Dalang dan Menteri Sontoloyo versi Syamsir Siregar


2 Hari Lalu Saya melihat berita di TVone ; Kepala BIN, Syamsir Siregar menuding Demo anti kenaikan BBM di sekitar Gedung DPR dan di depan Unika Atma Jaya yang berakhir rusuh selasa 24 Juni 2008 lalu didalangi oleh FY.Dia juga mengatakan bahwa dia bertemu dengan FY sebulan lalu dan menurut pengakuannya,FY mengaku akan mengerahkan demo besar-besaran di gedung DPR dan akan berakhir rusuh.Masih menurut pengakuan Syamsir, FY bukan pejabat dan sekarang sudah kabur ke luar negeri.Bahkan kalau baca Jawapos Syamsir sudah tahu akan ada pembakaran terhadap mobil berplat merah.

”Ada rencana kendaraan berpelat nomor merah milik pemerintah menjadi sasaran pembakaran dalam unjuk rasa. Itu sebulan lalu dan ternyata pembakaran mobil tersebut terjadi sekarang,” ujarnya dalam rapat terbatas bidang politik dan keamanan di kantor Menko Polhukam, Jakarta, kemarin (25/6).

*sumber foto :Antara/Jefri Aries/mes/08

Hebat ya KaBIN kita? ..he..he.. * tersenyum sinis.

Bagi saya,kok aksi -tunjuk menunjuk dalang- oleh Syamsir sama sekali tidak bermanfaat dan hanya menambah keruh suasana.Saya sependapat dengan beberapa orang yang mempertanyakan maksud dari tindakan Syamsir bermain tunjuk-menunjuk dalang.Kalau memang sebulan lalu sudah mendapat pengakuan dari sesorang yang akan berbuat kerusuhan dan sudah tahu akan ada pembakaran terhadap mobil berplat merah kok dibiarkan saja.Sampai kerusuhan terjadi baru nunjuk dalangnya si A dalangnya si B.

Mungkin bisa dianalogikan secara lebih sederhana seperti ini ” Di kompleks perumahan sampean ada pencuri yang curhat ke satpam bahwa bulan depan dia akan mencuri di rumah si Fulan.Pada saat yang sudah ditentukan terjadilah pencurian di rumah si Fulan.Setelah pencurian terjadi barulah si satpam “nyanyi” bahwa dia tahu siapa pencurinya karena pencurinya sebulan lau sudah ngaku ke dia.”

Lah selama sebulan tuh si satpam ngapain aja.Toh dia sudah tahu kalau bulan depan si pencuri akan melakukan aksinya di rumah si Fulan.Bukannya melakukan tindakan antisipasi dan pencegahan eh malah cicing wae (bahasa sunda ; diam saja).Baru setelah terjadi pencurian baru deh treak-treak.Duh..gak habis pikir saya.

Masih soal tuduh menuduh,menurut berita dari detik.com KaBIN juga menyebut anggota DPR mengongkosi demo rusuh 24 Juni kemarin.Selain itu BIN juga menuduh mantan menteri Rizal Ramli dengan Komite Indonesia Bangkit-nya berada di belakang aksi demo anarkis 24 Juni 2008 lalu.

FY : Saya tak ikut dalangi Demo

Menurut berita dari koran tempo edisi 27 Juni 2008,FY a.k.a. Fery Yuliantono yang memang sedang berada di Guangzhou Cina dalam rangka mengahdiri acara All China Youth Federation dan bukan kabur seperti tuduhan KaBIN,mengatakan bahwa tidak benar dirinya mendalangi aksi demonstrasi yang berakhir rusuh 24 Juni kemarin.Untuk lebih jelasnya baca juga berita dari detik.com ini dan ini.Tapi pembelaan Ferry sia-sia.Malam ini juga dia ditangkap di Kuala Lumpur.

Menteri Sontoloyo

Masih belum puas tunjuk menunjuk dalang demo anarkis.KaBIN juga menuding menteri yang mendukung hakangket DPR mengenai kenaikan BBM sebagai “menteri Sontoloyo”.

“Itu kan nggak benar.Kalau dia rapat kabinet,sudah putus.Kok di luar ngomongnya lain.Sontoloyo.” (koran tempo 27 Juni 2008 )

“Untung bukan aku presidennya.Kalau aku presidennya,ciau!” (koran tempo 27 Juni 2008 )

Weleh-weleh KaBIN kita ini memang sedang senang-senangnya tuding menuding dan tuduh menuduh🙂.Bagi saya,Tuduhan KaBIN ini memperlihatkan ketidakdewasaan pemerintah dalam menangani masalah.Alih-alih mengatasai pokok permasalahnnya malah membelokkan masalah kepada kontroversi murahan seperti ini.Tidak salah kalau Gus Choir alias Effendy Choiry,Anggota komisi I DPR berbalik mengatakan bahwa KaBIN lah yang Sontoloyo.Bahkan anggota Komisi III DPR dari F-PKS mengatakan “intelejen kampungan!”.

Hmm..kayaknya saya setuju dengan beberapa pendapat terakhir.

2 Tanggapan

  1. Opung memberikan pernyataan tentang Dalang kerusuhan dalam forum resmi negara, trus dikejar wartawan yg pada awalnya diberi pengertian bahwa masalah tsb belum bisa dipublikasikan tapi para wartawan memang ngotot…and, so Opung memberikan pernyataan ysb berdasarkan informasi yang beliau pribadi…..so…..why must have opini miring…

    Komen Saya ;Bung Wardha,masalahnya bukan Syamsir yang terdesak wartawan kemudian membeberkan informasi itu.the point is,he got the infomation a month before the riot happens and he still keep the information with him.seharusnya kan,kalo memang sudah tahu sebulan sebelumnya bilang dong ke polisi,hey police here I got some infos please DO SOME PREVENTIVE ACTIONS.bukannya udah kejadian baru deh berkoar-koar.nggak salah sih,cuman nggak bener aja.i’ts SO not the intelligence way.

  2. Menurut pendapat saya kepala BIN (bukan Mr. Bin) kita ikut dong dalam persekongkolan itu. Sebab beliau mengetahui “peristiwa” itu tetapi tidak bertindak untuk melaporkannya kepada pihak yang berwajid. Maka secara tidak langsung beliau setuju.
    Hahahaha..dasar BIN,

    Komen Saya ; ya begitulah BIN kita.’kecolongan’ dulu baru ‘ngomong’ deh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: