SKB 5 Menteri : Sabtu-Minggu masuk!


Minggu lalu pemerintah mengeluarkan kebijakan pergeseran hari libur bagi industri lewat SKB 5 Menteri.

Dengan dalih pengalihan beban listrik nasional,kalangan industri (di Jawa-Bali) diberi ‘keistimewaan’ untuk menggeser hari liburnya dari sabtu dan minggu menjadi hari lain (hari kerja biasa).

Industri disebut-sebut sebagai biang keladi defisit energi nasional karena menghabiskan lebih dari 38 persen jatah listrik nasional (7000 MW) jauh diatas pemakaian rumah tangga.Alasan lain adalah adanya daya listrik yang iddle (nganggur) di hari sabtu-minggu sebesar 1000~2000 MW.

Belum jelas yang dimaksud industri itu mencakup apa saja.Akan tetapi wacana yang ada selama ini lebih mengarah kepada industri manufaktur alias pabrik.

Bagi kalangan industri,baik pengusaha maupun karyawan (buruh) hal ini menimbulkan masalah baru.Salah satunya adalah belum adanya kesepakatan mengenai status hari sabtu & minggu sebagai hari yang di hitung overtime atau tidak.Beberapa LSM perburuhan masih memperjuangkan hal ini.Saran pemerintah agar kalangan industri membahas masalah ini secara internal lewat wadah bipartit/tripartit pun tampaknya tidak mudah untuk diwujudkan.Sementara rencana Menakertrans mengeluarkan surat edaran mengenai pengalihan jam kerja sabtu minggu yang tidak dihitung sebagai lembur akan ‘bertabrakan’ dengan PP 8/1981 yang menegaskan bahwa – bekerja pada hari sabtu dan minggu akan dihitung lembur.

Masalah ini pun bukan tidak mungkin akan merambat ke sektor lain,bukan hanya industri saja.Bea cukai sebagai instansi yang selama ini ‘dekat’ dengan dunia industri pasti akan terkena imbas juga.Gimana pabrik bisa ngekspor/ngimpor kalau bea cukainya tutup.Begitu juga dengan sistem administrasi pelabuhan dan perbankan yang harus siap melayanai kebutuhan industri yang tetap masuk pada hari sabtu dan minggu.

Bagi saya sendiri,keputusan SKB 5 menteri ini menunjukkan ketidakmampuan pemerintah untuk mengatasi krisis energi nasional.Bukannya mencari solusi yang langsung mengatasi pokok masalah,pemerintah malah ber’improvisasi’ mencari pemecahan yang berpotensi menimbulkan masalah baru.Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan pemerintah kita sampai menerbitkan peraturan seperti ini.Apakah mereka memang kebanyakan ide atau malah kehabisan ide?.Auk ah.

Sedangkan kondisi pembangkit yang kita punyai seringkali bermasalah dan tidak bisa menghasilkan output yang sebagaimana mestinya.Contohnya adalah PLTU Suralaya dan PLTU Cilacap yang sering ngadat.Entah karena biaya bahan bakarnya yang mahal atau memang karena ‘salah urus’.Seharusnya masalah-masalah seperti inilah yang menjadi fokus bagi pemerintah untuk dicari penyelesainnya bukannya membuat aturan yang ‘aneh’ dengan menggeser-geser hari libur.

Bagi sampean-sampean yang merasa sebagai orang yang mencari makan lewat dunia industri,bagaimanakah pendapat anda mengenai hal ini.Setujukah anda bila hari sabtu dan minggu tetap masuk sementara liburnya digeser ke hari lain?.

Kalau ada waktu,silahkan suarakan pendapat anda disini.

3 Tanggapan

  1. yup….pertamax…..

    banyak industri yang hari sabtu sudah masuk normal….kalo minggu masuk juga….gak lucu donk…..trus apa bedanya menggeser hari libur ke hari yang lain?? sama aja khan…nanti idle dayanya geser juga….ANEH…..

    Kata Saya yah maksudnya pemerintah itu,kan di sabtu minggu cuma pabrik-pabrik yang masuk.kantor-kantor kan enggak.jadi daya yang iddle di hari sabtu-minggu kepakai buat pabrik sedang di hari biasa bebannya bisa dikurangi karena pabrik-pabrik pada libur.begitu teorinya.lah kalau prakteknya??…..embuh🙂

  2. menurutku kalo acara tivi yang bagus2 di hari minggu di ganti juga ke hari libur industri trus semua pekerja termasuk pegawai negeri juga kerja sabtu minggu. ya….bagiku ndak masalah hehehehe alias sama aja ya bang alama ?

  3. Solusi ngawurrr…., yaa..maklum lah namanya juga para pejabatnya masih kaya orang pinter jadi belum pinter beneran. Jadi solusi terhadap masalah di Negeri ini kebanyakan menimbulkan potensi masalah baru. Hari kok digeser-geser…sabtu ya sabtuu..Jumat kliwon ya jumat kliwon. Kitu tah ceuk Amang mah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: