WIKIPEDIA : Ku Tak Percaya Dirimu Lagi !


Bagi anda yang melek internet pasti tahu kan apa itu wikipedia.Itu lho,semacam ensiklopedia atau buku pintar online dimana kita dapat membaca penjelasan tentang berbagai macam hal di dunia ini.Wikipedia tersedia dalam berbagai pilihan bahasa dunia termasuk bahasa Indonesia nganti boso jowo. Sebelum hari dimana postingan ini saya buat,saya termasuk orang yang percaya dengan wikipedia.Hampir segala sesuatu yang tidak saya mengerti saya cari rujukannya di wikipedia mulai dari siklus carnot sampai nama-nama kecamatan di kabupaten Madiun-karena saya menganggap informasi yang ada di wikipedia cukup akurat,valid dan bisa dipertanggungjawabkan dan lagi wikipedialah yang selalu direkomendasikan mbah Google ketika ingin mendapat kejelasan tentang sesuatu.Tapi sejak hari ini,saya tidak akan pernah percaya 100% lagi terhadap validitas wikipedia!.Loh kok bisa,Mas? ya bisa!

Begini ceritanya,seorang teman melempar wacana di -milis alumni saya- mengenai kasak-kusuk yang sedang dibicarakan banyak orang tentang -siapa yang sebenarnya lebih pantas dijadikan pijakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.Budi Utomo (1908 ) ataukah Sarekat Islam (1905) ?.Saya yang penasaran pun akhirnya langsung membuka si buku pintar-wikipedia.Saya bandingkan penjelasan mengenai SI vs Budi Utomo.Pada saat itu saya mendapat penjelasan tentang SI seperti beriku ini ;(sengaja saya tidak sertakan link ke wikipedia karena artikel yang satu ini bisa dirubah bahkan dihapus sewaktu-waktu……there are so many haters out there…………..huh)

Syarikat Dagang Islam yang dilahirkan di Solo tahun 1905 dengan sifat nasional dan dasar Islam yang tangguh, pada tanggal 16 Oktober mendatang telah berumur lebih seabad.

  • George McTurnan Kahin, Nationalism and Revolution in Indonesia, Cornell University Press, 1952.
  • Awal pergerakannya diarahkan sebagai resistensi yang ditujukan langsung kepada Belanda yang memberikan prioritas utama dan perlindungan kepada pedagang Cina yang agresif dalam perdagangan dan industri. Anggaran Dasar SDI sebagaimana tercatat dalam Ensiklopedia Nasional Indonesia bertujuan untuk berikhtiar meningkatkan persaudaraan antaranggota dan tolong menolong di kalangan kaum muslim; berusaha meningkatkan derajat kemakmuran dan kebebasan negara. Organisasi ini meluas sampai lapisan masyarakat bawah. Beberapa tahun kemudian untuk lebih menonjolkan Islam, maka kata dagang dihilangkan.

    Syarikat Islam dengan sifat nasionalnya -membedakannya dengan BU- keanggotaannya meliputi seluruh bangsa Indonesia yang tersebar di seluruh kepulauan Indonesia. Ini dapat dilihat dari wajah para pemimpin SI.

    Lihatlah Samanhudi, Cokrominoto berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur; Agus Salimdan Muis dari Sumatera Barat dan A.M Sangaji dari Maluku. Dan dengan asas Islam, SI bersifat kerakyatan yang membedakannya dengan BU yang bersifat keningratan dan feodal. Dengan begitu SI betul-betul merakyat dan menyentuh hingga kepelosok-pelosok desa. Tahun 1916, tercatat 181 cabang SI di seluruh Indonesia dengan tak kurang dari 700.000 orang tercatat sebagai anggotanya, sampai tahun 1919 melonjak drastis hingga mencapai dua juta orang. Sebuah angka yang fantastis kala itu. Sedang BU dimasa keemasannya saja hanya beranggotan tak lebih dari 10.000 orang.

    Pada mulanya Belanda menolak kehadiran SI, tetapi kemudian diakui juga sebagai Badan Hukum atas nasehat Prof. Snouck Hurgronje pada tanggal 10 September 1912, namun oleh SI tanggal [[[16 Oktober]] 1905 tetap dipandang sebagai kelahirannya yang sejati, 3 tahun lebih dulu dari BU. Setelah berjuang bersama rakyat dalam suka duka, tokoh-tokohnya dipenjarakan atau ditembak mati oleh serdadu Belanda, dibuang ke Digul akhirnya SI turut ikut serta berhasil mengantarkan bangsa Indonesia mencapai cita-citanya menuju kemerdekaan. Dengan begitu jelaslah bahwa SI mempunyai andil besar dalam perjuangan kemerdekaan bangsa. Jadi amat ganjil jika kemudian bukan kelahiran SI yang dijadikan patokan hari Kebangkitan Nasional, melainkan BU yang sama sekali tidak memperjuangkan Indonesia merdeka. Apakah ini bukan manipulasi sejarah ?

    H. Agus Salim, Tamar Djaja, Ridwan Saidi, Anwar Harjono, Ahmad Mansyur Suryanegara, K.H. Firaus AN dan Adabi Darban pernah berkata bahwa tanggal berdirinya SDI lebih tepat disebut sebagai Hari Kebangkitan Nasional dan bukan tahun 1908 dengan patokan berdirinya Budi Utomo. Karena ruang lingkup BU hanyalah pulau Jawa dan bahkan hanya etnis Jawa dan Madura, sedangkan SI mempunyai cabang di seluruh Indonesia. Jadi inilah yang layak disebut nasional bahkan dalam Ensiklopedia Nasional mencatat kongres SI disebut sebagai Kongres Nasional.

    Pada Kongres Nasional I tahun 1916 dirumuskan sifat politik SI yang disahkan pada Kongres II berikutnya, 1917. Isi pokok organisasi antara lain mengharapkan hancurnya kapitalisme dan memperjuangkan agar rakyat nantinya akan dapat melaksanakan pemerintahan sendiri. Bahkan SI pulalah yang pertama kali memiliki Koran gerakan yang secara mahir mengikat solidaritas sebagai warga jajahan untuk merebut kemerdekaan. Tak kurang, M. Natsir dalam “Indoensisch Nationalism” mengatakan bahwa pergerakan Islamlah yang pertama meretas jalan dinegeri ini bagi kegiatan politik yang mencita-citakan kemerdekaan, yang telah menebarkan benih kesatuan Indonesia.

    Pramoedya Ananta Toer pun turut memberi komentar, menurutnya para aktor pergerakan Syarikat Islam lebih radikal dibandingkan Budi Utomo dalam menantang kekuasaan Belanda.

    Kongres SI

    Kongres pertama diadakan pada bulan Januari 1913. Dalam kongres ini Cokroaminoto menyatakan bahwa SI bukan merupakan organisasi politik, dan bertujuan untuk meningkatkan perdagangan antar bangsa Indonesia, membantu anggotanya yang mengalami kesulitan ekonomi serta mengembangkan kehidupan relijius dalam masyarakat Indonesia.

    Kongres kedua diadakan pada bulan Oktober 1917.

    Kongres ketiga diadakan pada tanggal 29 September hingga 6 Oktober 1918 di Surabaya. Dalam kongres ini Cokroaminoto menyatakan jika Belanda tidak melakukan reformasi sosial berskala besar, SI akan melakukannya sendiri di luar parlemen.

    Oke,dari penjelasan di atas saya cukup mendapat keterangan bahwa SI lebih dulu berdiri daripada Budi utomo dengan nama awal Sarekat Dagang Islam.Sifatnya pun inklusif,anggotanya dari berbagai suku.Hal ini menunjukkan sifat SI lebih kebangsaan daripada Budi Oetomo yang ekslusif karena hanya menerima orang Jawa dan madura saja!Gak percaya?baca ini deh!

    Tapi,apa yang terjadi saudara-sadara,hanya berselang sehari setelah saya baca artikel tentang SI seperti kutipan di atas lah kok ujug-ujug artikel tentang SI berubah jadi seperti ini

    Sejarah

    Organisasi ini awalnya berdiri dengan nama Sarekat Dagang Islam (SDI) pada tahun 1909 oleh Tirto Adhi Soerjo di Jakarta.

    Pada tahun 1911 SDI membuka cabang di Bogor dan di tahun yang sama, Haji Samanhudi, seorang pedagang batik di Surakarta, bergabung dengan SI, dan dalam waktu singkat SI memiliki cabang di beberapa kota, termasuk Surabaya.

    Awalnya, Sarekat Dagang Islam dibangun dalam menghadapi persaingan dengan pedagang Tionghoa. Pada awal tahun 1912, terjadi huru-hara anti-Tionghoa, yang kemudian oleh penguasa saat digunakan sebagai alasan untuk melarang organisasi SDI. Bulan September 1912, SDI berubah nama menjadi Sarekat Islam, dan mengangkat H. O. S. Cokroaminoto sebagai pemimpin. SI kemudian menjadi organisasi politik yang mempunyai peranan penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Sejak itu, keanggotaan SI berkembang pesat. Pada tahun 1916 SI memiliki 360.000 anggota, yang kemudian meningkat menjadi dua juta pada tahun 1919.

    Kongres SI

    Kongres pertama diadakan pada bulan Januari 1913. Dalam kongres ini Cokroaminoto menyatakan bahwa SI bukan merupakan organisasi politik, dan bertujuan untuk meningkatkan perdagangan antar bangsa Indonesia, membantu anggotanya yang mengalami kesulitan ekonomi serta mengembangkan kehidupan relijius dalam masyarakat Indonesia.

    Kongres kedua diadakan pada bulan Oktober 1917.

    Kongres ketiga diadakan pada tanggal 29 September hingga 6 Oktober 1918 di Surabaya. Dalam kongres ini Cokroaminoto menyatakan jika Belanda tidak melakukan reformasi sosial berskala besar, SI akan melakukannya sendiri di luar parlemen.

    Whats?Sarekat Dagang Islam berdiri tahun 1909?oleh Tirto Adhi Soerjo?Di Jakarta?.Kok artikelnya jadi ‘mengecilkan’ eksistensi SI ya?

    Lah yang benar yang mana?Sarekat Dagang Islam didirikan di Solo tahun 1905 oleh H.Samanhudi dengan paguyuban pedagang batik di kota Solo untuk menandingi dominasi pedagang tionghoa -ATAU- SDI memang didirikan di Jakarta tahun 1909 oleh Tirto Adhi Soerjo.Seingat saya yang diajarkan di pelajaran sekolah ya versi H. Samanhudi kalau Tirto Adhi Soerjo kok malah baru dengar sekarang.Ini dibuat-buat atau memang kenyataan?Oh oh I smell something dirty in here.Saya merasakan ada suatu konspirasi untuk membelokkan sejarah.Pasti ada ‘invisible hand ‘ yang bekerja untuk menutup-nutupi fakta tentang sejarah bangsa ini.Seperti yang menyertai perdebatan mengenai SI vs BU dewasa ini.

    Well,sepertinya masalah SI vs BU ini perlu dibahas dalam bab tersendiri.Yang jelas,karena kejadian ini saya jadi SADAR bahwa artikel di wikipedia itu tidak bisa dijadikan pegangan.Dalam hitungan jam bisa berubah 180 derajat karena sifatnya yang memang terbuka bagi siapa saja untuk menyunting bahkan menghapus suatu artikel.Dalam kebingungan saya tentang kevalidan artikel di wikipedia,saya menemukan artikel yang bagus ini.Jadi lengkaplah sudah kekecewaan saya terhadap wikipedia.

    So wikipedia ,I trust you no more !

    8 Tanggapan

    1. He heh ehe, jangan pernah percaya sama sekali dengan Wikipedia Indonesia. Karena kapabilitas orang-orang yang menulis didalamnya. Kalau mau contoh lain, cari direktori bagian tokoh Indonesia di Wikipedia. Anda pasti akan terheran-heran dibuatnya, terutama masalah kapabilitas orang yang dianggap menjadi tokoh Indonesia tersebut.

      Komen Saya;He..He …jaman sekarang memang susah mencari sesuatu yang bisa dipercaya.

    2. heee2x
      dari dahulu kita tidak pernah percaya lho….
      soalnya cara pembuatannya asalcomot aja

    3. biasa…kata para guru sejarah, sejarah itu tergantung siapa yang nulis
      masak gak inget sama buku2 sejarah kita pas SD (berlaku bagi yang mengalami masa SD 1980-1990an) bener2 bukan fakta fren! banyak yang bulshitt! kadang malah jayak cerita anak2 terlalu super hero, apalagi tentang pemberantasan PKI. walah…walah…

    4. Membaca posting ini saya semakin faham kenapa dosen saya sangat tidak merekomendasikan referensi karya tulis dari wikipedia.

    5. wikipedia indonesia itu masih banyak yang artikelnya kurang selain itu banyak yang keliru lagi pas saya lihat dibuku di tv maupun kenyataannya.

    6. suatu hari ada anak SD menanyakan satu soal ke saya (seingatku soal IPS) lalu saya carikan jawabannya by asking mbah gugel lalu oleh mbah gugel ditunjukkan jalan ke wikipedia. Ketemu jawabannya dan esoknya anak SD itu bilang jawabannya salah.

      OMG….! ternyta oh ternyata…

      sejarah memang milik yang menang

    7. iyaaaa phaaaa????
      bka aj d direktorii ver english…^^
      hahahhaah
      sya cma seu org mrid
      memakai bju putoh biru

    8. iyaaaa sayaaa jga cari tugas ttg bnataang langka…
      tapiii kt bu guru saya.. bnatang yg d sebutkan d wikipedia itu bkan bnatang langkaa….GYYYYAAA!!!!!

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: