“Sudah saatnya mendapatkan pelayanan yang cepat dan berkualitas“.
Itulah tag yang dijadikan kampanye pengawasan terhadap pelayanan publik oleh OMBUDSMAN.
Anda sudah pernah lihat iklan layanan masyarakat OMBUDSMAN tentang pengawasan pelayanan publik untuk mencegah maladministrasi di media TV belakangan ini?
Kalau belum,di iklan itu digambarkan beberapa praktek administrasi yang menyimpang sampai sikap aparat pelayanan publik yang sangat tidak profesional seperti petikan iklan OMBUDSMAN yang (kalau tidak salah) kira-kira seperti di bawah ini :
wanita muda :”gimana sih pak,katanya gratis kok disuruh bayar“……………….
aparat nakalMembentak)”sudah bagus masih diurusin!!!”
wanita mudaSegera menelepon dan melapor kepada OMBUDSMAN) “Halo,Ombudsman!!!….”
Tentunya tidak sedikit dari anda yang mempunyai pengalaman menemui aparat yang ‘ngeselin’ seperti contoh di iklan OMBUDSMAN tersebut.
Siapa sih OMBUDSMAN itu?yang jelas OMB UDSMAN itu bukan suaminya TANTE UDSMAN ya.OMBUDSMAN adalah pengawas pelayanan publik untuk mencegah maladministrasi.
Sudah bukan rahasia lagi apabila di negeri ini seringkali proses administrasi yang seharusnya mudah menjadi sulit setengah mati,yang seharusnya satu meja tapi dipingpong sana-sini,yang seharusnya gratis tapi masih juga ada pungli dan embel-embel ‘biaya administrasi’,permintaan ‘tanda terima kasih’ atau uang rokok.
Kalau anda masih menemui praktek pelayanan publik yang penuh pungli atau pelayanan birokrasi yang berbelit-belit?Jangan khawatir,mulai sekarang anda bisa melaporkannya kepada OMBUDSMAN.Bila memang dirasa perlu laporkanlah saat itu juga.Saat anda dihadapkan dengan aparat pelayanan publik yang suka main ‘ping-pong’ dan meminta biaya-biaya siluman atau saat anda menemui aparat pelayanan publik yang bersikap tidak simpatik dan tidak profesional.Jangan lupa mencatat nama dan nomor induk kepegawaian aparat yang bersangkutan untuk kepentingan pengaduan.
Hal ini sebagai pembelajaran terhadap aparatur pelayanan publik yang nakal dan masih bermental ‘terbelakang’ seperti yang dicontohkan iklan OMBUDSMAN di TV-TV dan sebagai pencegahan terjadinya maladministrasi di sektor layanan publik.
Tapi sebenarnya ada beberapa hal yang juga harus di rubah pada pihak publik sendiri sebagai pihak yang seharusnya DILAYANI dan bukan melayani.Sudah menjadi budaya bagi masyarakat kita apabila berurusan dengan aparat yang berseragam akan merasa segan dan apabila disediakan fasilitas dan pelayanan yang bersifat gratis alias tidak perlu membayar maka yang terjadi adalah publik sendiri seringkali merasa sungkan apabila tidak memberi imbalan walaupun sekedar untuk uang rokok dan ini sering dimanfaatkan oleh aparat yang bermental bobrok.Contoh kasusnya adalah derek gratis di jalan tol yang pada kenyataanya tidak gratis.
Padahal hal-hal seperti inilah yang semakin menyuburkan praktek pungli dimana-mana.Karena masyarakat sebagai pihak yang seharusnya dilayani tidak bisa mengambil posisi sebagai pihak yang harus dilayani dan kurang berani meminta haknya sendiri.Budaya segan,malu,takut dan lebih senang mendiamkan praktek-praktek menyimpang inilah yang seharusnya dihilangkan dari masyarakat kita sebagai pengguna pelayanan publik.
Adanya layanan aduan kepada OMBUDSMAN ini mungkin bisa jadi langkah awal bagi masyarakat untuk menghilangkan sedikit demi sedikit budaya-budaya yang merugikan sekaligus mengontrol kinerja aparat pelayanan publik secara langsung.
Tentunya layanan aduan ini tidak serta merta akan menghilangkan praktek-praktek maladministrasi pada sektor pelayanan publik dengan seketika tanpa adanya niat baik dari aparatur sendiri.Akan tetapi,harus diakui ini adalah sebuah langkah maju bagi sektor pelayanan publik di negeri ini yang masih amat sangat jauh dari profesional.
Untuk pihak aparatur sendiri saya masih mengharapkan agar bisa bekerja secara lebih profesional lagi dan meninggalkan sistem birokrasi yang bertele-tele dan sikap kerja yang korup,tidak efisien dan tidak punya semangat melayani masyarakat.Ingat,duit gaji anda berasal dari rakyat.Jadi jangan sekali-kali mengkhianati dan mempersulit rakyat dalam urusan birokrasi dan administrasi.
Sedangkan untuk OMBUDSMAN semoga saja langkah ini tidak hanya terhenti pada tataran sosialisasi,pembukaan hotline aduan dan penayangan iklan di media massa saja tapi harus juga diikuti dengan tindakan nyata terhadap aduan yang disampaikan publik.Jangan hanya membuka layanan aduan tanpa adanya follow up terhadap keluhan publik.
Berikut ini alamat kontak OMBUDSMAN untuk daerah Jakarta dan sekitarnya(sebaiknya anda catat sehingga bisa digunakan saat menemui aparat atau praktek pelayanan publik yang menyimpang):
Jl. Aditiawarman No 43 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 1260
Telp. 021-725 8574 Fax. 021-725 8579
Atau langsung log in ke www.ombudsman.go.id atau email: ombudsman@ombudsman.go.id
picture by Jorge Ilieff
DIarsipkan di bawah: Bebas










Tks atas tulisannya, dengan tulisan ini berarti telah berpartisipasi melawan penyimpangan disektor pelayanan publik.
Harusnya iklan/pariwara terus digencarkan, agar msy lebih tahu cara kerja ombudsman. Dan dipermudah akses masuknya. tks
banget!!!
penyimpangan administrasi publik (khususnya pungli) harus segera diberantas,,,dari sekarang.. thks
Mang…se7 bnget…….,mua pelyn publik hrs gak ada korupsinya…….. ……..msih anget n alami ndir urus izin penebangan pohon di tnh ndiri,kok….dah dpt izin, eh……msh disrh buat izin lg,pk duit lg…..dsr matre..mt duitan,tolong ombudmens….sub din Pertamanan jak-sel dan di kec.keb.lama….msh minta duit tuk kluarin izin….gimana….tuh,hr gini masih …nyalo..lo..lo..lo
Kepada Yth. :
Bapak Pimpinan Ombudsman
di -
Jakarta.
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Selamat Pagi dan Salam Sejahtera
Saya M.Gunawan Mewakili semua Teman Tenaga Honorer di Seluruh memohon kiranya Bapak dapat memperjuangkan Nasib para Tenaga Honorer di Seluruh Indonesia agar diangkat menjadi CPNS, bila terangkat menjadi CPNS para Tenaga Honorer yang sudah ada NITH dari BAKN Pusat, saya akan lebih giat lagi bekerja di Instansi yang saya bekerja, saya memberikan kalimat Sentuhan Hati buat semua Para Pejabat Tinggi Untuk memperhatikan Orang Kecil yaitu dengan Kalimat :
LUKA YANG PALING MENYAKITKAN DALAM HIDUP BUKANLAH KEMATIAN, NAMUN MENJADI ORANG YANG DIABAIKAN.
LUKA YANG PALING MENYEKITKAN DALAM HIDUP BUKANLAH KEMATIAN, NAMUN MENJADI ORANG YANG DILUPAKAN