Ali Sadikin : Jakarta’s Remarkable Leader


Ali Sadikin 7 Juli 1927 ~ 20 Mei 2008

Semoga Amal dan ibadahnya diterima Allah SWT”

‘Orang besar’ pengaruhnya terkadang bisa melewati batasan jarak dan waktu.Begitu juga dengan Ali Sadikin.Walaupun akhir masa jabatannya sebagai gubernur DKI(tahun 1977) terjadi jauh sebelum saya lahir akan tetapi pengaruh dan ketokohannya sampai juga ke telinga saya yang bahkan tidak tinggal di Jakarta.

Berbagai Informasi yang masuk ke memori saya semenjak saya kecil hingga saat ini sedikit banyak mempengaruhi penilaian saya terhadap Bang Ali.Saya mendapat kesan Ali Sadikin adalah tokoh yang visioner,tegas,dekat dengan rakyat dan memang mampu membangun Jakarta tidak cuma ‘omong doang’ seperti para penerusnya.Sampai saat ini saya menilai belum ada yang bisa menyamai prestasi dan kehebatan sepak terjangnya dalam memimpin Jakarta.Tidak juga oleh Sutiyoso yang proyek Busway-nya sampai saat ini masih meninggalkan masalah apalagi oleh Fauzi Bowo yang jadi gubernur karena ngandelin kumisnya doang.Gak percaya?lah kan kemarin di kampanyenya ada slogan “coblos yang ada kumisnya”,ingat kan?

Kembali Ke Ali Sadikin,berikut ini sepak terjangnya selama menjabat Gubernur DKI Jakarta dari 1966 ~1977 yang saya himpun dari Koran Tempo edisi 21 Mei 2008 dan sumber-sumber lainnya ;
  • Makan di Warung pinggir jalan,bahkan turun tangan sendiri menangkap pencopet bus kota.Gubernur sekarang mana ada yang mau nyempetin naik bus kota .Yang ada malah kemana-mana minta di kawal konvoi berpuluh-puluh kendaraan yang tidak jarang malah bikin macet jalan.
  • Ia memperlebar dan mempermulus jalan,membuat halte dan terminal dan mendatangkan bus-bus kota dan merencanakna rute dan trayek bus kota .
  • Ratusan tempat ibadah direnovasi.
  • Membuat kontroversi dengan melegalkan judi dan melokalisasi pelacuran.Dalam konsepnya hanya non muslim yang boleh datang ke tempat judi (Muslim tidak boleh).Tapi dalam prakteknya hal ini tidak berjalan dengan baik.Menurut saya ini minus point dari Bang Ali.Khusus mengenai kebijakan judi dan pelacuran ini saya tidak setuju dengan Bang Ali.
  • Pernah mengejar,menghentikan kemudian menempeleng sopir truk yang ugal-ugalan/tidak tertib lalu-lintas di jalan dan kemudian menasehatinya.
  • Pernah ngelabrak menteri pendidikan karena tidak biasa menyediakan guru bagi sekolah yang ia bangun.Sekolah-sekolah Favorit di Jakarta saat ini tak sedikit yang merupakaan peninggalan Bang Ali.
  • Ia menertibkan tukang becak.Becak dilarang masuk kawasan tertentu.
  • Tata Ruang diatur,tertib hukum ditegakkan.maka jadilah Jakarta yang hijau dan rapi.
  • Saat dia mulai menjabat kas pemerintah DKI Jakarta hanya tersisa Rp. 66 juta.Namun pada masa akhir jabatannya sebagai gubernur (1977) kas pemerintah DKI Jakarta melejit tak terbendung menjadi Rp. 16 Miliar.Hanya 10 tahun,duit ngumpul hampir 243 kali kas awal.!!!
  • Membuat visi atau rencana jangka panjang “Jakarta 1975 ~ 2000” yang membuat Jakarta menjadi kota metropolitan seperti saat ini.
  • Ikut mencanangkan pendirian Taman Mini Indonesia Indah.Walaupun sebagian kalangan menganggap TMII adalah proyek Ibu Tien.
  • Pelestarian budaya Betawi di kawasan Condet.Termasuk menghidupkan kembali budaya betawi seperti ondel-ondel,kerak telor,Lenong dsb.Padahal beliau adalah orang sunda dan bukanlah putra asli betawi.
  • Membangun kota satelit Pluit di Jakarta Utara.
  • Menyelengggrakan Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang masih eksis hingga sekarang.
  • Membangun proyek Senen.
  • Membangun Taman Ismail Marzuki (TIM)
  • Membuat Taman Monas.Sebelumnya lahan di sekeliling Monas hanya sebidang lapangan yang tidak terurus.
  • Membangun kebun binatang Ragunan.
  • Dan yang paling banyak diingat orang hingga sekarang adalah pembangunan Taman Impian Jaya Ancol lengkap dengan Dufan di dalamnya.Hingga sekarang pun Ancol masih jadi favorit warga Jakarta untuk berwisata.
Sebagai gubernur yang hanya menjabat dalam 2 periode kepemimpinan,Ali Sadikin meninggalkan banyak sekali warisan bagi generasi saat ini dan yang akan datang.Obviously,Indonesia need more leaders like him.
* Saya dengan background monumen Ancol.Minggu,11 Mei 2008.

Satu Tanggapan

  1. saya adalah pengagum beliau…
    Jakarta dan Indonesia membutuhkan karakter Ali Sadikin untuk dapat BERUBAH.
    semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah swt..amiin
    Salam kenal bro..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: