sejumlah media (CMIIW), yang meminta agar cina jangan dibaca cina karena berkonotasi rasis (apa iya ya?) dan memberi kesan negatif.
    Mereka meminta supaya cina dibaca sesuai pengucapan dalam bahasa internasional alias bahasa inggris, yaitu china (caina).
    Waaah, kalau gitu ga akan ada lagi amerika serikat, tp united states of america. Dan aljazair juga hrs dibaca algeria?

    Komen Saya ; Wow ada orang Internasional desk-nya Liputan6 SCTV:mrgreen: .Terimakasih mbak Indreswari atas kunjungan dan komennya.Informasi anda sangat berharga lho…Oh ternyata memang ada “pesan sponsor” toh.Iya,saya pikir alasan rasis sama sekali gak berdasar dan sangat berlebihan.

  7. sudah jelas lah kalau dalam bahasa pengucapannya kan Cina! kalau pengucapannya Caina, maka berita seharusnya disampaikan dengan bahasanya cinttya laurrya saja…

  8. Mereka yang menggunakan bacaan Caina, itu merasakan bahwa bacaan Cina itu bacaan tidak baku, padahal mereka sudah amat sangat keliru.

  9. mungkin aja kebiasaan lah… kan sering ada news pake bahasa inggris juga tuh… jadi mungkin aja kagok…

    gak usahlah hal kyk begini dipermasalahkan… kalo emg mau pake bahasa indonesia yg baik dan benar dimulai dari diri kita sendiri ajaa…

    kalo kita ngebahas hal2 kecil kyk gini mlulu mah kapan mau majunya…

    skrg aja banyak org yg blg Grand Fainal… padahal bisa aja nyebutnya Grand Final… gak usah sok2 logat bahasa inggrisin…

    tpi yah mau diapain lg… emg dah kebawa budaya luar… udah susah… presiden aja kek gitu…

  10. Ternyata banyak yang kupingnya gatel denger kata Cina diucapkan Caina….

    Ah legaaa, aku bukan satu-satunya manusia yang ribut tentang hal itu🙂

  11. uhuhuhuu, lagi ketemu bahasan yang sama dan webname saya disebut2 hahahaha.

    emang kadang2 kalo dipikir2, senewen deh denger orang ngomong cina jadi caina. alasan menghina itu menurut gue bisa backlash kalo nggak dipakai dengan benar .jujur aja, menurut gue (pikiran gue juga suka beda ama orang laen) malah bikin pembedaan yang ga perlu.

    mari kita kembalikan bahasa indonesia yang baik dan benar.

  12. begini bung..sebetulnya tidak latah,karena ini bagian dari strategi pasar bagi cina, target merek adalah mengusai pasar dunia,salah satu cara untuk dikenal orang maka sebarkan budaya cina ,seperti perkenalkan bahasa cina,maka banyak kursus dimana-mana,barong sae ,seni cina lainnya, ini bagian untuk meninggkatkan kepercayaan dan perhatian. maka bangsa kita harus sadar lakukan yang sama dengan strategi mereka,sebarkan budaya kita keseluruh dunia(tentu yang baik baik.)utk merebut pehatian pasar dunia. tapi sayangnnya bangsa kita saat ini ,mendapat perhatiann dunia karena BOOM,RUSUH ,beRtengkar ANTAR SAUDARA, SEHINGGA WARNING DIMANA-MANA. GITU LOH……MARI KITA SADAR.

  13. ah emang dasar cina.
    ini sih pasti titipan dari salah satu orang WNI keturunan. mungkin dia nggak enak denger panggilan itu.
    jadi pada nyogok deh.

    padahal menurut EYD dan aturan2 perbahasaannya, seharusnya bahasa indonesia dilafalkan sesuai dengan tulisannya. cina ya dibaca cina bukannya caina.
    saya sangat menyesalkan emang, kalo emang kantor pemberitaan jurnalisitik yang seharunya ngerti banget ama tata bahasa malah kyk gini. masalahnya kalo emang mo go internasional, kenapa yg laen nggak dibaca sok2 asing gitu. kyk jepang dibaca japan dkk
    payah deh……

  14. hmmm. paham i dulu bung, kenapa panggilan cina meskipun tidak untuk paham menghina tp begitu sakit rasanya d hati. saya wni suku tionghoa.
    pemanggilan orang kulit hitam d usa sebagai nigee, meskioun bukan maksud menghina, tp bikin sakit hati orang kulit hitam.. bagi kita sih fine aja. mengapa? krn sejarah suku kata nige d gunakan untuk menghina.

    demikian juga cina.,, kata tersebut banyak dan sering d gunakan untuk menghina sejak jaman kolonial dulu, sejarah itu yg memhuat kita sebagai suku tionghoa d indonesia ketika mendengar sebutan cina begitu sakit

    • bung andry, sebetulnya kita tidak boleh merubah tata bahasa yang sudah baku karena alasan kesopanan atau yang lainnya. karena hal itu akan terlihat bodoh dan tidak konsisten.

      anda pernah melakukan percakapan dengan orang singapura? saya pernah! dan sumpah! bahasa Inggris yang digunakan oleh mitra kerja saya itu memiliki aksen dan intonasi yang paling aneh yang pernah saya dengar. Saya pikir, kenapa tidak memakai bahasa Inggris yang baku? dengan aksen dan intonasi yang biasa digunakan orang-orang di negara yang bahasa ibunya adalah bahasa Inggris? orang orang singapura ini tidak konsisten dalam menggunakan bahasa, mungkin mereka pikir kedengarannya keren dengan gaya mereka berbahasa inggris padahal mirip kaleng rombeng. Mereka jadi terkesan bodoh dan seperti tidak memiliki budaya asal.

      kalau anda punya teman dari berbagai macam suku di Indonesia ini maka pasti anda sering dengar celotehan yang.. kalau mau dianggap rasis, ya bisa jadi rasis. contoh teman saya yg betawi kalau bercanda dengan teman saya yang jawa, dia pasti sering bilang “eeehhh.. jawa!!” begitu juga dengan sebutannya ke saya “eeehh.. cina!!”

      bung andry, itu adalah bumbu pertemanan… kenapa jadi masalah?

      saya nggak pernah dengar teman saya yang batak atau yang jawa keberatan apabila mereka mendengar “ejekan” suku, tidak ada pula alasan anda menjadi risih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: