Casting Film Laskar Pelangi :Halah,Kok Dia Lagi?


Senin Pagi 26 Mei 2008 kemarin secara gak sengaja saya baca koran ‘warta kota‘ yang dibawa teman sekantor.Di halaman terakhir ada berita tentang press briefing suting film laskar pelangi.Sebelumnya saya sempat berfikir,kira-kira siapa yang pantas memerankan tokoh-tokoh di laskar pelangi yang begitu ‘membumi’ ya?.

Walaupun saya jarang sekali nonton film (Setahun bisa hanya sekali he..he..he ) akan tetapi untuk laskar pelangi ,saya termasuk yang menantikan kehadirannya.Dari berita di koran itu juga saya tahu bahwa salah satu tokoh sentral,Ibunda guru Muslimah atau Bu Mus akan diperankan oleh Cut mini.Anggota Laskar pelangi plus A ling akan diperankan oleh 12 anak asli Belitong (Alhamdulillah…such a good news)!!.Selain itu ada beberapa banyak aktor dan aktris senior yang mendukung film ini yang menurut saya beberapa diantaranya berpotensi merusak ‘suasana’.Berikut ini komen saya terhadap cast film laskar pelangi yang katanya mulai proses syuting tanggal 25 Mei 2008 kemarin :

  • 12 anak asli Belitong sbg laskar pelangi ;Kabar bagus.Dari awal banyak yang berharap jangan sampai anggota laskar pelangi diperankan oleh anak-anak Jakarta yang tampangnya teramat sangat sering nongol di sinetron Indonesia.
  • Ikranegara sbg ?? ; Gak Kenal.
  • Teuku Rifnu Wikana sbg ?? ; Gak Kenal.
  • Ario Bayu sbg Lintang dewasa ; Gak kenal,he’s better to be darked skin,curly hair and skinny.Just like -book version- was.
  • Alex Komang sbg Bapak Lintang ;untuk memerankan bapaknya Lintang,Alex Komang kurang kurus,kurang hitam dan kurang kumuh.
  • Mathias Muchus sbg ?? ; Semoga ikutnya dia bukan karena dia adalah suami dari Mira Lesmana-the producer.
  • Cut Mini sbg Bu Mus ;masih dimaafkan lah walaupun sebenarnya Cut Mini terlalu cantik dan terlalu ‘kota’ untuk jadi Bu Mus yang sederhana dan bersahaja.Tampang Cut Mini kurang menggambarkan Bu Guru yang upah mengajarnya HANYA dibayar dengan 15 kg beras !.
  • Slamet Rahardjo sbg Pak Zulkarnaen ; Aneh,padahal di novel tidak ditemui tokoh pak Zulkarnaen.Untuk Slamet Rahardjo not bad lah.Saya lebih suka Slamet Rahardjo jadi Pak Harfan (Kepala Sekolah) yang berjenggot lebat dan bersemangat dalam menceritakan sejarah perjuangan Rasul dan para sahabat serta teladan dalam Islam.
  • Jajang C. Noer sbg ?? ; akting Jajang lumayan OK.Tebakan saya Jajang akan jadi guru sekolah PN yang keras dan judes.
  • Robbie Tumewu sbg Bapak A Ling ; Oalah,Kayak gak ada -tampang tionghoa- yang lainnya saja.Sebagai A Miau,yang punya toko kelontong berbau tengik Robbie kurang gendut,kurang kotor,terlalu feminin dan kurang galak.
  • Lukman Sardi sbg Ikal dewasa ; Gak pernah nonton filmnya Lukman Sardi.Tapi seingat saya orang satu ini sering banget main film.Jadi kemungkinan sedikit banyak akan mengganggu chemistry laskar pelangi.Tampangnya pasaran,begitulah istilahnya kira-kira.
  • Rieke Diah Pitaloka sbg ?? ; Aktivis yang liberal dan keras kepala ini cocoknya dapat peran antagonis saja.Bahkan dalam salah satu forum yang membahas hal ini Rieke diusulkan memerankan gedung sekolah yang reot atau sebatang pohon tua saja.ha..ha..ha…….it’s worth enough for her.
  • And the last but not least,Tora Sudiro !!!! sbg guru sekolah PN ,Hwarakadah!!,halah..halaaah..lha kok orang ini ikutan juga.tobhat…tobhaat!Tora maning Tora maning.semoga penonton tidak bingung ; ” nih lagi nonton extravaganza apa Laskar pelangi ya? “

Semoga beberapa nama yang saya sebutkan terakhir tidak merusak ‘suasana’ seperti yang ditakutkan banyak orang.Well,semoga film laskar pelangi bisa menjadi karya anak bangsa yang mencerahkan.

btw, ini sekelumit cerita menarik suting laskar pelangi .

*untuk teman-teman yang mau mereview film laskar pelangi silahkan komentar di postingan yang INI.

92 Tanggapan

  1. hahahaha saya juga kaget tahu Tora ikutan disini. Jadi guru lagi…hahahaha semoga aktingnya bener bener bagus. Slamet Raharjo setuju banget jadi pak Harfan bukan Zulkarnaen.

    Komen Saya;Tapi ada juga yang bilang si Tora lah yang jadi Pak Harfan.o’oh Pak Harfan bertato?Come On!Tapi yang bikin saya agak mikir juga,malam minggu kemarin saya lihat extravaganza si Tora mulai manjangin jambang dan jenggotnya.Nah loh?beneran jadi Pak Harfan kah?

  2. dengan cast seperti di atas saya jamin filmnya akan terasa kaku, coba castingnya di iklankan di tv pasti saya mau ikut casting juga he..5x
    Komen Saya;Mungkin untuk laskar pelangi kesempatannya sudah tertutup.tapi film ketika cinta bertasbih lagi audisi tuh.Coba aja.

  3. Loe tuh sinis banget YA..sama sekali gak mencerminkan orang yg udah baca laskar pelangi. Harusnya loe tau dong yang namanya novel dan film itu bedanya 180 derajat. ya jangan loe samain. btw loe ngikutin perkembangannya andrea hirata gak siy? Dia aja yg punya cerita udah bilang bahwa novel dan film laskar pelangi tuh bakal beda..dan dia jg gak ada masalah dengan para pemeran dewasa di film ini..
    Lagian loe gak usah kebanyakan komentar deh kalo gak pernah nonton film. Film2 Lukman Sardi aja loe gak ada yang tau..
    Klo loe gak setuju sama semua pemeran dewasa di Laskar Pelangi The movie ini, yaudah gak usah ditonton and bikin aja film sendiri terus sekalian aja pemeran Ikalnya loe sendiri. gwe jamin film loe gak bakal ada yg nonton alias GAK LAKU!!!

    Komen Saya;duuuh..segitunya.memangnya orang yang udah baca laskar pelangi harus bagaimana sih mbak?.Saya memang sudah membaca laskar pelangi tapi apakah hal itu harus membuat saya tidak boleh menyampaikan pendapat saya?Apakah saya harus selalu fanatik buta sama Andrea?Kalau memang pendapat saya berbeda dengan Andrea,so what?Saya nggak bilang lho kalau saya gak tahu film-filmnya Lukman Sardi.Saya hanya bilang saya gak pernah nonton filmnya.Saya tahu kok kalau Lukman main di Gie,Jakarta Undercover,Berbagi suami,9 naga,Pesan dari surga,Quickie express,Kawin kontrak,Nagabonar jadi 2,dll.Saya juga gak bilang kalau saya gak setuju sama semua pemeran dewasa.Saya hanya menyayangkan kehadiran aktor-aktor yang over rated dan terlalu sering muncul seperti Lukman dan Tora.Mbak minchik yang baik,logika berfikir anda kok lucu ya?begini deh mbak,misalnya suatu waktu anda beli nasi goreng atau apapun di restoran kemudian rasanya tidak enak apakah setelah itu anda harus mendirikan restoran sendiri,anda yang masak sendiri,anda yang menghidangkan sendiri?.Logika berfikir seperti itu tidak bisa diterapkan apabila kita memang tidak suka sesuatu.Lalu bagaimana apabila anda tidak suka dengan dunia ini?mau bikin dunia sendiri?weew,hebat dong.
    Anda menilai saya sinis?sebaiknya anda harus baca kembali tulisan saya baik-baik sebelum berkomentar dengan emosional.Di bagian terakhir bukannya saya masih menaruh harapan “Semoga beberapa nama yang saya sebutkan terakhir tidak merusak ’suasana’ seperti yang ditakutkan banyak orang.Well,semoga film laskar pelangi bisa menjadi karya anak bangsa yang mencerahkan.”See,saya masih berharap kok film LP ini akan bisa jadi karya anak bangsa yang berbobot.

  4. apaan siy ini kok pada ngeributin film laskar pelangi..emangnya itu film apaan siy? kayaknya belom ada di bioskop dah…
    kok yang maen tora sudiro siy? bukannya aming?mas almaokay jgn tersinggung dong kalo ada yg mengungkapkan pendapat.ya memang sih pendapatnya rada2 galak.tapi kan mas sendiri yg bikin blog untuk diberikan komentar. jadi ya terima ajalah setiap komen yang masuk. anggaplah sebagai kritik yg membangun.
    btw mas masih single gak? fotonya lumayan

    Komen Saya ; film laskar pelangi itu film yang diangkat dari novel laris karya Andrea Hirata.Di postingan saya sebelumnya saya juga sempat mereview novelnya kok.Masak gak tau sih mbak,selama ini kemana aja?.Filmnya sendiri masih dalam tahap produksi di Belitung.Saya gak tersinggung kok mbak.waduh pertanyaan yang terakhir jawabannya ada di postingan awal saya tuh.fotonya lumayan?lumayan ancur maksudnya?

  5. Yang paling gw setujuin adalah Rieke Diah Pitaloka jadi gedung sekolah yang reot, tua. Setuju banget gw. ha.. ha.. ha..
    Tambahan……. Rieke Diah Pitaloka cocok berteman dengan Gus Dur. (sorry keluar jalur)
    Laskar Pelangi adalah novel terbaik. benar-benar penggugah jiwa, so jika difilmkan pemainnya jangan yang bisa mengganggu imajinasi penontonnya. Betul?

    Komen Saya ; betul,setuju banget kang.

  6. kemaren pada datang,ng’diacara bedah buku laskar pelangi di jakarta book fair.Disitu diliatin slide show foto2 adegan filmnya…Mulai dari waktu mereka karnaval,cerdas cermat,Juga diliatin para laskar pelangi.Di bedah buku malam tadi andrea menjanjikan bahwa filmnya dijamin bagus.Mungkin udah banyak yang tw,yang jadi bu mus:cut mini,Pak harfan:Slamet raharjo,tora sudiro:guru sekolah PN yang sinis banget sama lintang waktu cerdas cermat(kl ng’salah pak zulkarnaen),ikal dewasa:lukman sardi,Rieke.d.p:ibunya ikal,mathis muchus:ayahnya ikal.Udah ng’sabar mw nonton filmya.

    Komen Saya ; hem…makin banyak aja yang penasaran ama pelem ini.terbukti postingan ini hit-nya paling tinggi dibandingin postingan saya yang lain.🙂 tapi satu lagi harapan saya,semoga soundtrack & music score-nya digarap secara serius dan jangan sampe deh -sekali lagi- jangan sampe deh ya…dikasih ke melly & anto hoed(AADC,Eiffel…,Apakah Artinya Cinta,Tentang dia,Heart,Love is Cinta,Buterfly,AAC) apalagi kalau dinyanyikan pula oleh rossa.oh what a nightmare *puke!

  7. Soundtrack? hmmmmmmmm….. siapa ya?
    Warna vokal, balada. Iwan Fals (gw fans setianya)
    Atau…….. Dewa? hmmmmmmmmm……… ah ga taulah yang pasti gw tggu selaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaalu.

  8. soundtracknya digarap sama Aksan Syuman alias Wong Aksan. Gue liat foto2nya pas lagi syuting di belitung buat ngerasain feling buat musiknya

  9. Uppppsss, sori ding. Bukan soundtrack tapi musical direction, mungkin sekalian bareng garap OST juga sekalian kali?
    Saya sendiri orang belitong (lahir, besar, sekolah sampe SMA di belitong), walau udah lumayan lama gak balik kampung. Benar2 rindu sama kampung halaman setelah baca laskar pelangi dan lanjutannya serta jadi inget masa kecil di kampung dulu.
    Setelah baca beberapa review tentang film laskar pelangi, saya sangat berharap filmnya memberikan semangat yang sama dengan bukunya, walaupun ceritanya tidak harus persis sama.

  10. knapa harus tora sudiro? ampuuuuuuuuuuun.. gw jadi males liat pelem ini. bye bye laskar pelangi

  11. rame banget di sini..
    Laskar Pelangi- film paling ditunggu tahun 2008.
    music scorenya dibikin sm Titi& Aksan Syuman, pasangan suami istri.gw ga tau musik mereka kaya apa, jadi nunggu aja lah..
    comment bwt post di atas, asik juga ngebaca tulisan km..tapi namanya cast kan ga bisa dilihat dari fisik aja sm peran di film. gw jg berharap sama, aktor-aktor yang udah dikenal tadi bisa total meranin karakter.justru tora cs tuh beruntung banget bisa dapat kesempatan gabung dalam proyek film dengan naskah sehebat Laskar Pelangi ini.Kalo sampai mereka ga asik aktingnya…kita jewer rame-rame aja kali..ha..ha..

  12. Ada yang tw ng’filmnya rilis kapan? Kabar yang kudengar Rilisnya Bulan oktober,abis Lebaran.Tapi kemaren di Acara Kick andy offair di Makasar,Andrea bilang tanggal 23 September.Ada yang tw ng’pastinya kapan?
    Mungkin kita harus banyak bersabar bwt nunggu novel Maryamah Karpov.Kabarnya akan di launching saat film laskar pelangi udah ng’lagi tayang di Bioskop bukan bersamaan dengan premier film LP.

  13. Pendapatnya tentang rieke setuju.itu artis sok pembela demokratis.heh…,g setuju bgt jd ibunya ikal.tapi …., ya tetep nonton filmya soalnya novelnya bgs.mdh2an filmnya bisa sehebat novelnya

  14. tora ? wah dia kan pria bertato….
    kok jadi guru seh ?
    mau ngajar apaan ya ?

  15. mas almokay yang baik,

    Saya salah satu kru di film ini. Soal casting, saya juga sempat meragukan. Tapi setelah melihat langsung bgmn tokoh2 ini bermain dan berakting di film itu, saya yakin mereka gak akan merusak suasana.

    Ikranegara adalah seorang tokoh teater dan bintang film lama. Setelah lama di amerika dan sukses dengan pementasan2 di sana, memang ia jarang lagi muncul di film2 indonesia. Tapi jelas, ia cocok sekali memerankan Pak Harfan. Sedangkan Slamet Raharjo tidak sebagai pak Harfan semata2 karena Slamet terlalu terlihat angkuh, baik di dunia akting dan dunia nyata. Aktingnya luar biasa, namun tetap berkesan ‘megah’ (kalau anda tahu maksud saya). Agak kurang cocok dengan karakter pak Harfan yang sangat sederhana. [Pak Zulkarnaen adalah teman pak Harfan yang kehidupannya cukup mapan. Dia selalu membantu SD Muhammadiyah dengan buku atau beras. Ada di novel kok! coba baca lagi, tapi yang tertib ya urutannya].

    Mathias Muchus ikut di film ini tentu melalui proses casting yang panjang. dan memang cocok dengan karakter Ayahnya Ikal yang cenderung kalem dan pendiam. Jadi kayaknya bukan krn Mira-nya deh… semoga yah..

    Cut Mini ternyata tidak terlalu cantik dan kekota-kotaan ketika di film ini. Ada keajaiban yang dibuat oleh teman2 dari departemen Make Up yang membuat Mini sangat cantik desa. Ketika Riri Riza mengcasting pemain, saya rasa ia melihat akting para pemain tersebut duluan, lalu niat mereka, komitmen, dsb.. Soal wajah dan tampang, mungkin agak belakangan mikirnya.

    Alex Komang juga dapet keajaiban make up. Tapi anda benar, ia kurang kurus.

    Jajang C. Noer berperan sebagai istri Pak Harfan. Sangat disayangkan memang, ia muncul hanya 3 scene.

    Soal Robby Tumewu, man, he is a very good actor. Jangan khawatir dengan tampang dan pembawaan dia di film lain atau di luar. contohnya di film GIE. berbeda bgt dgn akting dia di sinetron atau film Tri Mas Getir misalnya. Di film ini, semua berbeda.

    Begitu juga dengan Rieke yang menurut anda berperan antagonis saja. Aktingnya memukau kok. Meskipun sedikit di film ini, dia berlatih terus tanpa istirahat banyak sebelum berperan. Agak aneh juga kalau anda mencampur pandangan politik Rieke, dengan di dunia aktingnya… agak kurang ‘masuuuk’ gitu. yaah, gak tau jg sih. Mudah2an Rieke tidak mengecewakan anda di film ini.

    Teuku Rifnu Wikana, dia main bagus kok. Biasanya main di film2 action indonesia, tapi di film drama, dia menghayati juga sepertinya.

    Terakhir soal Tora. Dia emang keseringan main di film2 indo. Tapi bukan berarti kemampuan akting dia di film ini sama aja. Sekali lagi: Riri tidak mengcasting dengan sembarangan. Plus, tatonya si tora gak muncul di film ini, kalaupun dia pake singlet sekalipun. hehehe…

    Kesimpulannya, mungkin cast Laskar Pelangi agak – mengerikan menurut anda… Tapi sebenarnya kembali lagi ke sutradaranya sih, menurut saya. Riri sepertinya berhasil men-direct teman2 pemain film (yang keseringan muncul) ini, dengan sangat baik sekali. Oh ya, satu lagi, cobalah tidak menilai para pemain di sebuah film sebelum melihat akting mereka. Beda karya, beda rasa. Daripada itu, mending pola pikirnya diubah menjadi: “kira2, bagaimana yah cara si 12 aktor dan aktris ini bisa membawa penonton sampai pada kesadaran akan pentingnya pendidikan? ttg kemiskinan? atau ttg diskriminasi?”. Saya rasa content film itu lebih penting daripada siapa yang memerankannya.

    Mudah2an tulisan ini bisa menambah warna di blog anda. Oya, LP premiere justru sebelum lebaran, dan yak, rencananya barengan dengan peluncuran tetralogi terakhir Laskar Pelangi.

    sekian dan terimakasih.

    cheers!

    Tanggapan Saya ; Wow,…apakah sampean ini Ratrikala Bhre Aditya yang seorang sineas muda itu?? yang sutradara film ‘Bunga Dibakar’ itu??Siapapaun anda,adalah suatu kehormatan bagi saya karena anda sudi berkunjung dan menuliskan komentar di blog saya yang masih cupu ini.Di film LP posisi sampean sebagai apa?Assisten sutradara-kah?.

    Well,terima kasih sudah memberi tanggapan atas tulisan saya.I just share my point of view dan anda atau teman-teman yang lain pun boleh punya pendapat lain kok tentang casting LP.

    “Oh ya, satu lagi, cobalah tidak menilai para pemain di sebuah film sebelum melihat akting mereka”

    Nah…justru itu masalahnya,LP kan belum dirilis mas.So,wajar kalau saya menilai dari track record dan aksi-aksi mereka sebelumnya baik di layar perak maupun layar kaca.
    Lain halnya kalau LP sudah dirilis,pastinya – saya akan seobyektif mungkin menilai mereka berdasarkan kualitas akting mereka di LP – seperti yang anda sarankan.
    Soal content dan pemeran,saya rasa 2 hal itu sama-sama penting.
    Btw,Thanks for your support dan kalau boleh tanya,kira-kira kita bisa dapat undangan premiernya gak ya?(secara gratis tentunya)…..he..he…

    cheers too.

  16. Almaokay jadi selebritis euy…..

    Kata Saya ; ha..ha..ha…kang Asep nih bisa aja.selebritis dari hongkong?🙂

  17. Hanya sekadar ingin menyambung komentar rekan saya ,Bhre…

    “cobalah tidak menilai para pemain di sebuah film sebelum melihat akting mereka”

    Saya setuju sekali dengan komentar Bhre ini. Ada baiknya teman-teman ‘menonton saja dulu’ baru setelah itu kami terbuka untuk menerima semua masukan, kritik, dan pujian. Karena agak sulit juga ya kalau terus-menerus menilai sementara filmnya aja belum keluar atau bahlan pernah dilihat.

    Buat saya dan Bhre yang kebetulan sudah melihat dan berada di lokasi syuting film ini, menurut kami nama-nama yang dipilih Miles Films untuk memerankan karakter-karakter tersebut adalah best of the best yang menurut Miles Films cocok untuk memerankan karakter tersebut (dan mereka semua melalui tahap casting, lho…)

    Dan setelah melihat akting mereka kayaknya baik Riri Riza maupun Mira Lesmana memang nggak salah ya…. Karena mereka (semua) justru bisa tampil sesuai dengan ‘tugas’ peran mereka masing-masing tanpa embel-embel ataupun terpengaruh ‘Mini di film ini…..’, ‘Tora di film itu….’, ‘Lukman di karakter ini….’ atau bahkan ‘Rieke di karakter itu….’

    Kalau menurut saya sih, better watch and see…then give us some comments! We’re open for anykind of inputs or critics (praise – prefered! =))

    Tunggu film laskar pelangi di bioskop di seluruh Indonesia tgl 25 September 2008!

    Kata Saya ; thanks for sharing your point of view,mbak Imel.Postingan saya di atas hanya opini saya terhadap pilihan pemeran LP bukan soal penilaian ‘akting mereka di film LP’.Penilaian atas akting mereka di film LP hanya bisa dilakukan kalau kita sudah nonton filmnya yang mana sampai komen ini saya tulis film LP belum dirilis.
    25 september ???any free ticket,mbak?boleh dong atu.🙂

  18. Oh ya, situsnya di http://www.laskarpelangithemovie.com.
    Tapi sepertinya masih belum sempurna.

  19. ada situs yang isinya tentang film ini loh… kemarn gw nemuin.. please check ajah: http://www.laskarpelangithemovie.co.cc

  20. welehweleh…sampeyan didatangi sama para sineas muda ini senang dong…udah dapat karcis gratisan belum ? kekekekekeke

  21. wah…
    udah pemilihan casting aja… ga sabar jg nih nungguin LP the Movie keluar.

    kalau buat saya, cuma si cut mini dan (lukman sardi??) yang agak nyeleneh dengan karakter asli novel. saya lihatnya dari segi penampilan foto2 di website resmi LP the movie lho ya… semoga aj mereka bisa berubah pas filmya keluar.

    kalau bagi saya, antara novel dan film memang nggak harus sama. a miau yang digambarkan gemuk, bisa saja tidak. toh, secara keseluruhan point2 dari novelnya bisa ditafsirkan dengan jalan berbeda dari filmnya.

    lukman sardi jadi ikal dewasa? aduh… tampilannya dia itu udah antagonis banget klo diliat2…
    kenapa nggak andrea hirata aja?
    bukankah cerita ini based on the true story?
    orang yang belum pernah baca novelnya pasti pengen liat ikal yang sesungguhnya…

  22. Kadang aku takut, takut ketika nonton film nanti, isinya hanya mencibir, karena beda persepsi dengan yg ada di pikiranku. Kayak pas nonton AAC dulu.

    Tapi moga film ini akan sebagus seperti novelnya, ato minimal mendekati sebagus novel nya.

  23. yah namanya juga usaha mau memfilmkan sesuatu yang sudah jadi hits dan mengakar di masing-masing pikiran yang baca novelnya kan usah, semua punya imajinasi beda-beda kaaaannn..
    tapi it’s ok, I’m looking fwd to see the movie..
    penasaran aja..

  24. Karya sastra (novel) yg dibikin movie menurut saya kadang2 dapat mengacak2 imajinasi yang terangkai luas dan bebas. Novel yang begitu lepas dan bebas menggiring alam imajinasi pembaca, dalam movie hanya dibatasi oleh ruang panel dan adegan2 nyata di depan mata. Baru lihat fotonya aja di “laskarpelangithemovie’s photostream” di flickr, saya sudah banyak kecewa. Bu Muslimah yang tak berjilbab rapi, (saya warga Muhammadiyah yang tahu persis jilbab adalah salah satu doktrin islam yang tidak main2, aurat wanita selain wajah dan telapak tangan), tapi mungkin jilbab bu mus dibukin begitu karena alasan klasik orang2 sinema… alasan artistik. masalah jilbab itu bagi saya cukup mengganggu, begitupula kostum laskar pelangi di karnaval sekolah, anak yang pake kalung biji aren kok gak pake mahkota yang luarbiasa karya mahar. juga mungkin banyak hal lain yang tidak sesuai novelnya. Tapi saya berharap filmnya akan sebagus novelnya walaupun akan berbeda “taste”nya. Mungkin seperti saya nonton film the ring/Ringu setelah membaca novel the ring karya Koji Suzuki, beda antara novel dan film. Masing2 berjalan pada jalurnya. Dan yang terpenting Novel & Movienya dapat memberikan pengaruh positif yang seluas-luasnya bagi masyarakat kita dan juga pemerintah republik ini. Pendidikan adalah hal yg sangat penting. jangan sampai banyak bakat yang tersia-siakan seperti si genius Lintang dan jutaan Lintang yang terkubur mati sia2 bersama bakat dan kecerdasannya tanpa sempat memberi manfaat luas karena alasan tragis…kemiskinan.

    Kata Saya ; Yap saya juga kaget lihat Bu Mus kok pakai kerudung gak niat (istilah saya)…bukan jilbab.

  25. yah… sudut pandang dalam pembuatan film itu sangat berbeda dengan sekedar membaca novel. sebuah karya novel tentunya lebih punya ruang gerak yang luas karena yang diajak berbicara adalah otak pembacanya dimana imajinasi tiap manusia berbeda, sehingga tidak bisa di judge bahwa film2 yang merepresentasikan karya dari novel2 harus muluk2 sama dengan isi novelnya. kalau masalah penggunaan artis2 tenar yang ada di film laskar pelangi ini, saya rasa itu ada kaitannya dengan unsur marketing dari sebuah film.. kalau Mira lesmana hanya merekrut nama nama baru, bisa dibilang, film ini tidak bisa hits di pasaran, dan mereka yang dibalik layar tidak jadi untung… saya sudah baca buku laskar pelangi, dan menurut saya, butuh imajinasi yang hebat dari mira lesmana untuk memfilmkan buku ini.. seperti halnya Harry Potter, Davinci code, Atau bahkan Ayat2 cinta, butuh pembuktian kuat dari filmmaker bahwa imajinasi mereka bisa jadi nyata…

  26. Bagi para penggemar berat cerita Laskar Pelangi ini, sepertinya teman2 semua selain wajib menonton versi cerita yang diangkat ke layar lebarnya, kalian juga Wajib, Kudu, Musti dengerin soundtrack lagu ini karya GUGUN and The BLUESBUG yang berjudul “MENGEJAR HARAPAN”, GAWAT MARAWAT DARURAT….MANTAB ABIESSSS…. n jujur menurut gw “ROH” cerita ini ada pada lagu ini! ketika pertama kali gw dengerin dari GUGUN langsung, ini lagu langsung bikin gw MERINDING TOTAL!!! n lagu ini juga punya “DAYA MAGNET” sendiri yang juga mampu menggugah semangat teman2 utk trs BERJUANG dalam HIDUP..!!! Hidup itu ANUGERAH kawan…!!! -cheers-

  27. Laskar Pelangi..?
    Cerita apaan tuh, kaya’ nama orang-orang sok suci yang doyannya gasak sini gasak sono babat sini babat sono… Laskar FPI..

  28. Oh, orang yang suka sok-sok’an itu? itu kan orang goblok semua. gak ngerti agama.

  29. laskar pelangi itu sebuah novel yang memberikan pencerahan mas gunawan dan mas or mbak A?…, coba baca comment yg ada dari atas….pasti bakalan tau
    jangan asal menuduh ah…tidak baik……., kalau salah kan jadi malu sendiri

  30. kang alma fotonya yg dipojok itu yah?mhhh ganteng …(halah), gua setuju ama lo kang koment lo seputar casting LP cukup proporsional, ya pedes dikit mah wajar kalee.udah jadi tradisi kali ya yg namanya novel yg diangkat ke film resultnya ga sesuai ama pembaca( maklum daya imaginasi tiap orang kan berbeda) tp penokohan beberapa karakter di LP dengan muka yang sering nongol takutnya ya itu tadi…rada silung(fals…red),but anyway…kongret buat kang A.Hirata + miles terakhir kang alma yg udah bikin ulasan segerya.

  31. sombong banget sih loe..kayak yang pakar film aja. Ini lah orang tersirik di dunia,bisanya cuma kritik.lagian filmnya kan belum diputer. dasar guobloooox…!!!

  32. aduuh…mas katroman (kalo mbak pasti katrowoman ya?hehe…) jgn menghina diri sendiri gitu donk (maap..maap…peace!)…apapun pendapatnya (mw pro or kontra), semua itu nunjukin kalo masyarakat indonesia masih peduli sama karya anak bangsa, semata-mata mengharapkan hasil terbaik, dan mendukung kreativitas.tapi gak pake kasar ya…hehehe..
    bwt film Laskar Pelangi, smg dapat menginspirasi dan memotivasi kayak novelnya ya..
    memang gak harus sama kayak novelnya c..tapi kalo inspirasi dan motivasi boleh dong?minimal bisa nyampein pesan2 yang ada deuh…
    semangath!!

  33. Hiks… aku juga gak melihat A Ling bagai Michele Yeoh-nya Ikal… A Ling ya benar2 A Moy… Buyar… rusak semua imajinasiku tentang laskar pelangi…

  34. heeh nich buat mas goeNaONE n mas ato mbak A ,katrok,norak bgt seich hari gini gak tw laskar pelangi,kampungan lagi…kalo kasih comment tu cari tw dulu gak asal jeplak (kalo ngomong),gak ngerti apa2 kok tau2 bilang ”sok suci yang doyannya gasak sini gasak sono babat sini babat sono… Laskar FPI..apalagi mas ato mbak A malah bilang goblok semua,emang yg goblok siapa sich…gak nyadar ya (kalian sendiri kaliii….)novel sebagus itu kok gak ngerti makanya bacaaa..bacaaa..bacaaa,biar tau n gaul…n pinter..

  35. MAs Almaokay…….

    Pasti baik dech orangnya. ga terpancing sama komentar2 pedas. saya setuju dan sejalan sama konstruksi berfikir anda tentang para pemain2 film ini. jujur ya memang bozen gitu ngeliat artis2 yang berperan di film ini. (boleh dong komentaar…) kalo anda2 jujur pada hati anda sendiri pasti bosen juga kan? mmmm gimana ya seolah biar sebagai daya tarik juga supaya banyak di tonton, terutama para ABG yang paling banyak meramaikan bioskop untuk nonton film2 Indonesia….

    tapi jujuuuur sebenarnya para artis2 yang bikin bozen tsb kualitas akting mereka bagus lho (kayak tora sudiro, lukman sardi, cut mini, dll). cuma kalo saya lihat kenapa kok orang2 pada banyak yang bozen sama mereka, ternyata mungkin karena mereka tuch suka nongol juga di film2 yang kualitas filmnya ga begitu mutu, rada esek2 gitu, contentnya kuranglah. jadi ya membentuk image yang kurang asik dimata penonton. terutama para penonton film idealis

    But anywaaaay, kritik bukan berarti sirik. soooo enjoy ajaaaaa…kita tunggu filmnya sama-sama yaa. semoga bisa memberikan pencerahan

  36. Ahh..
    Emang fenomenal karya bang Andrea ini, buktinya rame banget dibicarain, ga terkecuali di blog ini, betul ga Al..
    Tapi yang ane tunggu-tunggu akting Iqbal Barmudi (ni cowok masih ngotot aja kalo pemeran Film Terminator itu: Chuck Norris…halah dasar iqbal), temen kuliah yang ternyata keponakan kandung bu Mus/ cucu P Harfan, Jangan malu-maluin ya Bro’. (info sih beliau jadi guru rekannya Tora).
    Let’s see the film, and read all new LP: Maryamah Karpov.
    Sukses Al

  37. ternyata anda orang yang egois ya….

    banyak orang yang memberikan pendapat tentang tokoh-tokoh yang ada didalam film laskar pelangi, tetapi anda tetap kukuh bahwa pendapat anda benar (tentang tokoh-tokoh yang merusak suasana film LP). anda tidak cukup kompeten menilai akting mereka, ini dikarenakan anda jarang menonton film, anehkan orang yang jarang menonton film (jarang juga melihat akting artis) bisa menilai akting seorang aktor. Padahal menurut saya masuknya masuk aktor-aktor ngetop itu bisa dilihat dari segi komersial dan nilai promosinya…

    Kata Saya ;

    Saya rasa tidak ada hubungannya antara menyampaikan pendapat pribadi dengan EGOIS.
    Oke lah,saya memang jarang nonton.Tapi bukan berarti saya tidak bisa membedakan mana aktor yang bagus mana yang tidak.Sebagai gambaran,untuk tahu mana nasi goreng yang enak dan mana yang tidak, anda tidak perlu setiap hari makan nasi goreng kan?Kalau memang nasi goreng itu kebanyakan garam atau kurang agram anda pasti tahu walaupun anda hanya sekali-sekali makan nasi goreng.You got my point kan?

    Padahal menurut saya masuknya masuk aktor-aktor ngetop itu bisa dilihat dari segi komersial dan nilai promosinya…

    See,anda sendiri tahu bahwa sebenarnya aktor-aktor ngetop itu dipasang hanya untuk mendongkrak segi promosi dan komersialnya saja kan?soal kualitas?belum tentu kan?

  38. Udah. Tenang.. Tenang.. Saya sudah nonton premiernya kemarin malam. Semua mainnya bagus kok.. Tapi, pertama-tama, saya belum baca bukunya nih, jadi pengamatan objektif penonton film yang belum baca buku (udah pengalaman sakit hati nonton Harry Potter, apalagi Da Vinci Code). Filmnya menarik, bagus, keren, menyentuh, lucu, menggugah, inspirasional dan lain sebagainya.
    Ikranagara itu aktor teater yang cukup senior seangkatan dengan Slamet Rahardjo (atau malah di atasnya ya?), perannya sebagai Pak Harfan cukup kena, kelihatan orangnya bijak dan penyabar.
    Tora Sudiro itu jangan cuma dilihat di Extravaganza doang dong, kan udah jelas dia pernah dapat Citra di ARISAN, dia juga main sinetron BUNDA yang kagak ada becanda-candanya bareng Meriam Bellina sama Dina Olivia.
    Ario Bayu juga mainnya bagus walau cuma muncul sebentar, sebetulnya gak kebayang bahwa Lintang dewasa bakal kayak dia, tapi semangat dan emosinya meneruskan semangat cita-cita tinggi yang dimiliki Lintang kecil. Terasa banget.
    Pemeran Bakrie juga bagus, meskipun dialognya minim.
    Pendek kata, semua pemain di sini bagus, anak-anaknya apalagi, yang jadi Mahar kocak banget, yang jadi Lintang juga cukup menjiwai, si Ikal juga lucu dan polos. Sinematografinya bagus. Musik dan ilustrasi musiknya juga lumayan pas (kalau dibilang bagus juga bisa, sih).
    Yang penting, ada pesan dan kesan yang pasti berbekas di hati tiap-tiap penonton yang nonton tadi malem, dan pasti (mudah-mudahan) orang-orang bakal ngantre beli tiket film ini, biar semua orang Indonesia bisa menerima pesan yang ada dalam film ini.
    Tapi sebetulnya kita emang butuh wajah baru, tapi kayaknya langsung ditarik ke dunia sinetron tanpa diberi bekal akting yang memadai sehingga rusak susu sebelanga karena setitik nila. Casting orang-orang lokal mungkin lebih menjanjikan dibanding casting di kota-kota besar, soalnya mereka tidak usah lagi disuruh menghayati lokasi, tinggal diarahkan pemeranan saja.

  39. Akhirnya gw ikut berkomentar disini…

    Background gw sekolah komunikasi dan aktif di teater hingga saat ini …

    Semalam gw nonton Laskar Pelangi di FX…sebelumnya gw bangga banget bisa nonton film yang luar biasa menurut gw, karena gw tau betul novelnya..

    Nah ..gw mau kasih kritik dan saran to LP:

    1. Opening di awali dengan kehadiran rieke dyah pitaloka yang terlalu ngakting dan tidak real bermain dalam film tersebut.

    2. Kehadiran cut mini yang seblumnya bikin gw illfeel karena dialog malaysia di beberapa komedi, tapi seketika berubah bangga bgt gw ngeliatnya, dimana dengan berhasil dia mampu masuk kedalam sosok muslimah, dengan kata-kata yang begitu dalam.

    3.Sosok harfan sangat disayangkan, dengan background orang teater, tapi terlalu berteater. seharusnya sebagai senior dia bisa membedakan mana panggung, mana layar lebar.

    4.narasi lukman kereeen…

    5. Kehadiran sosok Bakrie yang begitu melengkapi film tersebut, sangat membius penonton, dimana dengan modal vokal yang oke, bakrie mampu membawakan dialog belitong dengan sempurna, plus kata kata yang mampu membawa penonton pada chemistry film.

    6. sangat disayangkan banyak adegan yang terbuang sia 2..

    7. Bikin gua muntah dengan kehadiran Tora Sudiro..Dialog belitong nga, jakarta nga..bahasa planet aja luh…dah gitu kaya orang blooon gitu…najiszzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz.

  40. Saya cuma bisa mengelus dada. Kesucian novel Laskar Pelangi dinodai oleh kapitalisme dan budaya pop!

    Sama seperti kasus filem AAC dulu😦

    Saya;
    Wah udah pada nonton ya?
    Hm,dari beberapa review yang udah nonton kok rata-rata ada rasa kecewa ya?wah kekhawatiran saya jadi kenyataan dong?.

    @ Calistaida Abrenea ,
    Soal Tora,wah gak komen deh.Coba lihat deh aktingnya di PPT jilid 2 ,jadi Baha,aduh logat Bataknya enggak banget…….malah aktingnya kemakan sama si ‘Asrul’ .Shame on you,Tora.

  41. Hari ini film LP serentak di bioskop seluruh Indonesia, rencananya mau cabut dari kantor buat ngantri tiket….
    btw buat yang udah nonton infonya lumayan membantu, minimal udah siap-siap dulu ada rasa kecewa. Tora emang lama kelamaan kayak gak berkarakter lagi mainnya.
    Kenapa harus Tora ya? karena menurut saya image dan mindset orang ke Tora itu udah extravaganza banget, sayang kalau kehadiran Tora di film LP cuma buat rusak suasana aja.

    Tapi, ntar d gw liat dulu filmnya baru lanjut komentarnya!!!

    Oya untuk Soundtrack film ini dinyanyiin sama Nidji, liriknya giring, asyik juga di reffnya…

  42. Gw udah nonton LP tadi malam, musik dan panorama alam nya oke banget. alur cerita yah .. 90% mirip di novel. yang paling bagus menurut gw si lintang kecil, penjiwaan nya bagus sekali. yang payah si akiong dan flo ..expresinya datar aja ..bgmn nih Riri sang sutradara ..? juga untuk si Ikal gede lebih pas kalo andrea aja yg main. wong cuma 2 menit aja nongol.

    tentang Tora ..kurang cocok main di LP, wajah nya cocok jadi orang kaya, naik mobil bmw spt di gambar iklan bank.

    Overall worth to watch
    moga2 disusul film sang pemimpi dan edensor

  43. asyikk kok filmnya….kemarin serentak juga di malang dan di matos dah habisssssssssss tiketnya, terbukti kok laskar pelangi baik movie or bukunya diminati…..,dan hanya orang bodoh dan gak tau wawasan aja yang suka ngolokin orang bodoh kayak si goenawan sapa tuh sama si A…, doh…namanya aja gak jelas apalagi pemikirannya..
    silahkan berkomentar tapi jangan menjudge seenaknya dong goen dan a….tapi kelihatan kok siapa kalian….dasar!!

    apapun komentarnya..yang penting maju terus laskar pelangi……..maju terus karya bermutu anak bangsa……..

  44. Aduh, aq pengen banget nonton………
    sayang banget, di kampungku ini tidak ada yang namanya bioskop, jadi gimana doNk???
    lari aja yuk, ke jakarta…
    hehehe..

  45. Waah, terima kasih buat sharenya yang sudah nonton LP. Salam kompak buat semua mania LP. Buat yang belum baca novel-novel Andrea, buruan baca, ditanggung orang serumah bakal bengong, ngeliat loe cengar-cengir sambil keluar air mata. Kalau lagi gini, rasanya bangga banget jadi orang Indonesia … bravo Laskar Pelangi dan para manianya … Buat Prima (kasian banget, si loe)… bersabarlah, 6 bulan lagi biasanya DVDnya keluar … (=x(^>I\\

  46. GILIIIINGGG….. ntu film keren aBiez..

    gw salut banget ma anax2 belitong yang jadi anggota laskar pelangi nya…

    expresinya dapet banget….poko’a TOP lah….

    klo artis2 ibukota nya seh…mnurut gw cuman buat nge-rame-in film ntu doangx…
    tanpa mereka (alias orang belitong asli nya) juga…ntu film bakal seru….

    tapi sayang…ada beberapa adegan yang ga ada di film….hikz…hikz…

    dan ntu adalah satu2 nya film INDONESIA yg ngebanggain gw… pas nonton film ntu…gw nagis,,ketawa,,tersenyum,,merenung,, dan ngga henti2nya gw ucap “subhanallah”…saat ngliat perjuangan keras anax2 muda belitong yang ga da matinya wt ngejar cita2….

    tapi gw mu ngucapin terima kasih yang sebesar-besarnya wt mas riri riza ma mba Mira lesmana yang udah mau bikin film laskar pelangi…

    gw tunggu film SANG PEMIMPI sama EDENSOR nya ya…..

  47. oiya…gw mu ngomentarin pemain2 nya neh…

    1. ikal, ntu anax dapet banget aura andrea kecilnya…pas dy jatuh cinta ma a ling,,, kocak banget!!!

    2. lintang, nih…ini nih…orang yang paling gw tunggu di film LP…. si einstein cilik ini….! yah….nax belitong yg meranin lintang lumayan okz lah… tapi wajah nie anax ngebuyarin smua khayalan gw tentang lintang…

    3. mahar, ckckck…kocak banget neh anax…lucu,,cute lageh!!! tyuz do’i jg dapet aura nya mahar…tp dlm pikiran gw..mahar tinggi,,kox di film pendek..iia???

    4. bu mus, cut mini iagh….kurang puas gw…!! gw pengennya smua pemainnya ntu asli orang belitong…

    5. truz…cwo yang suka ma bu mus ntu…sopo namanya??? gw lupa…yang penting pemainnya si Tora…argh….kox bisa2nya seh…tuh orang nongol di LP????]

    6. ikal dewasa, hmmm…lukman sardi….kurang ah….mendingan juga Andrea nya langsung…knapa seh???? pesen Q wt mas riri sm mba mira,,, klo mu bkin Sang Pemimpi ma Edensor (mdh2n ia),,, pake smua orang2 asli belitong…jangan ragu ma mreka.. truz klo bisa tuh…Andrea nya turun langsung…jadi khayalan kita (para LP mania) ngga buyar tentang crita na mas Andrea..,..OKZ….

  48. aku udah nonton filmnya semalem..

    over all,,ada sedikit rasa kekecewaan yang hadir. aku pikir yang menjadi sebab adalah, mungkin karena aku, dan semua penonton film yang udah baca novelnya ‘terlanjur’ asyik dengan “Film Laskar Pelangi” yang secara kreatif ada dalam fikirannya sendiri..misal, saat adegan laskar pelangi perform tarian tabla di karnaval : di novel, ‘aura’-nya jauh lebih terasa, sampe merinding, tapi di film agak terkesan biasa (malah, kl ga ada efek sinema dan audio, adegan itu bisa jadi sangat datar). atau, saat SD Muhammadiyah ikut cerdas cermat, saat Lintang (diceritakan di Novel), begitu ‘Meraja’ disana..sementara di film juga ga membuat aku sampe merinding (kayak di novel lagi).

    dan itu wajar,,kurang lebih sama lah dengan banyak ‘case’ yg pernah ada sebelumnya. kayak AAC, da vinci code, or harry potter.

    tapi, yang menjadi pembeda adalah, bahwa film ini -gak seperti film2 yang aku sebut sebelumnya-, menghadirkan banyak pesan mengenai tekad, kerja keras, kekuatan mimpi, tulusnya pengabdian, dan pastinya..keindahan persahabatan. dan aku percaya, bahwa film ini, pasti, akan memberikan kesan yang bisa jadi, menjadi pengingat untuk penontonnya mengenai nilai2 luhur yang sebut tadi, yang mungkin sempet terlupa. Juga, menjadi pengingat,,saat jiwa dan fikir terlalu sibuk berkutat dengan cerita2 hidup yang melenakan, karena keseharian yang dijalani.

    Jadi, menurutku…betul memang yang andrea hirata pernah bilang, bahwa film ini akan menghadirkan warna lain. Dan untungnya, nilai-nilai yang terbawakan dengan sangat baik dalam novelnya,,,juga hadir di film ini.

    So,,,Congrats to Riri Riza n Mira Lesmana…Untuk Andrea Hirata, Maryamah Karpov kapan keluarnya ya??? last, thanks to u,,yang empunya blog. postingannya berhasil memancing orang2 utk rame2 comment disini..🙂

  49. Laskar prlangi….
    Keren!!!!

    tanggal 25 sept
    Di malang tuch…
    Bioskop Matos tiket ludes…
    Jam tayang 12.15 14.45 n jam 20.00
    ludes, ngantri sia2

    truz puter haluan ke mandala…
    antriiii

    syukurlah dapet tiketnya…

    meski agak kecewa c, bioskop di mandala
    ga sekeren d matos…

    pas nonton, emang c kok beda ma di novel,
    bumbu2nya kurang greng…
    misal, kecerdasannya lintang di novel tuch pas ngebayangin bikin merinding… tp d film ga seseru kalo baca novelnya…
    truz… si dukunnya di novel tu kerasa banget auranya…
    apa lagi y… pentas karnaval itu kurang mantap auranya…
    aku bayangin pas baca tu bener2 bisa merinding…

    tapi…
    dibalik semua itu, aku acungi jempol buat filmya…
    menyentuh banget…
    bisa ketawa, konyol liat ikal kecil jatuh cinta…
    bunga di mana2, ekspresinya dapet banget!!!
    trus… beberapa adegan2 yang sempet bikin menitikkan air mata, nyentuh…
    hickz…

    Settingan filmnya dapet banget..
    niat bgt nih film, nyari piranti2 jadul…
    setrika arang yang dipake maknya ikal…
    radio jadul…
    setting sekolah reot…
    sepeda tua…
    baju kucel…
    make up artistnya jg bisa bikin pemainnya tampak natural
    meskipun cut mini cantik, tp keliatan lusuh n bersahaja gt…
    artis2 cilik laskar pelangi juga tampak legam…

    pokoknya, sip lah!!!

    Aku suka ma film ini…
    Pemain pendukungnya juga sip…

    Hm…. Puas…

  50. Sama prim, gw juga lagi di kota yg dak ada bioskopnya. Tar aja tunggu DVDnya keluar. Tapi jangan beli yang bajakan ya.

  51. saya sudah menonton laskar pelangi bersama teman-teman saya!! dan jujur imajinasi saya dan teman2 saya berbeda sekali dengan yg ada di film… Banyak adegan yg ditambah yang malah bikin bingung!!! terus perjuangan lintang yg berat malah kurang terasa, padahal di bagian situ yang paling saya tunggu-tunggu!!! yah pokoknya serba tanggung deeeh, Feelnya banyak yg gak dapet!!

    Walaupun perlu diakui pemain-pemainnya layak dapet acungan jempol terutama anak2 asli daerahnya!!! kalo artis2 ibukotanya lumayanlah, apalagi cut mini, hebat!!! Overall jatohnya “Good”, but not “Great”!!!

    Nah pas tadi pagi baca kompas ada review laskar pelangi… disitu dibilang banyak adegan yg terkesan tanggung dan tidak pas ( ternyata pemikiran saya sama kaya kompas ) hehe!!!

  52. Walaupun saya belum menonton film LP, namun saya berharap semoga film ini bagus dan sesuai dengan aspirasi para penggemarnya. Walaupun sya membaca komentar dari teman-teman bahwa film ini tidak sesua dengan aspirasi mereka, namun saya optimis film ini akan sukses…..!

    TANK U FOR ALL…!

  53. Bener tuh Rieke Diah Pitaloka yang berteman dengan Gus Dur, pantesnya emang jadi gedung sekolah yang reyot

  54. biarlah mereka berkarya…
    jangan kita sok mengkritik…
    coba anda diposisi mereka…
    lau ndak suka dgn pemeran semua nya…
    ajukan usul siapa pemeran yang cocok / diinginkan…
    biar bisa dipertmbangkan…
    Tq

  55. ALMAOKAY…

    SIAPA KAH ANDA??? DIMNA KAH ANDA???
    anda memang orang pengkritik berat…
    lau anda memang hebat, anda aja yng memproduseri, mensutradarai film laskar pelangi ini,,,,
    biar anda puas…
    n pilih langsung pemain yang anda sukai…
    tq…

    Kata Saya ;
    Saya ya saya.saya ada disini.nah anda siapa?anda juga dimana? he..he..he..

    lau anda memang hebat, anda aja yng memproduseri, mensutradarai film laskar pelangi ini,,,,
    biar anda puas…
    n pilih langsung pemain yang anda sukai…
    tq…

    Soal ini,komentar saya sama dengan komentar untuk michink di komentar no.3

  56. setuju……………..!!!!!!!!!

    ngapain ada tora sudiro sih,,,

    ngrusak suasana bagt,,

    hikz..hikz.. gw belum nonton,,

  57. saya puas nonton filmnya…
    menurut saya dengan kondisi rata-rata film indonesia yang bikin miris… film ini masterpiece… Sangat pantas ditonton versi legalnya berkali-kali…
    Keseriusan dan idealisme dari seorang Riri Riza sangat kejaga… dan yang paling penting, pesan dari novelnya sendiri secara efektif nyampe, meskipun kalau dari segi detail cerita banyak yang berbeda… tapi saya pikir amat sangat bisa dimaklumi… karena tidak mungkin menerjemahkan novel itu utuh-utuh dalam film 2 jam. Lagi pula, set latar untuk bisa menyamai detail cerita di novel akan sangat memakan budjet. Semua detail cerita yang hilang saya pikir terbayar lunas dengan dramatisasi yang klimaks.

    Mengenai tokoh bu Mus, pemilihan Cut Mini amat terasa pas dengan cengkok melayu acehnya yang natural… disamping itu raut muka bu Mus (yang sempat tampil di kick andy) saya liat memang memiliki kesamaan… (meski of course lebih ~terlalu~ cantik cut mini). Mengenai Tora Sudiro… menurut saya positioning karakternya cukup pas… bukan sebagai tukang banyol… dia berperan sebagai tokoh imajiner seorang guru dari sekolah elit SD PN. Saya puas, simbolisasinya cukup pas.

  58. oiya… gw pikir nih film pantes masuk penghargaan internasional sekelas Cannes taun depan… Gw liat aura ‘children of heaven’ dalam film ini. doain aja bisa bawa nama indonesia…

  59. ciri masyarakat “MADANI”
    asik mencari kekurangan orang lain
    seperti dirinya sempurna

    seperti komentator sepakbola kita semua hebat
    tapi liat prestasi pssi

    mari apresiasi prestasi orang lain, sekecil apapun
    bangkitlah bangsaku
    jayalah negeriku

  60. heehh?
    kok comment ttg cast film laskar plangi malah smwanya kesanny menjatuhkan yyah?
    padahal, smwanya keren2 kok!
    Apalagi si Lukman Sardi!
    Ooops! Lupa! Kamu kan jarang nnton film yah! Pantas ga kenal Lukman sardi!

  61. Numpang2….,

    hm,,sy udah nonton filmnya beberapa hari yg lalu.menurut sy film ini bagus bgt.suasana dan pesannya tuh nyampe bgt,walaupun ada beberapa kejadian yg ngga difilmkan (wajar lah,,kalo smua difilmkan,bisa lbih dr seminggu ni film baru tamat!hehe)
    soal pemeran,sy yakin Riri Riza udah milih aktor dan aktris yg benar2 cocok untuk film ini.
    Menurut sy Tora Sudiro nggak begitu ngerusak suasana ah,.dia kan jd pemeran guru yg ngajar di SD PN Timah (yg terkenal sangat elit).jd sy rasa cocok lah dng tekstur wajah yg terkesan “makmur” itu:)

    Ada sedikit rasa kecewa jg sih dng film ini.pasalnya,ada beberapa adegan yg gak begitu ngena buat sy:
    >adegan karnaval 17an yg kurang gereget,
    >adegan pencarian Floriana yg kabur,dan
    >tentang perjalanan tim Societeit de Limpai ke Pulau Lanun.

    Lalu cerita tentang Bodenga yg krg detail,
    sy jg punya keinginan pengin ngeliat Tuk Bayan Tula,tp ternyata cm bayangannya doang.huuh:(

    tp overall,,film Laskar Pelangi bgs bgt.rugi deh kalo gak nontooon….,
    oia,,soundtrack Laskar Pelangi yg dibawain Nidji bagus juga tuh,dengerin deh;)

    wassalam:)

  62. padahal kayaknya Agus Kuncoro deh yang pantes jd Ikal dewasa..
    Yaa, mudah-mudahan ga mengecewakan lah..

  63. hemmm… baca.. blog ini.. rameee.. bgt.. yg punya blog.. jago juga utk.. memancing suasana.. jadi.. berwarna..komentar2. yg keren.. ampe.. yg nyebelin…
    btw.. gw.. udah.. nonton tuh laskar pelangi.. keren abist.. ga peduli.. siapa aktor & Aktrisnya, film itu.. fenomenal.. bgt..kisah persahabatan yg indah.. mimpi.. mengejar cita-cita..semua terasa bgt..waktu kita nontonnya..emang beda ama di bukunya.. di buku lebih.. menyentuh.. loh..(tanya deh .. ama yg udah baca) tapi.. ada beberapa yg bikin kecewa.. ng.. pertunjukan karnaval yg dikisahkan sangat spektakuler, dgn kostum yg sangat2 indah.. kok cuma kayak begitu yah..?@#!#.. and ketika di cerdas cermat… gw.. ngebayangin.. klo si lintang yg sangat brilian bocah jenius dari pulo belitong.. terlihat hebat..tapi.. kok biasa2 aja.. cuma memecahkan soal kecil???
    tapi.. it’s ok..yang terpenting.. telah hadir salah satu hasil karya anak bangsa.. yang sangat berbobot..
    and well…congret.. for.. all..
    Andrea Hirata, Riri Reza.. and Mb’ Mira Lesmana..semoga.. selalu dapat menghasilkan karya2.. yg lebih bagus.. lagi..
    Maju terus pantang Mundur..(he..he.. kayak lagu perjuanagan)and juga utk yg py blog.. selamat juga.. telah mengahadirkan blog dgn penuh celoteh2..beragam..bye..!!

  64. gue jadi jatuh cintong neh ma mahar.. huuuhuhuuhuhu… tenang boy.. serahkan kepada mahar dan alam…

  65. Saya search film LP di google dan akhirnya menemukan blog ini di urutan nomor empat dari list.
    Numpang komentar ya.

    TENTANG POSTINGAN INI
    Saya sangat tertarik membaca ulasan pemilik blog tentang film LP, berikut kritikan-kritikannya yang saya anggap memang cerdas dan masuk akal.

    TENTANG NOVEL LP
    Saya membeli novel ini setelah satu tahun terbit. Ya, memang sangat ketinggalan, tapi saya beruntung dapat membaca novel dengan nuansa yang baru. Bagus, lucu, banyak kesan dan hikmah yang dapat diambil.

    TENTANG PEMERAN LP
    Saya belum menonton filmnya (mungkin nunggu bajakannya ajah :D) jadi agak susah untuk berkomentar. Tapi jika membaca ulasan dan komentar-komentar yang masuk, belum nonton rasanya udah kecewa duluan. Rieke “Oneng”, Cut Mini, Tora… Ck ck ck… Kaya’nya eman-eman (sayang) kalo harus make mereka di film ini. Memang benar, kita ngga bisa menilai sebelum menonton akting mereka. Tapi yang namanya image akan selalu kebawa, di manapun mereka berada. Ngga bisa ilang. Misalnya kalo ngeliat Tora yang kebayang ya extravaganza. Rieke ya tahu sendiri lah. Apalagi Cut Mini? Aduh-aduh, saya kok kepikiran dan lebih setuju kalo yang jadi Bu Mus Inneke Koesherawati ya? Jauh lebih baik dari Cut Mini menurut saya…

    TENTANG TATA CARA MENULIS (KHUSUS POSTINGAN INI)-soanlnya yang lain belum baca🙂
    Boleh komentar dikit ya. Saya rasa tulisan pemilik blog sangat bagus dari segi isi, tapi sayang, tidak mengikuti kaidah tata cara penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Seperti misalnya, tidak ada spasi antarkalimat, ada tanda titik setelah tanda tanya atau tanda seru, tidak ada spasi setelah tanda koma, ada spasi sebelum tanda tanya, dan juga spasi sebelum titik dua dan titik koma. Menurut saya, sayang bila isi tulisannya bagus, tapi kaidah penulisannya kurang rapi.

    Sekian komentar saya, semoga dapat memberikan manfaat.

    Kata Saya ;
    Thanks atas komentar tentang kaidah penulisan saya.emang sih ini bukan karya ilmiah jadi nulisnya pun agak semrawut tapi saya berterima kasih sekali atas sarannya yang membangun.

  66. Tenang Boy..serahkan sama Mahar dan dan Alam…

    Alhamdulillah dapet nonton ni film setelah nunggu sekian lama…tadi nonton di Mall Taman Anggrek, niat awal di Citra Land ehh ternyata malah nggak muter lagi..untung MTA jalan dengan 2 studio sekaligus..jadi nggak terlalu rame…padahal 2 hari yang lalu di Atrium Senen antrian masih panjang banget…

    Cut Mini sayang sekali kalo punya waktu mungkin logatnya bisa dirapiin bukan ke Melayu Malaysia, memang rada mirip namun tetap ada perbedaan yang jelas dengan Logat Melayu Belitong..
    Miles dan Riri Riza hebat bisa membuat anak kampong bisa beracting oke..

    Sebagai anak Kampong yang lahir di Pulau ini dan berpamankan salah satu orang yang dianggap anggota laskar pelangi, sungguh kami mengapreseasikan film ini, lihatlah kesempatan yang diberikan kepada pemeran yang benar2 orang kampong…termasuk buaya yang juga memang benar2 asli belitong..

    Ironis memang disaat orang antri tiket nonton di bioskop justru orang belitong dak bisa nonton karena tidak adanya bioskop bahkan di Ibukota Propinsinya juga tidak punya…
    Setelah katanya di Belitong dianggap timahnya tidak ekonomis lagi oleh PN Timah dan juga ditinggalkan oleh PT. KIA…

    Untung ada ide layar tancep..tau jadi nggak dilaksanakan..

    Mari Mahar2 kita bantu Belitong maju…

    Lejuk lah rase di dade mengenang kampong nok jaoh…

    salam

    Dedet Kampong Ujong Tanjong

  67. filmnya overrated. tidak bikin orang yang menonton sesudahnya merasa tercenung. apalagi terlalu banyak bintang, bosen tau!

  68. […]Saya lahir tumbuh dan berkembang di desa Gantung Belitung yang dimasa kecil SD Muhammadiyah (yang asli) di Jl.Teratai Gantung itu adalah tempat bermain kami, sangat bangga dengan comment yang anda2 berikan walau kami belum dapat menonton filem tersebut seperti apa…karena di tempat kami sudah tidak ada bioskop lagi[…

  69. nimbrung… ahhh…..

    baca novelnya mantaps..
    Lihat poster filmnya jadi penasaran..

  70. filmnya seru banget
    pantas dapat award tuh…

  71. Kalo pendapat gw sih, tokoh2 yg meranin laskar pelangi semuanya mantap.
    Berkarakter dan Sesuai dengan apa yg saya bayangkan.
    Malahan saya tak menemui cacat apapun dalam film besutan Riri Riza ini.

    salut buat Riri dan Mira

  72. Setelah nonton filmnya menurutku siih, gak mengecewakan kayak film2 adaptasi novel lainnya spt AAC yang melenceng jauh, Cintapuccino yg bener2 salah casting untuk peran Nimo, ato Harry Potter yang bikin pengen cepet2 keluar dari bioskop.

    Bukan hal mudah memvisualisasikan sebuah novel kedalam sebuah film tanpa menggelitik daya kritis dari penonton. Sejauh ini, Riri Riza adl sutradara film di Indonesia yang paling punya komitmen untuk menyuguhkan film yang punya cast, setting, alur cerita yang tidak melenceng jauh dari harapan penonton yang sebelumnya telah membaca terlebih dahulu novelnya.

    Mari qta sebagai manusia di peradaban modern hendaknya tidak hanya mampu mencela karya manusia lainnya, krn salah satu ciri manusia modern adalah mampu mengakui dan memberikan apresiasi terhadap karya orang lain.

    Sukses teruz bwt Riri Riza n MiLes!

  73. Ente ngasih penilaian kaya orang ga mengenyam pendidikan. ente liat alur ceritanya begitu luar biasa. Masalah berbeda dengan novelnya, ente lihat apakanh mengurangi animo orang untuk nonton ? orang nonton itu untu hiburan coy bukan untuk membandingkan novel dengan filmnya. Film ini sangat luar biasa dari segi agama maupun pesan yang disampaikan yaitu walau serba kekurangan dengan perjuangan gigih pasti bisa sukses. Makanya ente kalau menilai sesuatu jangan hanya satu sisi……

  74. ikutan ya…

    Aku dah baca ketiga novelnya,Sang pemimpi, Edensor dan terakhir baca laskar Pelangi. baca yang agak tipis dulu.

    dua hr yg lalu aq smpt nnton ma temen2

    dari segi pemeran mank kyaknya lebih baik yang ga terlalu serg mncul di TV ato bioskop.

    truz anak-anak Blitong tu, akting Marcella terasa agk jauh dari krkter Flo di novel yg kesannya sgt bndel dan meriah.
    Kesan jenius Lintang jadi kurang,misalnya pd crds cermat soal2nya terlalu gmpang tp dia mesti agk lama mikirnya. jadinya dia terkesan cuma “pintar”, bukan “jenius”.
    pertanyaan terakhirpun yg kalo di novel akan sulit dimengerti kecuali oleh penggemar fisika malah diganti dengan soal tentang kecepatan dan jarak, tanpa ada trik/jebakan dalam soal.
    dan mgkn krn masalah wqtu,ga ada cuplikan karya2 nyata Lintang dlm kesehariannya.

    tapi,scra keseluruhan film ini SANGAT BAGUS.

  75. subhanlah…LP novel yang keren abis…blog yang bagus…kpnya blog gw bisa rame kaya gini??????

  76. heit…heit….ciat….ndus…film laskar pelangi tu tentang silat ya??? atau jagoan kamfung…

    heheh…
    sori cuma mu ngeramein ni blog…

    sumpah aku belum nonton ni film. dan kemungkinan bisa nonton di bioskop juga jauh bgt. (sssssttttt….bioskop di kota ku jadi gudang perlengkapan TNI, sapa tau di dalemnya ada senjata… mau tau dimana???)

    tapi….
    kalo diliat dari sontrek filmnya (lagu nidji) sih aq kecewa aja. ibu muslimahnya ga muslimah. ga macam di buku yang ada adegan bu muslimah menangis dengan jilbabnya yang selalu rapi. (terserah deh…kalo si minchik diatas marah, Trus ngmg “lo ga ngukutin andrea hirata yang…bla..bla…)

    apalagi para pemain lainnya…
    huh…boring….ngota semua. susah kayaknya untuk menikmati nilai dari novelnya yang betul2 menggambarkan kampung yang awam.

    lukman sardi itu, yang maen pilem “roda berputar, uang keluar” yang pernah tayang di global tv kan???
    wah…tu film bener2 bagus. asli. betul2 realita kehidupan dan sarat nilai. (cocok bg penonton yang uda jenuh dengan goyang laknat dewi persik dan inul. ups….maksudnya penonton yang uda bosan dengan tayangan sinetron percintaan dan perzinahan)

    hidup andrea!!!!! merdeka!!!!
    riri riza dan mira lesmana ???? ke laut aja…
    atau mereka lebih cocok jadi pemeran pawang buaya ato dukun di seberang lautan tu. aduh..sapa sih namanya, lupa!!!

    hidup laskar pelangi…
    buku keempatnya kapan keluar??? kabari aku ya…

  77. Laskar Pelangi adalah laskar sepeda? Terlalu banyak sepeda, dan sepeda lagi. Kameramannya terlalu asyik sama syuting sepeda. Kacaulah. Melewati buaya yg terlalu diulang-ulang. Sementara adegan naik perahu menyeberang laut untuk ke dukun, tidak digambarkan. Lagi2 film indonesia tidak mau repot, syuting dilaut dianggap terlalu bahaya. Lagian mana ada artis kita yang terbiasa dengan gelombang ha ha ha.
    Mira lesmana ternyata gagal menghadapi novel yang sudah laris ini. Mestinya harus ada produser yang mau total untuk menggarap film yang sangat indah dan ditunggu banyak penggemarnya. Para pendukung yang terdiri dari banyak bintang terkenal ini saja sudah menggambar betapa rendahnya apresiasi Mira terhadap LP. Khwatir gak laku, lebih baik bayar aris mahal dan memotong adegan yang sulit2. Jadilah LP seperti sinetron murah. Kasihan Andre Hirata ya, filmnya berakhir di tangan sineas yang pengecut.

  78. filmnya bagus tapi sepanjang film aku keganggu sama bapak2 yang hafal banget jalan ceritanya, sampe tiap scene dia pasti cerita, dan kalo ketawa keras banget, wah jadi pengen nonton lagi ah…

  79. orang2 pada sibuk ngomongin film laskar pelangi. mungkin kalo ditempat gue ada bioskop gue juga bakal ngasih komentar tentang film laskar pelangi. tapi sayang ditempat gue ga ada bioskop alias KOTA MATI

  80. sayang sekali..saya sama dengan rekan-rekan yang lain yang senasib..ditempat saya belom ada bioskop..hik..hik..hik..:-(, blom baca pula novel LP nya ….tapi dari tulisan temen-temen diatas..semnangat saya seperti yang ada di novel (katanya..kr..saya blom baca) LP…juga minta tolong ke temen yang dah punya pdf nya..bisa di sharing dong (mungkin bang andrea Hirata juga setuju..setuju ya bang..)

  81. Numpang…
    Sebelumnya salut buat Andrea Hirata, Riri Riza, Mira Lesmana dan teamnya.
    Kebetulan saya orang asli BABEL (Bangka Belitung) dan sudah menonton film ini berkali-kali.
    Menurut saya, selain anak2 asli pemeran Laskar Pelangi ada satu aktris yang bagus memerankan karakter orang Belitung yaitu Rieke Diah Pitaloka. Dialog2 Rieke yang paling pas dengan logat orang Belitung.
    Saya ambil contoh adegan pembukaan film, Rieke mengucapkan dialog “ikak” (ikak=kalian=melayu BABEl) dan adegan menyetrika baju dia mengucapkan “leteh-leteh” (leteh-leteh = letih-letih).
    Beberapa dialog ini saya acungin jempol, ini khas dialog orang melayu BABEL. Terharu sekali kata2 ini akhirnya bisa saya dengar lewat sebuah karya film yang sangat indah.
    Memang saya maklumin di film bernuansa daerah begini tidak bijaksana semua dialog harus menggunakan bahasa daerah (tentunya penonton tidak akan mengerti, kecuali dikasih teks), tapi untuk menyisipkan beberapa kata daerah tentunya haruslah yang benar dan tidak membingungkan. Ingat kata “sekulah” (sekulah=sekolah) ini pas sekali dan tentu semua penonton di nusantara mengerti.
    Untuk pemeran2 yang lain tidak mengecewakan, walaupun ada logat melayu Malaysia bngt dan logat Batak. Acting mereka bagus2.
    Overall ini film bagus banget (bukan nepotisme loh..), penontonnya juga fantastic!!!

    Salam,,,

  82. mana nyang punya blog???

    pengung ki…

  83. Alhamdulillah saya berhasil ngantri tiket LP di Megamal Pontianak setelah tayang 2 minggu, itupun hampir kehabisan kalau saja saya terlambat setengah jam saja untuk pertunjukan terakhir jam 9 malam. Memang animo masyarakat begitu luar biasa untuk menonton meskipun sudah dibuka 3 studio.Dari segi cerita, film ini memang sangat menarik meskipun agak berbeda dari novelnya. Saya paling takut sama cerita di novel yang menceritakan laskar pelangi bermain hujan, lalu ada yang berpura2 mati. Waktu membacanya saya sempat berpikir inikah akhir cerita LP. Tapi sayang, di filmnya nggak ada…
    Dari segi penokohan masih kurang maksimal, tidak seperti di novel yang luar biasa. Karakter Ikal pun tidak terlalu dalem. Saya hanya suka karakter si Mahar yang natural dan kocak. Si Lintang pun tidak begitu tergambarkan kejeniusannya. Jadi hampir semua tokoh LP tidak terlalu nampak penokohannya seperti di novelnya. Yang cukup bagus saya kira hanya di permainan kata-kata dan dialog yang begitu menggugah.
    Dari segi casting, anggota LP begitu luar biasa, apalagi si Lintang dan Mahar. Natural!!yang cukup mengganggu adalah Tora yang jadu guru PN. Pas pertama muncul di layar kirain nonton Extravaganza. Bener2 lucu and nggak cocok jadi guru. Bu Mus, lumayanlah, tapi saya benar2 nggak dapat spirit gurunya seperti di buku. Mungkin cocoknya diperankan oleh Inneke, neno Warisman atau Anneke Putri, atau Astri Ivo, atau malah orang yang ndak dikenal. Pak Harfan oleh Ikranegera, keren..!! Yang lain2 so far nggak berpengaruh kalau diperankan mereka.
    Ya, begitulah sangat susah untuk mencapai kesempurnaan. Tapi karya besar Riri dan Miles sangat patut kita hargai karena budaya kita sangat pelit untuk memberi pujian.
    Semoga LP menjadi film terbaik sepanjang masa…

  84. Buku dan Film laskar pelangi hebat … walaupun baru bisa nonton filmya tg 26 Okt 2008 kemarin. Tidak sia sia antri dari jam 9 pagi dan jauh2 dari boyolali ke Jogja hanya untuk film laskar pelangi,di solo nggak pernah dapet tiketnya. Anak2 & istri saya sangat puas berhasil nonton filmnya … disekolah dengan bangganya anak saya cerita sama temen2nya kalau dia sudah nonton … dan anak saya sudah pesan … yah kalau Sang Pemimpi sudah ada filmya, harus nonton lagi ya … sesak napas saya harus lari dari lantai satu ke lantai tiga pintu darurat Ambarukmo Plaza yogya … hanya untuk antri tiket … seumur hidup baru ini … FILM LASKAR PELANGI. Sukses Andrea Hirata … Maryamah Karpovnya kita tunggu.

  85. yang punya blog mana nih?para penggemarnye dikomentari tuh…

  86. […] Terakhir mba yi di Casting Film Laskar Pelangi :H… anita di About anita di Why they said Caina instead of… mahar di Laskar Pelangi : (a bit […]

  87. Teman-teman kalau mau mereview dan mengomentari FILM laskar pelangi silahkan posting ke tulisan saya yang satu INI OK?

  88. kalo dibilang kurang emang banyak kurangnya. tapi kalo dibilang bagus itu film bagus banget. lebih bagus dari yang sudah bagus.
    kurangnya….
    gw berharap semua anggota laskar pelangi yang asli nongol di endingnya. tapi ga ada.
    bagusnya…
    gimana ya, bingung gw. yang pasti gw udah non ton 3x dengn orang yang berbeda. klo yang ada mau dijadikan yang keempat hadiahnya nonton film laskar pelangi. mau?

  89. generally, this film get success, dan ceritanya oke;gak beda jauh ma novelnya, dan nggak salah2 amt karakternya. cm as the same as with u, a little bit dissappointed with tora yang kurang guru banget, lukman sardi yang kayaknya bukan andrea deh, and lintang dewasa yang terlalu cakep..

    tapi tetep ja movie ini bikin gua termehek-mehek..hiks..hiks…
    btw, gimana dapat info tentang hal2 beginian?kasih tips dung. maklum, new blogger

  90. LasPeL my LiFe……….
    gRa2 NnToN nE peLm aQ LngsuNg bRubaH mNjadi ssoRaNg yg LbeH mnGHarGai hdup……….
    wkTu nNtoN sRu bgT….!!!!!!!!!
    pkok.x sukses bwd k’ andRE,miLes pRoduction,Riri Riza, mwa nak LaskaR pelangi……………
    n tRuz bRjuaNg…….coz
    “LaskaR peLangi taxkaN tRikaT waktu.”

  91. cerita ini cukup menghiburkan, cuma p&p yg hendak disampaikan dlm cerita ini kurang jelas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: