Wanted:Tangkap Anggota AKKBB Berhadiah 100~150 juta!


Masih ingat dengan Insiden Monas 1 Juni 2008 lalu?

Pernah dengar kan bahwa sebenarnya massa AKKBB-lah yang memprovokasi lebih dulu dan massa AKKBB ada yang membawa senjata api?.Well,waktu ternyata mengungkap semuanya.Hari ini saya dan anda semua bisa melihat salah satu potret kejadian di Monas 1 Juni lalu.Pria berwajah sangar,bertopi merah,berkaos ketat putih menggunakan pita merah putih di lengan terlihat sedang mengancam anggota FPI dengan pistol ditangan.

Sayembara Berhadiah

Detik.com hari ini,senin 23 juni 2008 menurunkan berita mengenai prakarasa Forum Betawi Rembug (FBR) membuat sayembara bagi siapa saja yang bisa menangkap orang yang tertangkap kamera membawa senjata api dengan pita merah di lengan akan mendapat Rp.100 Juta dan khusus untuk polisi akan dapat Rp.150 juta.

Mungkin sampean-sampean ada yang tertarik dengan sayembara ini ?Silahkan berburu ya.Yang jelas di mata saya,siapapun orangnya,pria bertopi merah ini tidak lebih dari seorang pengecut.Kalau beberapa waktu lalu sebelum-Munaraman menyerahkan diri secara sukarela sesuai janjinya setelah SKB dikeluarkan-banyak yang bilang Munarman pengecut.Maka pria ini 1000 kali lebih pengecut!Buktinya sampai sekarang belum menampakkan batang hidungnya.Entah karena polisi belum mencarinya atau mungkin polisi malah menyembunyikannya?Wallahua’lam.

AKKBB sendiri membantah bahwa pria yang ada di foto itu adalah anggotanya.Tapi bagi saya itu hanya penyangkalan dari pihak AKKBB apalagi bila mengingat pihak AKKBB juga menunjukkan sikap nonkooperatif dengan enggan diperiksa POLDA.Pokoknya,somehow hati kecil saya mengatakaan dia anggota AKKBB.Kalau menurut anda semua, pria berpistol itu termasuk massa yang mana?…..tanyakan hati nurani sampean dhewe-dhewe lah.

Happy Hunting!

Update : nih orang udah ketangkep. Katanya sih pistol itu pistol mainan.Tapi sewaktu diminta sebagai barang bukti katanya pistolnya hilang.Halah…sandiwara apa lagi ini.

22 Tanggapan

  1. Akhirnya waktu mengungkap semuanya siapa yg benar dan siapa yg salah, benar kata pepatah bagaimana rapatnya bangkai ditutup dia akan ttp tercium jg, apakah pihak kepolisian akan tetap menutup mata dan menyalahkan masa FPI yg mereka anggap sbg teroris ? wallahu alam

  2. kereen, kayak pelem “survival the game”, btw, bisa nego ga nih, harga 100 juta itu hidup2 atau kepalanya doang..?😀
    astaghfirullah, emang ane pembunuh bayaran? ha..ha

    ..kalo bener terbukti tuh orang anggota polisi, wah makin jelas saja, jelas apanya yah?😀

  3. Pada ga nyadar yah itu gambar photoshop-an?

    Komen Saya; halah..halah mas hare gene kok masih gak tau yang mana potosop mana bukan.apa mesti berguru ke Roy Suryo dulu.

  4. Mas kalau edit photoq ke tempat saya, masak photoq kayak gitu di pajang, malu-malui ah. Klo ngedit photoq tuh yang rapi.

  5. wah penulis terlalu tendensius dengan membuat kesimpulan sendiri…

    Komen Saya; tendensius gimana?saya hanya menyampaikan apa yang menjadi opini saya.saya gak maksa orang untuk berpikir sama dengan saya kok .Intinya kebebasan berkeyakinan bukan hanya milik AKKBB yang punya embel-embel “kebebasan berkeyakinan” and bla..bla..bla…Saya,sampean atau siapa saja kan boleh mempunyai keyakinan akan sesuatu bahwa -yang benar tuh yang ini ,yang salah tuh yang ini.ya nggak?dan keyakinan saya emang yang pegang pistol itu emang anggota AKKBB dan memang keyakinan saya terbukti kok mas.baca deh koran tempo edisi 25 Juni 2008.

  6. ada yg bilang itu hasil SoTo-sYop, ada yg bilang tendensius, aq mo bilang apa ya?
    jangan2 itu pistul2an, kek geretan gt low !
    jangan2 itu pistul beneran…
    jangan2 itu pistul2an pake soTosYop…
    jangan2 itu pistulnya beneran, orangnya yg orang2an…
    auk ah gelap…
    tenggelamin aja lah pulau2 yg kisruh, kek pulau jawa, maluku…

  7. Jadi yang mukul-mukul orang sampai berdarah-darah di Monas kemarin itu AKKBB ?😕

  8. wah mau ikutan dunk…..

    mas penulis ikut sayembara ini ga???🙂

    emang semua yang kebohongan akan terungkap dengan sendirinya…

    salam knal…Q faiz

  9. salam kenal mas..

    seharusnya sayembara ini melecut polisi. masa ampe dibonusin 150 juta untuk nangkep ini provokator..

    btw, kalau akkbb ngelak. itu kan ada bukti nyata. pita merah putih. foto pun punya makna, bukan kata saja.

  10. Lho itu bukan palsu kok, orang tuh kan anggota polisi Tangerang yang lagi anterin anaknya ikut demo akk-bb. Makanya ikutin beritanya! Orangnya dah ketangkep.

  11. Lho itu bukan palsu kok, orang tuh kan anggota polisi Tangerang yang lagi anterin anaknya ikut demo akk-bb. Makanya ikutin beritanya! Orangnya dah ketangkep.Nah tinggal Polisi, mau gak ngusutnya

  12. bagus!!
    kalo ada yg bisa nangkep, skaligus peringatan (baca:penghinaan) keras buat polisi
    sok tangkep…

  13. setelah di umumkan ada hadiahnya, selasa lalu, 24 Juni 2008, polisi berhasil menangkapnya…polisi-polisi, aparatur rakyat, atau pemburu hadiah?????………..

  14. Betul, semoga kebenaran akan segera terkuak…

    Kita sudah bosan melihat kemunafikan ada dimana2..

  15. Hahahaha….lucu. Memang negara Indonesia udah dipenuhi orang-orang “lucu”. Masa ada yang bilang pita merah udah bukti nyata, wong pita merah bisa didapat dimana aja. Katanya yang di Photo itu pasti anggota AKKBB…siapa yang bisa pastikan, sebelum pengadilan memberi kepastian, tentu berdasar bukti-bukti yang sah. Banyak orang Indonesia yang pintar main drama (gaya kampung). Tapi yang pasti untuk saya, pelaku kekerasan di Monas itu harus diadili, entah mereka diprovokasi atau tidak, kekerasan tetap melawan hukum dan kekerasan tak ada tempatnya di dunia dan di surga.

    Komen Saya;Bung Darwin,penalaran bahwa pita merah bisa didapat di mana saja tidak bisa dijadikan penyangkalan.kalau seperti itu,pihak yang berlawanan dengan anda juga mungkin akan berkata bahwa-yang melakukan kekerasan di Monas bukan FPI karena atribut yang dikenakan FPI seperti baju,celana,peci,tongkat kayu dan sorban( kifayeh) juga bisa di dapat dimana-mana.Di tanah abang juga banyak.Apalagi sekarang kifayeh juga sedang ngetrend siapa saja boleh dan bisa memakainya.Masalah ini jangan dibelokkan dengan tema-mudahnya mendapat pita merah-.Ini adalah bentuk halus dari penyangkalan.Penyangkalan semacam itu saya rasa adalah bentuk tindakan melarikan diri dari masalah.Sama halnya dengan apa yang terjadi dengan berbagai kelompok-kelompok di tengah masyarakat kita.Apabila ada seseorang anggotanya yang terlibat sesuatu masalah maka mereka ramai-ramai melarikan diri dan berkata ah itu kan hanya- ‘oknum’.Realitanya di hari minggu 1 Juni 2008 di Monas kemarin itu ada 2 kelompok massa yang masing-masing mempunyai atribut-atribut yang anak kecil saja bisa membedakan.Dan memang polemik pita merah itu sudah ‘basi’ dan tidak relefan karena fakta mengatakan memang pria yang memegang pistol itu adalah massa AKKBB-yang ternyata juga anggota Ahmadiyah.Jadi kalau bung Darwin masih bertanya siapa yang bisa memastikan,silahkan baca Koran tempo edisi hari rabu kemarin.
    Saya setuju dengan Bung Darwin bahwa pelaku kekerasan harus diadili tapi bukan hanya yang terjadi di Monas kan bung?iya nggak?di Unas juga ada kekerasan kan?di alas tlogo-pasuruan 2007 juga ada kekerasan kan?tanjung priok 1984 juga ada kekerasan,di Talang Sari-Lampung 1989 juga ada kekerasan.Saya setuju ada tindakan hukum tapi jangan ada sikap pilih-pilih.
    Wah kalau dibilang kekerasan tidak punya tempat di surga kok rasanya terlalu berlebihan.Kasihan dong para pahlawan yang berperang dan berjuang mati-matian melawan penjajah Belanda.Tjut Nyak Dien dan Teuku Umar dengan rencongnya,Sultan Hasannudin dengan badiknya,Pattimura dengan parang salawaku-nya,Diponegoro,Imam Bonjol,Sisingamagaraja sampai era Jenderal Sudirman dan para pahlawan Nasional lainnya berperang mengangkat senjata melawan Belanda yang mana bagi Belanda hal itu pastinya merupakan tindakaan kekerasan.So apakah tidak ada tempat bagi mereka-para pahlawan kita di surga?
    Tidak selamanya kekerasan itu salah dan tidak selamanya damai itu benar.Kekerasan harus dilihat dari konteksnya masing-masing.Kalau misalanya saya memukul dan menganiaya copet yang-ketahuan mengambil dompet saya- hingga berdarah-darah apakah itu termasuk kekerasan?Dan apakah saya salah?

  16. Saya kira Kita perlu mengerti arti “kekerasan”. Kekerasan sangat berbeda dengan “perjuangan”, bahkan hampir sangat bertolak belakang. Kalau mau bisa baca kamus yang bermutu.

    Lalu soal seorang yang berpita merah, yang mengancungkan pistol, saya baca di kompas dia diundang oleh orang Ahmadyah dan ia mengacungkan pistol karena anak dan istrinya terancam oleh orang yang melakukan kekerasan dan bukan “perjuangan”.

    Tjut Nyak Dien (dan semua pahlawan) berjuang dan bukan pelaku kekerasan. Anda mungkin baik juga membaca definisi “perang adil” yang disetujui oleh dunia. Di Monas itu yang terjadi menurut hemat saya adalah tindakan semena-mena sekelompok orang terhadap orang lain (termasuk wanita dan petugas medis). Tindakan semena-mena ini yang kita namai kekerasan dan ini yang tak punya tempat di surga dan tak punya tempat di dunia orang-orang yang beradab dan berbudaya.

    Komen Saya ;Soal ‘kekerasan’ atau ‘perjuangan’ saya rasa semua orang boleh punya definisi masing-masing termasuk sampean.Mungkin bagi anda ‘kekerasan’ tapi bagi orang lain itu adalah ‘perjuangan’.

  17. Saya setuju sekali bahwa semua tindakan kekerasan melawan hukum harus diadili tanpa pandang bulu. Hanya komentar saya kemarin lebih terpokus pada kekerasan di Monas, karena itu yang menjadi topik. Saya tak suka mencampur aduk banyak hal. Kita harus menempatkan segala sesuatu dalam konteksnya.

  18. akhirnya..kekerasan tidak boleh ada tempat dimuka bumi ini..yg megang pistol itu polisi melindungi keluarganya dari massa yg beringgas..
    siapa benar ato salah bukan dari apa yg diperjuangkannya..karna pasti sama2 merasa benar dan mereka benar menurut pandangan sendiri..tapi yg pasti pelaku kekerasan adalah PENJAHAT!!

  19. kalau nangkap FPI ama FBR hadiahnya berapa ratus juta yagh?
    satu ajagh ni organisasi
    ah berita lama, kok saya komen juga
    haha

  20. waduh dah ketangkep ya….. alhamdulillah deh..

  21. waduh2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: