Kesurupan di pabrik


Dalam waktu kurang dari 10 hari di tempat kerja saya terjadi 3 kali kejadian kesurupan.Kejadian pertama terjadi hari rabu pekan lalu.Kejadian kedua dan ketiga terjadi hari Jum’at kemarin.Dua diantaranya menimpa orang yang sama.

Ella namanya,gadis berkerudung,berwajah manis,bertubuh mungil dengan gaya keseharian yang centil mengundang perhatian banyak orang pada rabu pekan lalu dengan teriakan-teriakan dan gerakan tubuh yang mengejang khas orang kesurupan.Matanya terpejam.kerudungnya sengaja dilepas beberapa rekannya untuk memberi ruang bagi kepalanya yang bergerak liar kesana-kemari.Beberapa orang berkerumun disekitarnya mencoba menenangkannya,memegang tangan,kaki,kepalanya.Ada yang membisikkan dan memperdengarkan lantunan ayat-ayat suci dari ponsel ke telinganya.Ada yang memijat ibu jari kakinya dan ada juga yang cuma melototinya melihatnya sebagai sedikit hiburan di tengah kesibukan kerja.

Ella yang sedang kerasukan pun menjerit-jerit dan merintih-rintih.”bareeeengg…….bareeeenggg….aku pengen bareeeeng…” itulah kata-kata aneh yang keluar dari mulut kecilnya sementara tangan,kaki dan kepalanya terus meronta-ronta terlebih lagi saat diperdengarkan lantunan ayat-ayat suci Al Qur’an baik dari ponsel maupun dari bisikan rekan-rekannya di telinganya.

Ustadz dari luar pabrik pun dipanggil untuk menyembuhkan Ella.Berbagai upaya dilakukan ustadz muda itu.Seperti ‘berdialog’ dengan makhluk yang menguasai jasad Ella,menotok aliran darah di sekujur tubuhnya hingga menepuk-nepuk punggung Ella agar makhluk itu keluar melalui tenggorokan Ella.

keluarlah kau dari jasad ini

Tidak ada kebaikan bagimu dalam jasad ini,ayo keluar

Begitulah si Ustadz berusaha mengusir setan yang merasuki Ella.Barulah sekitar pukul 15.30 Ella tersadar dalam kondisi fisik yang lemah.Praktis,Ella kesurupan selama hampir 4 jam!.Lumayan lama untuk ukuran orang yang kesurupan.Setelah sadar Ella pun dipersilahkan pulang.Tapi apakah semuanya sudah berakhir?ternyata belum.Sesampainya di rumah,sekitar pukul 20.00 Ella kembari kesurupan.ho..ho..ho.. berarti setannya emang pengen ‘bareng’ beneran.

Jum’at 27 Juni 2008

(09:00)

Beberapa orang tampak menggotong tubuh seorang operator yang pingsan menuju mushola.Tak lama kemudian terdengar suara jeritan dan rintihan yang melengking membuat orang-orang berhamburan ke mushola.Di tengah mushola tampak beberapa orang yang memegangi tubuh Siti Rodiyah.Kali ini jeritan-jeritan Siti lebih histeris dibandingkan dengan sewaktu Ella keusurupan minggu lalu.Saat diperdengarkan lantunan ayat-ayat suci Al Qur’an baik dari ponsel maupun dari bisikan rekan-rekannya di telinganya jeritan Siti semakin terdengar melengking dan menyayat hati membuat merinding siapa pun yang mendengarnya.

sakiiiiiiiiit….jangaaaan….panaaaaaaaaaasss……panaaaaaaassssss,paannnnnaaaaaaaaaaaaaaasss!!!!!“.

Beruntung,kurang dari satu jam Siti bisa tersadar kembali dan diperbolehkan pulang.

(16:45)

Sebelum pulang kerja saya sempatkan shalat Ashar terlebih dahulu.Sesaat memasuki mushola saya mendapati beberapa orang sedang berdiskusi di dalam mushola membahas masalah kesurupan ini termasuk seorang supervisor produksi yang membawahi operator-operator yang sering kesurupan itu.Baru saja saya bergabung dalam diskusi itu tiba-tiba ponsel si supervisor produksi berbunyi.

Halo”

“apa?ada yang kesurupan lagi?”

Ya udah bawa ke sini (mushola)

Tak berapa lama kemudian ada seorang operator yang digotong ke dalam musholla dengan suara merintih-rintih dan yang kesurupan kali ini lagi-lagi adalah si Ella.

Setelah menyelesaikan shalat Ashar saya langsung pulang dan tidak mengikuti perkembangan si Ella.

Kabarnya,malam itu juga pihak perusahaan mendatangkan ustadz untuk me-rukyah lingkungan pabrik.Cerita yang saya dengar dari seorang teman yang kebetulan mendampingi ustadz “ghostbuster” itu mengatakan bahwa jum’at malam itu si Ella mengalami 3 kali kesurupan dengan 3 jin yang berbeda.2 yang pertama adalah jin laki-laki dan yang terakhir adalah jin perempuan yang mengaku sudah berusia 1000 tahun.

Si ustadz,assistennya dan teman saya tadi juga sempat berjalan-jalan mengelilingi lokasi pabrik dan menurut si Ustadz memang ada beberapa lokasi yang ‘ditunggui’ makhluk-makhluk ghaib tersebut tapi pada dasarnya mereka tidak mengganggu selama tidak diganggu.Tempat-tempat yang menurut pengakuan si Ustadz menjadi kesukaan ‘makhluk-makhluk ghaib’ nongkrong antara lain toilet cewek di line/jalur/genba yang memang berreputasi jorok,ruangan factory manager yang memang ada patung dan lukisan ganecanya,dan office depan.Mungkinkah ini disebabkan karena jin-jin tersebut suka dengan bau hio yang dibakar oleh salah satu expat setiap paginya di office depan?wallahua’alam.

Ulah Jin atau emosi semata

Lalu sebenarnya apa sih kesurupan itu sendiri?ada yang bilang itu hanyalah faktor luapan emosi atau histeria semata.Menurut psikiater Prof. DR. Dr. H. Dadang Hawari, kesurupan sebetulnya merupakan gejala kejiwaan yang terjadi secara mendadak. “Dalam ilmu jiwa disebut reaksi disosiasi. Biasanya semua ini terjadi karena stres, jiwanya labil, dan yang bersangkutan tidak bisa lagi menahannya. “papar Dadang.

Hal itu tentunya bertentangan dengan pandangan islam mengenai kesurupan.

Saya sendiri terkadang setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa kesurupan itu berasal dari kondisi kejiwaan yang labil dan bermuara pada pelepasan emosi dan histeria yang tidak terkendali .Akan tetapi pada saat melihat orang yang sedang kesurupan di depan mata kepala sendiri saya berpikir pasti ada “sesuatu” yang menguasai orang tersebut.Bola mata yang terkadang melotot dan terbalik (hanya putihnya saja yang terlihat),gerakan-gerakan yang tidak wajar dan lebih kuat dari biasanya dan mengeluarkan suara-suara yang aneh seperti yang wanita berubah menjadi suara pria,gaguk,bahkan berbicara dalam bahasa yang tidak dikuasai oleh si korban kesurupan.

Untuk bahasa-bahasa asing dan aneh yang dikeluarkan oleh orang yang kesurupan dalam kekristenan dikenal dengan xenolalia dan glossolalia.Pada dasarnya bahasa-bahasa aneh itu muncul karena adanya campur tangan dari ‘something’ yang tidak kasat mata.

Satu lagi,kalau memang kesurupan ini hanya faktor stress dan emosi yang labil semata,bagaimana menjelaskan fenomena kesurupan pada pemain kuda lumping yang bisa makan beling dan bertingkah laku seperti celeng,kuda maupun hewan-hewan lainnya?atau pemain reog yang bisa membawa dadak merak yang beratnya hampir 50 kg hanya dengan bantuan giginya?.Apakah mereka dalam kondisi stress juga?belum tentu,yang jelas mereka melakukan aksinya dalam kondisi tidak sadar alias kesurupan.Pada akhir permainan mereka akan sadar dengan bantuan dari ‘pawang’nya.

Jadi pada akhirnya,tidaklah bijak apabila kita hanya meng-kambinghitam-kan masalah emosi dan kejiwaan semata dalam melihat hal ini.Kita harus melihat masalah ini secara seimbang antara sisi psikologi modern dan sisi spiritualisme/keagamaan bahwa memang ada campur tangan dari makhluk-makhluk yang tak kasat mata di sekitar kita.

Yang menurut saya harus dihindari adalah apabila upaya penyembuhan kesurupan tersebut mengarah pada tindakan-tindakan klenik dan sesat seperti menyediakan sesajen,memotong ayam cemani,menanam kepala kambing,sapi,kebo bule dan sebagainya dan sebagainya.
Cerita lain : kesurupan massal karyawan pabrik garment di Klari pertengahan bulan lalu.
*gambar diambil dari sini.

Satu Tanggapan

  1. Koq yang kesurupan temenmu sih mas.. napa bukan kamuu ??? kan kamu kan keturunan ‘mereka’ hahahahahaha.. Piss..😀

    Komen Saya ; Nens,orang yang kesurupan itu biasanya yang lemah imannya.nah kalau aku?..kamu bisa menyimpulkan sendiri lah.hah?..aku keturunane sopo????*pancen kok,ket mbiyen mangkelno arek iki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: