<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Tanggapan pada: Acara sahur yang ngawur</title>
	<atom:link href="http://almaokay.wordpress.com/2008/09/07/acara-sahur-yang-ngawur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://almaokay.wordpress.com/2008/09/07/acara-sahur-yang-ngawur/</link>
	<description>Everything Is Gonna Be Okay</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Nov 2009 00:00:31 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: sOLid_sNake</title>
		<link>http://almaokay.wordpress.com/2008/09/07/acara-sahur-yang-ngawur/#comment-295</link>
		<dc:creator>sOLid_sNake</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 18:59:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://almaokay.wordpress.com/?p=282#comment-295</guid>
		<description>untuk ibu Ti2k,,

Satu hal bahwa saya mengomentari anda bukan berarti saya melarang anda untuk menyampaikan satu ayat bu,,,gitu,,
wah kalo saya sampe ada tujuan melarang seorang muslim untuk menyampaikan ayat&quot;ALLAH,,, waduh,,, ngeri sekali,,, ngeri kena azab,,,

saya kan dari awalnya sudah bilang bahwa saya mengkomentari bukan berarti sayalah yang benar,,,
dan cuma ingin menyampaikan masukan bahwa apabila ingin menyampaikan satu ayat,,,ada baiknya,,,seblum qta sampaikan,,,ayat yang disampaikan itu jelas maksudnya (yang terkandung di dalam AL&#039;QURAN) diperuntukkan oleh siapa,,,

kalau pun saya ambil satu ayat,,,

{Al Qiyaamah 16:
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.}


oyah terimakasih atas masukan bukunya,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>untuk ibu Ti2k,,</p>
<p>Satu hal bahwa saya mengomentari anda bukan berarti saya melarang anda untuk menyampaikan satu ayat bu,,,gitu,,<br />
wah kalo saya sampe ada tujuan melarang seorang muslim untuk menyampaikan ayat&#8221;ALLAH,,, waduh,,, ngeri sekali,,, ngeri kena azab,,,</p>
<p>saya kan dari awalnya sudah bilang bahwa saya mengkomentari bukan berarti sayalah yang benar,,,<br />
dan cuma ingin menyampaikan masukan bahwa apabila ingin menyampaikan satu ayat,,,ada baiknya,,,seblum qta sampaikan,,,ayat yang disampaikan itu jelas maksudnya (yang terkandung di dalam AL&#8217;QURAN) diperuntukkan oleh siapa,,,</p>
<p>kalau pun saya ambil satu ayat,,,</p>
<p>{Al Qiyaamah 16:<br />
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.}</p>
<p>oyah terimakasih atas masukan bukunya,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sheren</title>
		<link>http://almaokay.wordpress.com/2008/09/07/acara-sahur-yang-ngawur/#comment-291</link>
		<dc:creator>Sheren</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 10:46:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://almaokay.wordpress.com/?p=282#comment-291</guid>
		<description>Sebetulnya sih ga setuju2 amat, karena kalo ga lucu kenapa orang2 bisa tertawa ?? Ya &#039;kan ?

Saya lebih ga suka sama sinetron sekarang, alur cerita monoton dan intinya selalu sama : rebutan harta warisan atau pacar. Coba kalo ceritanya rada fantasi dikit, penonton pasti nggak bosen. Tapi ya namanya selera orang, kita nggak bisa maksa sih . . .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebetulnya sih ga setuju2 amat, karena kalo ga lucu kenapa orang2 bisa tertawa ?? Ya &#8216;kan ?</p>
<p>Saya lebih ga suka sama sinetron sekarang, alur cerita monoton dan intinya selalu sama : rebutan harta warisan atau pacar. Coba kalo ceritanya rada fantasi dikit, penonton pasti nggak bosen. Tapi ya namanya selera orang, kita nggak bisa maksa sih . . .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lala</title>
		<link>http://almaokay.wordpress.com/2008/09/07/acara-sahur-yang-ngawur/#comment-288</link>
		<dc:creator>lala</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 04:03:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://almaokay.wordpress.com/?p=282#comment-288</guid>
		<description>artikel anda patut diacungi jempol...kalau diadakan survey pasti banyak yang  pro dengan artikel anda. 1/3 malam terakhir adalah 
waktu yg. sangat baik untuk memohonkan do&#039;a kepada Allah Swt.
Bagi yg tidak setuju dengan artikel acara sahur yg. ngawur sebaiknya bikin artikel sendiri dan tidak mengotori dng. komentar2 yg. tidak pas apabila dimuat dibulan ramadhan  begini. Mudah2an th. depan acara seperti yg. sekarang ini sudah berubah. Kita do&#039;akan yuk</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>artikel anda patut diacungi jempol&#8230;kalau diadakan survey pasti banyak yang  pro dengan artikel anda. 1/3 malam terakhir adalah<br />
waktu yg. sangat baik untuk memohonkan do&#8217;a kepada Allah Swt.<br />
Bagi yg tidak setuju dengan artikel acara sahur yg. ngawur sebaiknya bikin artikel sendiri dan tidak mengotori dng. komentar2 yg. tidak pas apabila dimuat dibulan ramadhan  begini. Mudah2an th. depan acara seperti yg. sekarang ini sudah berubah. Kita do&#8217;akan yuk</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nandi</title>
		<link>http://almaokay.wordpress.com/2008/09/07/acara-sahur-yang-ngawur/#comment-285</link>
		<dc:creator>nandi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 08:35:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://almaokay.wordpress.com/?p=282#comment-285</guid>
		<description>ya... saya setuju sekali dengan pendapat anda tentang acara 
sahur yang ada distasiun TV. Semua Stasiun TV menampilkan
acara lucu tapi ga lucu. lucunya hanya menyerempet soal fisik, banci dan sebagainya...

Cuma dua acara TV yang bagus menurut saya yaitu PPT di SCTV dan
Tafsir Al Misbah &amp; Sukses Syariah di Metro TV. Acara ini memang
mempunyai bobot tersendiri</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya&#8230; saya setuju sekali dengan pendapat anda tentang acara<br />
sahur yang ada distasiun TV. Semua Stasiun TV menampilkan<br />
acara lucu tapi ga lucu. lucunya hanya menyerempet soal fisik, banci dan sebagainya&#8230;</p>
<p>Cuma dua acara TV yang bagus menurut saya yaitu PPT di SCTV dan<br />
Tafsir Al Misbah &amp; Sukses Syariah di Metro TV. Acara ini memang<br />
mempunyai bobot tersendiri</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ti2k</title>
		<link>http://almaokay.wordpress.com/2008/09/07/acara-sahur-yang-ngawur/#comment-284</link>
		<dc:creator>ti2k</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 06:44:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://almaokay.wordpress.com/?p=282#comment-284</guid>
		<description>Mas Alma maaf saya  kembali lagi…..

 sOLid_sNake..........     Agar tidak rancu saya perlu memberi penjelasan.I don&#039;t care dengan penonton TV yg. Suka terawa.

Disini saya sedang mengunjungi blog “Almaokay’s” dan  Suarat At Taubah  Ayat  82 Itu  tentu  untuk mas Alma   (pemilik Blog ini). 
Sebagai support dari saya  karena dia telah menulis artikel yang bagus dan berani menegakkan kebenaran…………itu menurut  pendapat saya . Terutama pada kalimat yang tertulis dibawah ini.
…………..Terlebih di saat-saat sahur dimana umat Islam butuh sesuatu untuk menambah semangat dan keimanan mereka dalam menjalankan ibadah puasa.

Saya belum pernah mendengar ada undang2 yang melarang seorang muslim mengajak muslim lainya untuk membaca ayat suci….walaupun itu Cuma 1 ( satu ) ayat. 

Tapi kalau itu anda anggap salah …Ok saya terima… karena kesalahan  itu milik Bunda “Dorce eh Bunda Ti2k …… Dan kesempurnaan adalah milik Allah SWT.

  sOLid_sNake ………  saya akan merekomendasikan sebuah buku  bernuansa Islami yang  bisa anda baca  sambil ngabuburit dibulan puasa yang penuh berkah, rahmat  dan ampunan ini, sebagai ucapan terimakasih telah mengomentari komentar saya  dan  juga salam perkenalan melalui dunia maya ini…….berikut  sebagian yang  saya  kutip special untuk anda  .

“Jika kamu merasa memiliki kelebihan,maka merasa beratlah untuk menyebut dan menampakkanya. Ketahuilah, apabila  kelebihanmu Nampak dengan cara seperti itu, maka justru hati manusia akan menetapkan lebih banyak aibmu, ketimbang menetapkan kelebihanmu” (hal  7 )dikutip dari buku “ Menjadi Muslim Pandai Bergaul” Penulis :  Muhammad bin Ibrahim al_hamd.   Agar tidak  “RANCU”  silakan  anda  membacanya sendiri . Ada 160 halaman. 

Untuk mas Alma …apabila  anda tidak bekenan dengan tulisan  saya  ini  anda bisa menghapusnya….Saya  menunggu artikel2 terbaru anda……. tetaplah berkarya ….dan tetaplah menjadi hamba Allah  yang Sholeh dengan selalu mengingatNya.

( Allah berfirman : I am present when My sevant thinks of Me. If he remember Me inwardly I shall remember him inwardly, and if he remembers Me among people, I shall remember him among people who are better than they) Hadis Riwayat Imam Bukhori.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Alma maaf saya  kembali lagi…..</p>
<p> sOLid_sNake&#8230;&#8230;&#8230;.     Agar tidak rancu saya perlu memberi penjelasan.I don&#8217;t care dengan penonton TV yg. Suka terawa.</p>
<p>Disini saya sedang mengunjungi blog “Almaokay’s” dan  Suarat At Taubah  Ayat  82 Itu  tentu  untuk mas Alma   (pemilik Blog ini).<br />
Sebagai support dari saya  karena dia telah menulis artikel yang bagus dan berani menegakkan kebenaran…………itu menurut  pendapat saya . Terutama pada kalimat yang tertulis dibawah ini.<br />
…………..Terlebih di saat-saat sahur dimana umat Islam butuh sesuatu untuk menambah semangat dan keimanan mereka dalam menjalankan ibadah puasa.</p>
<p>Saya belum pernah mendengar ada undang2 yang melarang seorang muslim mengajak muslim lainya untuk membaca ayat suci….walaupun itu Cuma 1 ( satu ) ayat. </p>
<p>Tapi kalau itu anda anggap salah …Ok saya terima… karena kesalahan  itu milik Bunda “Dorce eh Bunda Ti2k …… Dan kesempurnaan adalah milik Allah SWT.</p>
<p>  sOLid_sNake ………  saya akan merekomendasikan sebuah buku  bernuansa Islami yang  bisa anda baca  sambil ngabuburit dibulan puasa yang penuh berkah, rahmat  dan ampunan ini, sebagai ucapan terimakasih telah mengomentari komentar saya  dan  juga salam perkenalan melalui dunia maya ini…….berikut  sebagian yang  saya  kutip special untuk anda  .</p>
<p>“Jika kamu merasa memiliki kelebihan,maka merasa beratlah untuk menyebut dan menampakkanya. Ketahuilah, apabila  kelebihanmu Nampak dengan cara seperti itu, maka justru hati manusia akan menetapkan lebih banyak aibmu, ketimbang menetapkan kelebihanmu” (hal  7 )dikutip dari buku “ Menjadi Muslim Pandai Bergaul” Penulis :  Muhammad bin Ibrahim al_hamd.   Agar tidak  “RANCU”  silakan  anda  membacanya sendiri . Ada 160 halaman. </p>
<p>Untuk mas Alma …apabila  anda tidak bekenan dengan tulisan  saya  ini  anda bisa menghapusnya….Saya  menunggu artikel2 terbaru anda……. tetaplah berkarya ….dan tetaplah menjadi hamba Allah  yang Sholeh dengan selalu mengingatNya.</p>
<p>( Allah berfirman : I am present when My sevant thinks of Me. If he remember Me inwardly I shall remember him inwardly, and if he remembers Me among people, I shall remember him among people who are better than they) Hadis Riwayat Imam Bukhori.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sOLid_sNake</title>
		<link>http://almaokay.wordpress.com/2008/09/07/acara-sahur-yang-ngawur/#comment-280</link>
		<dc:creator>sOLid_sNake</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 16:40:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://almaokay.wordpress.com/?p=282#comment-280</guid>
		<description>saya ingin mengkomentari statement dari no.28 (Ti2k)

hai bu,,,,

anda membuat suatu pernyataan dengan satu buah surat At Taubah 82,,

aduh si ibu ini,,,
sebelumnya saya mntamaap dulu mngkomentari ibu Ti2k no:28,saya yg masih muda bukan brarti saya sok tua banget nasehatin yang tua,,,dan bukan brarti sayalah yg benar,,,
(cuma mo kasih masukan aja,,,)

kalau ibu ingin menyatakan/menjelaskan suatu hal/pendapat dengan mngambil/ngebahas suatu ayat/surat AL-QUR&#039;AN jangan setengah&quot; bu,,,jangan sepotong&quot;,,,ujungnya/apa yg dimaksudkan ibu itu akan jadi rancu,,,
apa maksudnya orang yang banyak ketawa itu adalah orang yg nonton  tv ato apalah ngeliat ssuatu banyak hal yang lucu yg bisa ngebuat qta trus bnyak ktawa,,???
ato hal yang bagaimana bu,,?? sehingga ibu bisa banget memasukkan/menghubungkan hal itu dengan
surat At-Taubah 82,,

anda liat lagi lah,,,anda liat dan dibaca dari ayat 1,,,,trus pahamin klo sbnernya surat At Taubah itu diperuntukkan/diceritakan untuk/kepada siapa sih,,,apa sih sbnernya pokok permasalahan ayat itu,,,

jangan langsung loncat ke:82 bu,,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya ingin mengkomentari statement dari no.28 (Ti2k)</p>
<p>hai bu,,,,</p>
<p>anda membuat suatu pernyataan dengan satu buah surat At Taubah 82,,</p>
<p>aduh si ibu ini,,,<br />
sebelumnya saya mntamaap dulu mngkomentari ibu Ti2k no:28,saya yg masih muda bukan brarti saya sok tua banget nasehatin yang tua,,,dan bukan brarti sayalah yg benar,,,<br />
(cuma mo kasih masukan aja,,,)</p>
<p>kalau ibu ingin menyatakan/menjelaskan suatu hal/pendapat dengan mngambil/ngebahas suatu ayat/surat AL-QUR&#8217;AN jangan setengah&#8221; bu,,,jangan sepotong&#8221;,,,ujungnya/apa yg dimaksudkan ibu itu akan jadi rancu,,,<br />
apa maksudnya orang yang banyak ketawa itu adalah orang yg nonton  tv ato apalah ngeliat ssuatu banyak hal yang lucu yg bisa ngebuat qta trus bnyak ktawa,,???<br />
ato hal yang bagaimana bu,,?? sehingga ibu bisa banget memasukkan/menghubungkan hal itu dengan<br />
surat At-Taubah 82,,</p>
<p>anda liat lagi lah,,,anda liat dan dibaca dari ayat 1,,,,trus pahamin klo sbnernya surat At Taubah itu diperuntukkan/diceritakan untuk/kepada siapa sih,,,apa sih sbnernya pokok permasalahan ayat itu,,,</p>
<p>jangan langsung loncat ke:82 bu,,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sOLid_sNake</title>
		<link>http://almaokay.wordpress.com/2008/09/07/acara-sahur-yang-ngawur/#comment-277</link>
		<dc:creator>sOLid_sNake</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 17:40:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://almaokay.wordpress.com/?p=282#comment-277</guid>
		<description>dari sekian bnyak pernyataan diatas,,

yang punya sikap, paradigma, n wawasan pikiran yang luas n gak bersifat egois no:22,23(ionk n bleregh),,,
n juga statement yang menarik itu yg no:26,,bagus bro/sis,,,bner tuh,,,acara kuis aja kok dipermasalahin,,,klo gak suka ya gausah nonton aja,,,gitu aja kok repot,,,

bner&quot; dah,,,,
kbnyakan memandang dirinya benar tapi gak melihat scara kseluruhan,,,
mengkritik tapi gak bersifat ngebangun,,,malah terlihat kesan egois,,,

Mengkritik n mengkomentari itu hal yang sangat mudah,,,
gak knal anak kecil,muda,dewasa,tua smua jg bisa komentar,,,
tapi klo mengkritik tanpa ada unsur ngebangun,,,,mengkomentar malah ngejatuhin,,,
duh gatau deh tuh orang maunya apaan,,,
jangan cuma jadi tong kosong nyaring bunyinya,,,
cobalah anda realisasikan bahwa anda itu benar,,,,buktikan,,,,

manknya ngebuat ssuatu sperti acara sahur yg sdang diperdebatkan itu ngebuatnya gampang apa,,,
butuh pengorbanan,,,tnaga dan pikiran,,,
kalo ada yg bilang acara itu gak kreatif,,,cobalah anda buat dan wujudkan/nyatakan klo anda lebih kreatif daripadanya,,,jangan cuma bisanya ini itu doank,,,

apalagi mereka yg terlibat acara itu kan mayoritas bragama Muslim,,,
sesama agama,,,,sesama sodara ya jangan saling mnjatuhkan donk,,,hargai usaha kerja keras mereka,,,toh juga mreka itu tujuannya yah gak lain untuk ngehibur pemirsa doank,,,
kalo ada yang gak suka sm acaranya,,,,yah nontonlah yang disukain,,,
selera orangkan beda&quot;,,

Kesalahan Milik Manusia dan
ksempurnaan hanyalah MILIK ALLAH,,


Selamat Menunaikan Ibadah Puasa,,,!!!


&lt;strong&gt;
@sOLid_sNake&lt;/strong&gt;,thanks udah komen.

&lt;blockquote&gt;yang punya sikap, paradigma, n wawasan pikiran yang luas n gak bersifat egois no:22,23(ionk n bleregh),,,
n juga statement yang menarik itu yg no:26&lt;/blockquote&gt;
Banyak yang bilang penilaian atas sikap,paradigma dan wawasan pikiran yang luas itu sangat subyektif Bro.Tergantung dari kesamaan ideologi,kepentingan dan &lt;em&gt;value&lt;/em&gt; yang dimiliki.

Bro snake,kalau mau sedikit bersikap-dewasa-sebenarnya tidak semua hal bisa diselesaikan dengan pendekatan &quot;gitu aja kok repot&quot; lho.

Soal apabila kita merasa ada sesuatu tayangan yang buruk terus ya udah kita ganti channel aja gak usah ditonton.Yap,tanpa Bro minta pun saya sudah melakukan itu tapi apa kalau kita tahu itu buruk terus kita diem aja.lalu masalah selesai.Kayaknya juga kurang bener juga Bro.

Terus apa salah kalau kita lihat sesuatu yang menurut kita buruk terus kita bilang itu buruk.Ini kan hanya masalah menyampaikan pendapat Bro.

Dalam agama saya diajarkan kalau melihat sesuatu yang nggak baik itu dilawan dengan kekuatan,kalau nggak bisa dengan lisan,kalau nggak bisa lagi ya dalam hati saja.Yang terakhir itu selemah-lemahnya iman.
Tapi ya nggak bener juga dong kalau kita berlindung di kategori yang terakhir itu dan &#039;menikmati&#039; selemah-lemahnya iman kita dengan selalu kembali ke konsep &quot;gitu aja kok repot&quot;.Yo&#039;i nggak,Bro?

Bro snake,kalau sampean bilang saya ngritiknya gak ada unsur ngebangunnya.Masak sih?atau jangan-jangan Bro sudah keburu emosi duluan karena tahu &lt;em&gt;point of view&lt;/em&gt; saya beda dengan anda?Coba deh,&lt;em&gt;please check and read carefully some of quotations I take from my article&lt;/em&gt;.

&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;Semoga sisa Ramadhan yang tinggal 3 minggu lagi ini bisa dijadikan waktu bagi orang-orang kreatif di TV untuk merubah kemasan acara menjadi lebih cerdas dan beris&lt;/em&gt;i &lt;/blockquote&gt;

&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;Sebaliknya kita sebagai pemirsa TV seharusnya jauh lebih bijak dan lebih cerdas dalam memilih tontonan&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;

&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;Bolehlah anda senang humor dan sesekali melepas tawa tapi pilihlah humor yang cerdas dan berbobot.
Jangan lupakan juga bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda :
“Janganlah engkau memperbanyak tawa, karena sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati”&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;

&lt;em&gt;See&lt;/em&gt;,saya masih menaruh harapan kok kepada pihak stasiun TV dan orang-orang kreatifnya untuk meningkatkan bobot acaranya.Saya juga berusaha membangun kesadaran pemirsa dalam memilih tontonan (sahur) dan saya juga berusaha membangun dan merekonstruksi kesadaran dan keimanan &#039;saudara seiman&#039; saya dengan melampirkan sabda Rasulullah SAW.Itu Rasulullah lho Bro yang bilang bukan saya. :)

Tapi kalau artikel saya masih dirasa tidak membangun menurut Bro Snake ya maap karena kita tidak akan pernah bisa memuaskan semua orang,&lt;em&gt;right Bro&lt;/em&gt;?.

Dan Kalau Bro bilang,

&lt;blockquote&gt;apalagi mereka yg terlibat acara itu kan mayoritas bragama Muslim,,,
sesama agama,,,,sesama sodara ya jangan saling mnjatuhkan donk,,,hargai usaha kerja keras mereka&lt;/blockquote&gt;

ehm,..kalau saya sih gak lihat agamanya Bro.Kalau emang saya rasa tidak cukup bagus ya akan saya bilang gak bagus.Bukan berarti karena punya &lt;em&gt;religion&lt;/em&gt; sama terus kalau buruk-kita bilang bagus.Gak fair kalau seperti itu Bro.Kalaupun ada teman yang tidak seiman tapi kualitasnya bagus ya akan saya bilang bagus.Justru kalau &lt;em&gt;sodara&lt;/em&gt; seiman kita jalannya salah sudah jadi kewajiban kita untuk mengingatkan Bro.Bukan malah membiarkan.Bener gak sih Bro?

Oh ya saya nulis beginian gak bermaksud menjatuhkan orang lain kok Bro Snake,&lt;em&gt;I only share my pint of view&lt;/em&gt; dan Bro atau pembaca yang lain boleh-boleh saja punya view yang berbeda.Toh masing-masing orang nantinya akan bertanggungjawab atas pendiriannya masing-masing di hadapan-Nya.

Selamat berpuasa,juga!
Tingkatkan terus ibadahnya ya,Ramadhan hanya sisa 10 hari lagi !

















</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dari sekian bnyak pernyataan diatas,,</p>
<p>yang punya sikap, paradigma, n wawasan pikiran yang luas n gak bersifat egois no:22,23(ionk n bleregh),,,<br />
n juga statement yang menarik itu yg no:26,,bagus bro/sis,,,bner tuh,,,acara kuis aja kok dipermasalahin,,,klo gak suka ya gausah nonton aja,,,gitu aja kok repot,,,</p>
<p>bner&#8221; dah,,,,<br />
kbnyakan memandang dirinya benar tapi gak melihat scara kseluruhan,,,<br />
mengkritik tapi gak bersifat ngebangun,,,malah terlihat kesan egois,,,</p>
<p>Mengkritik n mengkomentari itu hal yang sangat mudah,,,<br />
gak knal anak kecil,muda,dewasa,tua smua jg bisa komentar,,,<br />
tapi klo mengkritik tanpa ada unsur ngebangun,,,,mengkomentar malah ngejatuhin,,,<br />
duh gatau deh tuh orang maunya apaan,,,<br />
jangan cuma jadi tong kosong nyaring bunyinya,,,<br />
cobalah anda realisasikan bahwa anda itu benar,,,,buktikan,,,,</p>
<p>manknya ngebuat ssuatu sperti acara sahur yg sdang diperdebatkan itu ngebuatnya gampang apa,,,<br />
butuh pengorbanan,,,tnaga dan pikiran,,,<br />
kalo ada yg bilang acara itu gak kreatif,,,cobalah anda buat dan wujudkan/nyatakan klo anda lebih kreatif daripadanya,,,jangan cuma bisanya ini itu doank,,,</p>
<p>apalagi mereka yg terlibat acara itu kan mayoritas bragama Muslim,,,<br />
sesama agama,,,,sesama sodara ya jangan saling mnjatuhkan donk,,,hargai usaha kerja keras mereka,,,toh juga mreka itu tujuannya yah gak lain untuk ngehibur pemirsa doank,,,<br />
kalo ada yang gak suka sm acaranya,,,,yah nontonlah yang disukain,,,<br />
selera orangkan beda&#8221;,,</p>
<p>Kesalahan Milik Manusia dan<br />
ksempurnaan hanyalah MILIK ALLAH,,</p>
<p>Selamat Menunaikan Ibadah Puasa,,,!!!</p>
<p><strong><br />
@sOLid_sNake</strong>,thanks udah komen.</p>
<blockquote><p>yang punya sikap, paradigma, n wawasan pikiran yang luas n gak bersifat egois no:22,23(ionk n bleregh),,,<br />
n juga statement yang menarik itu yg no:26</p></blockquote>
<p>Banyak yang bilang penilaian atas sikap,paradigma dan wawasan pikiran yang luas itu sangat subyektif Bro.Tergantung dari kesamaan ideologi,kepentingan dan <em>value</em> yang dimiliki.</p>
<p>Bro snake,kalau mau sedikit bersikap-dewasa-sebenarnya tidak semua hal bisa diselesaikan dengan pendekatan &#8220;gitu aja kok repot&#8221; lho.</p>
<p>Soal apabila kita merasa ada sesuatu tayangan yang buruk terus ya udah kita ganti channel aja gak usah ditonton.Yap,tanpa Bro minta pun saya sudah melakukan itu tapi apa kalau kita tahu itu buruk terus kita diem aja.lalu masalah selesai.Kayaknya juga kurang bener juga Bro.</p>
<p>Terus apa salah kalau kita lihat sesuatu yang menurut kita buruk terus kita bilang itu buruk.Ini kan hanya masalah menyampaikan pendapat Bro.</p>
<p>Dalam agama saya diajarkan kalau melihat sesuatu yang nggak baik itu dilawan dengan kekuatan,kalau nggak bisa dengan lisan,kalau nggak bisa lagi ya dalam hati saja.Yang terakhir itu selemah-lemahnya iman.<br />
Tapi ya nggak bener juga dong kalau kita berlindung di kategori yang terakhir itu dan &#8216;menikmati&#8217; selemah-lemahnya iman kita dengan selalu kembali ke konsep &#8220;gitu aja kok repot&#8221;.Yo&#8217;i nggak,Bro?</p>
<p>Bro snake,kalau sampean bilang saya ngritiknya gak ada unsur ngebangunnya.Masak sih?atau jangan-jangan Bro sudah keburu emosi duluan karena tahu <em>point of view</em> saya beda dengan anda?Coba deh,<em>please check and read carefully some of quotations I take from my article</em>.</p>
<blockquote><p><em>Semoga sisa Ramadhan yang tinggal 3 minggu lagi ini bisa dijadikan waktu bagi orang-orang kreatif di TV untuk merubah kemasan acara menjadi lebih cerdas dan beris</em>i </p></blockquote>
<blockquote><p><em>Sebaliknya kita sebagai pemirsa TV seharusnya jauh lebih bijak dan lebih cerdas dalam memilih tontonan</em></p></blockquote>
<blockquote><p><em>Bolehlah anda senang humor dan sesekali melepas tawa tapi pilihlah humor yang cerdas dan berbobot.<br />
Jangan lupakan juga bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda :<br />
“Janganlah engkau memperbanyak tawa, karena sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati”</em></p></blockquote>
<p><em>See</em>,saya masih menaruh harapan kok kepada pihak stasiun TV dan orang-orang kreatifnya untuk meningkatkan bobot acaranya.Saya juga berusaha membangun kesadaran pemirsa dalam memilih tontonan (sahur) dan saya juga berusaha membangun dan merekonstruksi kesadaran dan keimanan &#8217;saudara seiman&#8217; saya dengan melampirkan sabda Rasulullah SAW.Itu Rasulullah lho Bro yang bilang bukan saya. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi kalau artikel saya masih dirasa tidak membangun menurut Bro Snake ya maap karena kita tidak akan pernah bisa memuaskan semua orang,<em>right Bro</em>?.</p>
<p>Dan Kalau Bro bilang,</p>
<blockquote><p>apalagi mereka yg terlibat acara itu kan mayoritas bragama Muslim,,,<br />
sesama agama,,,,sesama sodara ya jangan saling mnjatuhkan donk,,,hargai usaha kerja keras mereka</p></blockquote>
<p>ehm,..kalau saya sih gak lihat agamanya Bro.Kalau emang saya rasa tidak cukup bagus ya akan saya bilang gak bagus.Bukan berarti karena punya <em>religion</em> sama terus kalau buruk-kita bilang bagus.Gak fair kalau seperti itu Bro.Kalaupun ada teman yang tidak seiman tapi kualitasnya bagus ya akan saya bilang bagus.Justru kalau <em>sodara</em> seiman kita jalannya salah sudah jadi kewajiban kita untuk mengingatkan Bro.Bukan malah membiarkan.Bener gak sih Bro?</p>
<p>Oh ya saya nulis beginian gak bermaksud menjatuhkan orang lain kok Bro Snake,<em>I only share my pint of view</em> dan Bro atau pembaca yang lain boleh-boleh saja punya view yang berbeda.Toh masing-masing orang nantinya akan bertanggungjawab atas pendiriannya masing-masing di hadapan-Nya.</p>
<p>Selamat berpuasa,juga!<br />
Tingkatkan terus ibadahnya ya,Ramadhan hanya sisa 10 hari lagi !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ti2k</title>
		<link>http://almaokay.wordpress.com/2008/09/07/acara-sahur-yang-ngawur/#comment-274</link>
		<dc:creator>ti2k</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 01:14:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://almaokay.wordpress.com/?p=282#comment-274</guid>
		<description>Salam kenal.
menurut saya Artikel anda &quot;äcara sahur yg. ngawur&quot; bagus banget. Saya setuju kalau anda yang masih muda bisa berfikir seperti itu...bisa jadi contoh untuk generasi muda yang lain. Boleh nambahin ya...

&quot;Maka biarlah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak. Sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan&quot;. (AT- Taubah 82)

@ Ibu Ti2k,
Terima kasih Bu.Harapan saya sih apa yang saya tuliskan ada manfaatnya bagi orang lain walaupun hanya &lt;em&gt;seiprit&lt;/em&gt;.Terima kasih juga sudah berkunjung ke blog saya yang masih cupu ini :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal.<br />
menurut saya Artikel anda &#8220;äcara sahur yg. ngawur&#8221; bagus banget. Saya setuju kalau anda yang masih muda bisa berfikir seperti itu&#8230;bisa jadi contoh untuk generasi muda yang lain. Boleh nambahin ya&#8230;</p>
<p>&#8220;Maka biarlah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak. Sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan&#8221;. (AT- Taubah 82)</p>
<p>@ Ibu Ti2k,<br />
Terima kasih Bu.Harapan saya sih apa yang saya tuliskan ada manfaatnya bagi orang lain walaupun hanya <em>seiprit</em>.Terima kasih juga sudah berkunjung ke blog saya yang masih cupu ini <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Adri</title>
		<link>http://almaokay.wordpress.com/2008/09/07/acara-sahur-yang-ngawur/#comment-272</link>
		<dc:creator>Adri</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 23:12:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://almaokay.wordpress.com/?p=282#comment-272</guid>
		<description>wah, kalo pada males nonton yah mending matikan saja televisinya. selesai toh masalahnya, kecuali anda2 sekalian ingin berpartisipasi aktif buat menutup acara2 seperti ini, silahkan buat petisi atau berdemo atau apapun yang ingin anda lakukan. selera orang itu berbeda2, ada yang suka religi full, ada juga yang setengah2, ada juga yang tidak suka sama sekali. saya termasuk yang setengah2 suka dengan religi, dan termasuk penggemar komeng. untuk tontonan religi, saya lebih suka dengan tipikal2 jejak Rasul, sunnah rasul yang dibawain oleh orang bule ataupun penyegar iman seperti kultum, dan bukan pembahasan2 mendalam mengenai agama. saya sendiri cukup merasa lelah dengan pembahasan2 mengenai agama, karena kalau tidak menemukan solusi yang cerdas untuk suatu permasalahan, larinya disuruh baca kembali Al-Qur&#039;an. walaupun solusi tersebut benar, tetapi menurut saya kurang tepat sasaran, terlebih bagi orang yang pendidikannya masih kurang. saya juga merasa acara2 penghayatan Al-Qur&#039;an ataupun hadits terasa dibahas hanya dari sudut pandangan kedua sumber tersebut, padahal permasalahan hidup sungguh2 sangat kompleks, bahkan kadang terjadi pertentangan antar dua ahli agama (silahkan dilihat di acara2 berita akhir2 ini) mengenai satu hal yang menurut saya sepele. seperti permasalahan banci misalkan, dalam agama ini (Islam) tidak membenarkan adanya banci, tetapi kalau dilihat dari kehidupan sebenarnya, ya mereka itu ada dan nyata! terlebih lagi mereka suka dihina dsbnya, padahal toh mereka tidak ingin menjadi seperti itu bukan? dan alangkah mirisnya saya waktu melihat kebanyakkan daripada Muslim berbuat aniaya terhadap mereka ketimbang mendengarkan mereka dan mungkin mengarahkan mereka kearah yang benar. Saya sebal dengan hampir semua pemuka agama yang suka memberikan ceramah di televisi2 (kecuali A&#039;a Gym), karena mereka tidak bisa memberikan contoh solusi yang faktual terhadap permasalahan2 seperti ini, dan hanya bisa memberikan solusi untuk membuka Al-Qur&#039;an! menurut saya inilah kebodohan kita sebagai sebuah umat, tidak pernah membahas permasalahan secara bijaksana padahal Allah mengajarkan kita agar selalu bijaksana. Umat ini terkesan seperti sebuah komputer, melihat dan menilai suatu masalah A ataupun B berdasarkan sistem operasinya yakni Al-Qur&#039;an (true or false condition), padahal Al-Qur&#039;an tersebut bukanlah Tuhan, melainkan sebagai guideline dari Allah SWT Tuhan Semesta Alam. Penentu dosa atau tidak berdosa seorang manusia hanyalah Allah SWT, bukannya Al-Qur&#039;an. Saya tidak akan menyerang ideologi dan opini dari saudara2 sekalian, hanya ingin memberikan suatu wacana yang mungkin bisa menambah wawasan berpikir serta menambah bobot keimanan kita. Nabi Ibrahim AS tidak menemukan Allah SWT sebagai Tuhan secara praktis, melainkan meraba2. Maka kita sebagai manusia biasa sudah sewajarnya untuk berusaha menemukan Allah SWT tidak hanya secara tertulis (Al-Qur&#039;an), melainkan juga melalui perenungan2 dan pemikiran mendalam tentang Tuhan itu sendiri. Bukankah kita semua para pencari Tuhan?

@Adri
Thank you sudah ngasih komen.
Well sebenarnya ini agak melebar dari pembahasan masalah acara sahur dan saya sendiri masih sangat awam tentang agama dan masih banyak belajar tentang agama tapi tidak mengapa lah sekalian sama-sama belajar.
&lt;blockquote&gt;saya sendiri cukup merasa lelah dengan pembahasan2 mengenai agama, karena kalau tidak menemukan solusi yang cerdas untuk suatu permasalahan, larinya disuruh baca kembali Al-Qur&#039;an. walaupun solusi tersebut benar, tetapi menurut saya kurang tepat sasaran, terlebih bagi orang yang pendidikannya masih kurang. saya juga merasa acara2 penghayatan Al-Qur&#039;an ataupun hadits terasa dibahas hanya dari sudut pandangan kedua sumber tersebut, padahal permasalahan hidup sungguh2 sangat kompleks, &lt;/blockquote&gt;
Mengenai hal ini saya kok malah bingung,di satu sisi anda mengakui kebenaran solusi untuk kembali ke Al Qur&#039;an dan hadits,tapi disisi lain masih ada kesangsian dan penolakan terhadap hal itu.
Anda merasa AL Qur&#039;an dan hadist tidak bisa menjawab persoalan kekinian.
Bagi saya apapun persoalannya,pasti ada jawabannya dalam Al Qur&#039;an dan Hadist walaupun terkadang tidak tersirat secara eksplisit masalahnya adalah kita seringkali merasa egois.Ya,egois.Kita merasa perlu ada pembenaran-pembenaran untuk melanggenggkan &#039;comfort zone&#039; kita.Terkadang kita merasa sangat tidak nyaman dengan solusi yang diberikan Al Qur&#039;an dan Hadist hanya karena kita  merasa terdesak dan diserang oleh solusi itu,jadilah kita melakukan suatu mekanisme perlawanan dengan penyangkalan dan mencari-cari solusi lain yang menurut kita lebih nyaman walaupun itu salah.
Bisa di analogikan seperti anak kecil yang sakit,ketika diberi obat maka pada umumnya mereka akan menolak dengan segala upaya.Belum-belum mereka akan dengan sekuat tenaga menutup mulut mereka atau menggerakkan kepala sejadi-jadinya asalkan obatnya tidak terminum.Pikiran mereka dikuasai dengan sugesti buruk bahwa obat itu pahit,obat itu gak enak maka mereka enggan meminumnya.Padahal sebenarnya obat itu adalah sarana untuk menyembuhkan sakit mereka.Bahkan karena di penuhi fikiran yang phobia terhadap obat bahkan mereka tidak peduli bahwa terkadang obat juga bisa mempunyai rasa manis,rasa strawberry dsb.obat itu pahit,titik.
Begitulah kita dalam menyikapi pilihan solusi untuk kembali ke Al Qur&#039;an dan Hadits.Kita merasa Al Qur&#039;an dan Hadist tidak cukup up to date,titik.Tanpa membaca dan mempelajarinya kita merasa sah-sah saja untuk mencoret pilihan itu dalam menjawab persoalan kekinian.Kita terlanjur menutup mata dan hati kita.Kita membiarkan hawa nafsu membawa kita ke posisi dimana kita mengambil sikap oposisi terhadap ajakan kembali ke Al Qur&#039;an dan hadits hanya kita feeling comfort diposisi ini.Padahal hati kecil kita tahu ,&lt;em&gt;This is wrong&lt;/em&gt;.Kita lebih nyaman untuk memblokade mental kita sendiri dalam menerima kebenaran.Karena memang terkadang kebenaran hadir tidak dalam paket yang menarik.Tapi toh seharusnya hal itu tidak lantas membuat kita menolak kebenaran itu sendiri.

&lt;blockquote&gt;Saya sebal dengan hampir semua pemuka agama yang suka memberikan ceramah di televisi2 (kecuali A&#039;a Gym), karena mereka tidak bisa memberikan contoh solusi yang faktual terhadap permasalahan2 seperti ini, dan hanya bisa memberikan solusi untuk membuka Al-Qur&#039;an! menurut saya inilah kebodohan kita sebagai sebuah umat, tidak pernah membahas permasalahan secara bijaksana padahal Allah mengajarkan kita agar selalu bijaksana&lt;/blockquote&gt;

Saya kurang tahu contoh dari permasalahan yang menurut anda tidak diberikan solusinya secara faktual.Tapi kalau anda mengatakan umat bodoh karena tidak membahas permasalahan secara bijaksana saya kok kurang setuju terlebih lagi sampean tidak menjelaskan &#039;bijaksana&#039; versi anda itu seperti apa.
Kalau sampean bisa bilang Allah mengajarkan kita agar selalu bijaksana anda tentunya juga seharusnya tahu bahwa Allah memerintahkan kita untuk menjadikan Al Qur&#039;an sebagai referensi permasalahan kita .
&quot;&lt;em&gt;Sesungguhnya Al Qur&#039;an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu&#039;min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.&lt;/em&gt;&quot; (Al-Israa&#039;:9)

&lt;blockquote&gt;Umat ini terkesan seperti sebuah komputer, melihat dan menilai suatu masalah A ataupun B berdasarkan sistem operasinya yakni Al-Qur&#039;an (true or false condition), padahal Al-Qur&#039;an tersebut bukanlah Tuhan, melainkan sebagai guideline dari Allah SWT Tuhan Semesta Alam&lt;/blockquote&gt;
&lt;em&gt;See&lt;/em&gt;,sebenarnya anda tahu kan kalau Al Qur&#039;an adalah guideline dari Tuhan anda.Tapi menjadi sangat membingungkan ketika anda sendiri menyangsikan dan tidak mau memakai guideline itu dalam menilai suatu masalah.
Dan saya meyakini memang Al Qur&#039;an diturunkan Tuhan sebagai Al Furqan (pembeda yang baik dan yang buruk) dalam bahasa sampean &#039;true or false condition&#039;.Coba deh cek beberapa ayat berikut ini :
QS Al Baqoroh (2) ayat : 2
    “ &lt;em&gt;Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa&lt;/em&gt;”
QS Thoha ayat 123-124.
“ &lt;em&gt;Maka barangsiapa mengikuti petunjukKU ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan aku akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta&lt;/em&gt;”. 
Anda memang benar penentu dosa atau tidak adalah Allah.Lah,tapi kan Allah itu Maha Baik,Maha Pengasih,Maha Penyayang maka dari itu diturunkanlah guideline supaya manusia tidak tersesat.Tapi manusianya aja suka &lt;em&gt;ndablek&lt;/em&gt;.
Kalau anda tidak setuju Al Qur&#039;an adalah petunjuk True or false dalam kehidupan kita maka sori bro,maka tanpa ragu-ragu saya akan berada di posisi sebaliknya.

&lt;blockquote&gt;Nabi Ibrahim AS tidak menemukan Allah SWT sebagai Tuhan secara praktis, melainkan meraba2. Maka kita sebagai manusia biasa sudah sewajarnya untuk berusaha menemukan Allah SWT tidak hanya secara tertulis (Al-Qur&#039;an), melainkan juga melalui perenungan2 dan pemikiran mendalam tentang Tuhan itu sendiri&lt;/blockquote&gt;
Waduh kayaknya terlalu jauh kalau kita mendasarkan cerita Nabi Ibrahim untuk dijadikan pembenaran 
untuk kita ikut meraba-raba dalam mencari Tuhan.Karena bagi saya sendiri,saya tidak perlu meraba-raba lagi karena bagi saya sudah diturunkan Rasulullah Muhammad SAW dengan kitab Al Qur&#039;an kepada saya supaya saya tidak meraba-raba lagi.Semuanya sudah jelas bagi saya.
Dengan meraba-raba seperti itu pun belum tentu menjamin sampean akan mendapatkan tempat pegangan Bro,karena di luar sana banyak sekali setan (musuh abadi manusia) yang siap membelokan kita dari tujuan kita.Karena mereka lebih cerdik dan lebih kuat dari kita.Mereka tahu mereka bisa menangkap dan memanfaatkan logika dan pikiran kita yang bergerak liar seliar-liarnya.Alih-alih meraba-raba untuk mencari tempat pegangan sejati bisa-bisa kita malah dibekali tongkat dan dituntun menuju kegelapan,jek.

Sori Bro,bukannya saya (juga) menyerang pendapat anda dan menggurui karena saya juga gak punya ilmu agama dan masih sering melanggar perintah agama tapi saya tidak setuju dengan wacana anda yang memang sedang ngetren saat ini.Tapi biarlah saya menjadi bagian yang tidak ngetrend itu dan suka tidak suka,saya harus bilang saya tidak sependapat dengan anda.&lt;em&gt;Gue cuman takut bro kalau  gue diem aja,karena di alam sana gue pasti ditanyain tentang hal ini dan walaupun gue masih sering &#039;bandel&#039; tapi gue gak ragu sedikitpun sama Al Qur&#039;an dan Hadits&lt;/em&gt;.

Yang saya tahu kewajiban kita terhadap Al Qur&#039;an ada 4 ;
1.  Meyakini kebenaran isinya
2.  Mempelajari cara membacanya dan senantiasa membacanya.
3.  Mempelajari isinya (artinya) dan menjadikannya sebagai petunjuk
4.  Mengamalkannya 
Kalau saya sih terus terang baru sampai tahap membacanya,itupun masih amat jarang &lt;em&gt;*grin&lt;/em&gt;.kalau bro Adri udah sampai step berapa?semoga lebih dari saya ya.

Finally,semoga rasa sebal bro Andri terhadap para ulama tidak menyurutkan usaha bro untuk belajar agama.&lt;em&gt;I hope you&#039;ll find what you searching for &lt;/em&gt;.


Sorry kepanjangan.Thanks for dropping by.



</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, kalo pada males nonton yah mending matikan saja televisinya. selesai toh masalahnya, kecuali anda2 sekalian ingin berpartisipasi aktif buat menutup acara2 seperti ini, silahkan buat petisi atau berdemo atau apapun yang ingin anda lakukan. selera orang itu berbeda2, ada yang suka religi full, ada juga yang setengah2, ada juga yang tidak suka sama sekali. saya termasuk yang setengah2 suka dengan religi, dan termasuk penggemar komeng. untuk tontonan religi, saya lebih suka dengan tipikal2 jejak Rasul, sunnah rasul yang dibawain oleh orang bule ataupun penyegar iman seperti kultum, dan bukan pembahasan2 mendalam mengenai agama. saya sendiri cukup merasa lelah dengan pembahasan2 mengenai agama, karena kalau tidak menemukan solusi yang cerdas untuk suatu permasalahan, larinya disuruh baca kembali Al-Qur&#8217;an. walaupun solusi tersebut benar, tetapi menurut saya kurang tepat sasaran, terlebih bagi orang yang pendidikannya masih kurang. saya juga merasa acara2 penghayatan Al-Qur&#8217;an ataupun hadits terasa dibahas hanya dari sudut pandangan kedua sumber tersebut, padahal permasalahan hidup sungguh2 sangat kompleks, bahkan kadang terjadi pertentangan antar dua ahli agama (silahkan dilihat di acara2 berita akhir2 ini) mengenai satu hal yang menurut saya sepele. seperti permasalahan banci misalkan, dalam agama ini (Islam) tidak membenarkan adanya banci, tetapi kalau dilihat dari kehidupan sebenarnya, ya mereka itu ada dan nyata! terlebih lagi mereka suka dihina dsbnya, padahal toh mereka tidak ingin menjadi seperti itu bukan? dan alangkah mirisnya saya waktu melihat kebanyakkan daripada Muslim berbuat aniaya terhadap mereka ketimbang mendengarkan mereka dan mungkin mengarahkan mereka kearah yang benar. Saya sebal dengan hampir semua pemuka agama yang suka memberikan ceramah di televisi2 (kecuali A&#8217;a Gym), karena mereka tidak bisa memberikan contoh solusi yang faktual terhadap permasalahan2 seperti ini, dan hanya bisa memberikan solusi untuk membuka Al-Qur&#8217;an! menurut saya inilah kebodohan kita sebagai sebuah umat, tidak pernah membahas permasalahan secara bijaksana padahal Allah mengajarkan kita agar selalu bijaksana. Umat ini terkesan seperti sebuah komputer, melihat dan menilai suatu masalah A ataupun B berdasarkan sistem operasinya yakni Al-Qur&#8217;an (true or false condition), padahal Al-Qur&#8217;an tersebut bukanlah Tuhan, melainkan sebagai guideline dari Allah SWT Tuhan Semesta Alam. Penentu dosa atau tidak berdosa seorang manusia hanyalah Allah SWT, bukannya Al-Qur&#8217;an. Saya tidak akan menyerang ideologi dan opini dari saudara2 sekalian, hanya ingin memberikan suatu wacana yang mungkin bisa menambah wawasan berpikir serta menambah bobot keimanan kita. Nabi Ibrahim AS tidak menemukan Allah SWT sebagai Tuhan secara praktis, melainkan meraba2. Maka kita sebagai manusia biasa sudah sewajarnya untuk berusaha menemukan Allah SWT tidak hanya secara tertulis (Al-Qur&#8217;an), melainkan juga melalui perenungan2 dan pemikiran mendalam tentang Tuhan itu sendiri. Bukankah kita semua para pencari Tuhan?</p>
<p>@Adri<br />
Thank you sudah ngasih komen.<br />
Well sebenarnya ini agak melebar dari pembahasan masalah acara sahur dan saya sendiri masih sangat awam tentang agama dan masih banyak belajar tentang agama tapi tidak mengapa lah sekalian sama-sama belajar.</p>
<blockquote><p>saya sendiri cukup merasa lelah dengan pembahasan2 mengenai agama, karena kalau tidak menemukan solusi yang cerdas untuk suatu permasalahan, larinya disuruh baca kembali Al-Qur&#8217;an. walaupun solusi tersebut benar, tetapi menurut saya kurang tepat sasaran, terlebih bagi orang yang pendidikannya masih kurang. saya juga merasa acara2 penghayatan Al-Qur&#8217;an ataupun hadits terasa dibahas hanya dari sudut pandangan kedua sumber tersebut, padahal permasalahan hidup sungguh2 sangat kompleks, </p></blockquote>
<p>Mengenai hal ini saya kok malah bingung,di satu sisi anda mengakui kebenaran solusi untuk kembali ke Al Qur&#8217;an dan hadits,tapi disisi lain masih ada kesangsian dan penolakan terhadap hal itu.<br />
Anda merasa AL Qur&#8217;an dan hadist tidak bisa menjawab persoalan kekinian.<br />
Bagi saya apapun persoalannya,pasti ada jawabannya dalam Al Qur&#8217;an dan Hadist walaupun terkadang tidak tersirat secara eksplisit masalahnya adalah kita seringkali merasa egois.Ya,egois.Kita merasa perlu ada pembenaran-pembenaran untuk melanggenggkan &#8216;comfort zone&#8217; kita.Terkadang kita merasa sangat tidak nyaman dengan solusi yang diberikan Al Qur&#8217;an dan Hadist hanya karena kita  merasa terdesak dan diserang oleh solusi itu,jadilah kita melakukan suatu mekanisme perlawanan dengan penyangkalan dan mencari-cari solusi lain yang menurut kita lebih nyaman walaupun itu salah.<br />
Bisa di analogikan seperti anak kecil yang sakit,ketika diberi obat maka pada umumnya mereka akan menolak dengan segala upaya.Belum-belum mereka akan dengan sekuat tenaga menutup mulut mereka atau menggerakkan kepala sejadi-jadinya asalkan obatnya tidak terminum.Pikiran mereka dikuasai dengan sugesti buruk bahwa obat itu pahit,obat itu gak enak maka mereka enggan meminumnya.Padahal sebenarnya obat itu adalah sarana untuk menyembuhkan sakit mereka.Bahkan karena di penuhi fikiran yang phobia terhadap obat bahkan mereka tidak peduli bahwa terkadang obat juga bisa mempunyai rasa manis,rasa strawberry dsb.obat itu pahit,titik.<br />
Begitulah kita dalam menyikapi pilihan solusi untuk kembali ke Al Qur&#8217;an dan Hadits.Kita merasa Al Qur&#8217;an dan Hadist tidak cukup up to date,titik.Tanpa membaca dan mempelajarinya kita merasa sah-sah saja untuk mencoret pilihan itu dalam menjawab persoalan kekinian.Kita terlanjur menutup mata dan hati kita.Kita membiarkan hawa nafsu membawa kita ke posisi dimana kita mengambil sikap oposisi terhadap ajakan kembali ke Al Qur&#8217;an dan hadits hanya kita feeling comfort diposisi ini.Padahal hati kecil kita tahu ,<em>This is wrong</em>.Kita lebih nyaman untuk memblokade mental kita sendiri dalam menerima kebenaran.Karena memang terkadang kebenaran hadir tidak dalam paket yang menarik.Tapi toh seharusnya hal itu tidak lantas membuat kita menolak kebenaran itu sendiri.</p>
<blockquote><p>Saya sebal dengan hampir semua pemuka agama yang suka memberikan ceramah di televisi2 (kecuali A&#8217;a Gym), karena mereka tidak bisa memberikan contoh solusi yang faktual terhadap permasalahan2 seperti ini, dan hanya bisa memberikan solusi untuk membuka Al-Qur&#8217;an! menurut saya inilah kebodohan kita sebagai sebuah umat, tidak pernah membahas permasalahan secara bijaksana padahal Allah mengajarkan kita agar selalu bijaksana</p></blockquote>
<p>Saya kurang tahu contoh dari permasalahan yang menurut anda tidak diberikan solusinya secara faktual.Tapi kalau anda mengatakan umat bodoh karena tidak membahas permasalahan secara bijaksana saya kok kurang setuju terlebih lagi sampean tidak menjelaskan &#8216;bijaksana&#8217; versi anda itu seperti apa.<br />
Kalau sampean bisa bilang Allah mengajarkan kita agar selalu bijaksana anda tentunya juga seharusnya tahu bahwa Allah memerintahkan kita untuk menjadikan Al Qur&#8217;an sebagai referensi permasalahan kita .<br />
&#8220;<em>Sesungguhnya Al Qur&#8217;an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu&#8217;min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.</em>&#8221; (Al-Israa&#8217;:9)</p>
<blockquote><p>Umat ini terkesan seperti sebuah komputer, melihat dan menilai suatu masalah A ataupun B berdasarkan sistem operasinya yakni Al-Qur&#8217;an (true or false condition), padahal Al-Qur&#8217;an tersebut bukanlah Tuhan, melainkan sebagai guideline dari Allah SWT Tuhan Semesta Alam</p></blockquote>
<p><em>See</em>,sebenarnya anda tahu kan kalau Al Qur&#8217;an adalah guideline dari Tuhan anda.Tapi menjadi sangat membingungkan ketika anda sendiri menyangsikan dan tidak mau memakai guideline itu dalam menilai suatu masalah.<br />
Dan saya meyakini memang Al Qur&#8217;an diturunkan Tuhan sebagai Al Furqan (pembeda yang baik dan yang buruk) dalam bahasa sampean &#8216;true or false condition&#8217;.Coba deh cek beberapa ayat berikut ini :<br />
QS Al Baqoroh (2) ayat : 2<br />
    “ <em>Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa</em>”<br />
QS Thoha ayat 123-124.<br />
“ <em>Maka barangsiapa mengikuti petunjukKU ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan aku akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta</em>”.<br />
Anda memang benar penentu dosa atau tidak adalah Allah.Lah,tapi kan Allah itu Maha Baik,Maha Pengasih,Maha Penyayang maka dari itu diturunkanlah guideline supaya manusia tidak tersesat.Tapi manusianya aja suka <em>ndablek</em>.<br />
Kalau anda tidak setuju Al Qur&#8217;an adalah petunjuk True or false dalam kehidupan kita maka sori bro,maka tanpa ragu-ragu saya akan berada di posisi sebaliknya.</p>
<blockquote><p>Nabi Ibrahim AS tidak menemukan Allah SWT sebagai Tuhan secara praktis, melainkan meraba2. Maka kita sebagai manusia biasa sudah sewajarnya untuk berusaha menemukan Allah SWT tidak hanya secara tertulis (Al-Qur&#8217;an), melainkan juga melalui perenungan2 dan pemikiran mendalam tentang Tuhan itu sendiri</p></blockquote>
<p>Waduh kayaknya terlalu jauh kalau kita mendasarkan cerita Nabi Ibrahim untuk dijadikan pembenaran<br />
untuk kita ikut meraba-raba dalam mencari Tuhan.Karena bagi saya sendiri,saya tidak perlu meraba-raba lagi karena bagi saya sudah diturunkan Rasulullah Muhammad SAW dengan kitab Al Qur&#8217;an kepada saya supaya saya tidak meraba-raba lagi.Semuanya sudah jelas bagi saya.<br />
Dengan meraba-raba seperti itu pun belum tentu menjamin sampean akan mendapatkan tempat pegangan Bro,karena di luar sana banyak sekali setan (musuh abadi manusia) yang siap membelokan kita dari tujuan kita.Karena mereka lebih cerdik dan lebih kuat dari kita.Mereka tahu mereka bisa menangkap dan memanfaatkan logika dan pikiran kita yang bergerak liar seliar-liarnya.Alih-alih meraba-raba untuk mencari tempat pegangan sejati bisa-bisa kita malah dibekali tongkat dan dituntun menuju kegelapan,jek.</p>
<p>Sori Bro,bukannya saya (juga) menyerang pendapat anda dan menggurui karena saya juga gak punya ilmu agama dan masih sering melanggar perintah agama tapi saya tidak setuju dengan wacana anda yang memang sedang ngetren saat ini.Tapi biarlah saya menjadi bagian yang tidak ngetrend itu dan suka tidak suka,saya harus bilang saya tidak sependapat dengan anda.<em>Gue cuman takut bro kalau  gue diem aja,karena di alam sana gue pasti ditanyain tentang hal ini dan walaupun gue masih sering &#8216;bandel&#8217; tapi gue gak ragu sedikitpun sama Al Qur&#8217;an dan Hadits</em>.</p>
<p>Yang saya tahu kewajiban kita terhadap Al Qur&#8217;an ada 4 ;<br />
1.  Meyakini kebenaran isinya<br />
2.  Mempelajari cara membacanya dan senantiasa membacanya.<br />
3.  Mempelajari isinya (artinya) dan menjadikannya sebagai petunjuk<br />
4.  Mengamalkannya<br />
Kalau saya sih terus terang baru sampai tahap membacanya,itupun masih amat jarang <em>*grin</em>.kalau bro Adri udah sampai step berapa?semoga lebih dari saya ya.</p>
<p>Finally,semoga rasa sebal bro Andri terhadap para ulama tidak menyurutkan usaha bro untuk belajar agama.<em>I hope you&#8217;ll find what you searching for </em>.</p>
<p>Sorry kepanjangan.Thanks for dropping by.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Blo-onLu</title>
		<link>http://almaokay.wordpress.com/2008/09/07/acara-sahur-yang-ngawur/#comment-270</link>
		<dc:creator>Blo-onLu</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 05:48:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://almaokay.wordpress.com/?p=282#comment-270</guid>
		<description>KNP YG BEGINIAN DIURUSIN SAMPE BIKIN BLOG YA? GAK ADA KERJAAN YA? HAHAHA.. MENDING INDO INI GAK USAH ADA SINETRON, MAU YG RELIGI KEK APA KEK SEMUA SUCK!

MEDING LU KRITIK TUH SINETRON YG NGAJARIN &amp; TAYANGIN PASANGAN PELUKAN, MAU KISS, IKLAN KONDOM, SAMPE TPI YG KATANYA TELEVISI PENDIDIKAN INDONESIA, JD NYIMPANG JAUH!

ANEH, HARI DEMI HARI, JAM DEMI JAM TIPI INDONESIA DILUMURI KEBODOHAN ELU GAK UNGKIT2, PAS ADA ACARA GINI YG CUMA SEBULAN LU DENGKI! MAAF YA GW ADA TIPI KABEL &amp; TIAP HARI GW GAK NONTON TIPI INDO, PALING CUMA NATIONAL GEOGRAPIC ATAU DISCOVERY CHANNEL, BENERAN NIH. GW BENCI ABIS NONTON SIARAN TIPI INDO!!!!!!

CUMA ACARA SAHUR DOANK YG GW TONTON, DAN ITU KOMENG SLALU GW KEJAR DIMANAPUN DIA SIARAN.

KALO GAK MAU NONTON SILAKAN GANTI CHANNEL, BANYAK TIPI LAENNYA, GITU AJA KOQ SAMPE NGEBAHAS BLOG GAK PENTING BGT GINI????? KL GAK ADA KERJAAN… NIMBA SANA..! HAHAHAHA....

@ Blo-onLu , 
Terima kasih sudah berkunjung dan memberi komentar di blog ini tapi saya masih tidak tahu sebenarnya ada masalah apa dengan anda.
Sebenarnya tanpa menuliskan komentar dengan huruf besar pun saya (dan pembaca yang lain) sudah bisa menangkap maksud anda.
Apa yang menjadi tujuan dan topik bahasan di blog ini sebenarnya bukan porsi anda untuk men&lt;em&gt;judgement&lt;/em&gt;.&lt;em&gt;This is my own blog,for God&#039;s sake&lt;/em&gt;.Jadi tidak salah dong kalau saya mengeluarkan opini saya terhadap sesuatu.Toh saya juga tidak memaksa anda untuk meng-&lt;em&gt;amini&lt;/em&gt; pendapat saya.
Begini mas or mbak Blo-onLu,apa yang menurut anda penting belum tentu penting bagi yang lainnya begitu juga sebaliknya.Mungkin bagi anda membahas hal-hal begini tidaklah penting tapi bagi orang lain penting.Jadi hormatilah sudut pandang orang lain.
Apalagi dalam keyakinan saya diajarkan untuk mencegah &lt;em&gt;something bad&lt;/em&gt; dengan &lt;em&gt;power&lt;/em&gt;,lisan maupun hanya dengan &lt;em&gt;mbathin&lt;/em&gt;.Postingan saya diatas dilandasi oleh semangat dalam perlawanan terhadap &lt;em&gt;something bad &lt;/em&gt;tadi.Dalam hal ini adalah acara sahur yang tidak mendidik.
Soal anda yang lebih senang nonton Dicovery Channel atau National Geographic,wah bagus itu teruskan,semoga wawasan dan kedewasaan berfikir anda juga berkembang dan memang seharusnya ada korelasi antara tontonan dengan kedewasaan berfikir anda ya?
Tapi perlu diingat juga tidak semua orang Indonesia punya duit lebih untuk menyewa TV Kabel seperti anda.

&lt;blockquote&gt;MEDING LU KRITIK TUH SINETRON YG NGAJARIN &amp; TAYANGIN PASANGAN PELUKAN, MAU KISS, IKLAN KONDOM, SAMPE TPI YG KATANYA TELEVISI PENDIDIKAN INDONESIA, JD NYIMPANG JAUH!&lt;/blockquote&gt;

Hm,sebenarnya kalau anda baca dengan baik-baik postingan saya di atas anda pasti tahu kalau saya juga mengkritik sinetron Indonesia.Anda keburu emosi sih.
 
Soal anda yang ngefans sama Komeng hingga mau ngejar dimanapun dia siaran,saya sih oke-oke saja saya hargai pendapat anda tapi......anda juga harus menghargai pendapat saya yang menilai lawakan Komeng adalah lawakan tidak &lt;em&gt;smart&lt;/em&gt; dan tidak bermutu  karena selalu bisa dipastikan lawakan dia bermuara pada kekerasan verbal dan kekerasan fisik terhadap lawan mainnya.

&lt;blockquote&gt;KALO GAK MAU NONTON SILAKAN GANTI CHANNEL, BANYAK TIPI LAENNYA, GITU AJA KOQ SAMPE NGEBAHAS BLOG GAK PENTING BGT GINI????? KL GAK ADA KERJAAN… NIMBA SANA..! HAHAHAHA....&lt;/blockquote&gt;

:) mbak/mas Blo-onLu,&lt;em&gt;sampean&lt;/em&gt; ini &lt;em&gt;gimana toh&lt;/em&gt;?.Coba deh postingan saya dibaca lagi,disitu kan bisa dilihat saya merekomendasikan PPT2 dan Tafsir Al Misbah yang artinya-tanpa anda suruh pun-saya pasti tidak akan memilih channel yang menayangkan tayangan sahur yang buruk menurut saya.
Bahkan di akhir postingan lebih tegas lagi saya mengatakan kalau anda terganggu dengan tayangan-tayangan tidak bermutu tersebut ya lebih baik matikan tv anda!.
Tapi masalahnya bukan hanya masalah ganti channel lalu habis perkara,mas/mbak Blo-onLu.Ada tanggungjawab kita untuk mengatakan yang buruk itu buruk dan yang baik itu baik.&lt;em&gt;That&#039;s why I wrote this post&lt;/em&gt;.

@ Bleregh,
Saya tidak tahu persis kinerja KPI,tapi kalau anda memang punya uneg-uneg tentang penyiaran Indonesia atau tentang KPI sendiri coba langsung &lt;a href=&quot;http://www.kpi.go.id/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;komplain ke KPI dan isi formulir pengaduan ini&lt;/a&gt;.Saya pikir semakin banyak masyarakat yang komplain ke KPI akan semakin baik.

@ IOnk,
Sebenarnya yang punya kekuasaan dan sumberdaya adalah pihak stasiun TV.Buktinya ada stasiun TV yang tetap &#039;di jalur yang benar&#039;.Jadi kalau ada pihak yang harus disalahkan menurut saya ya stasiun TV itu sendiri.Masyarakat kita sudah terbiasa hanya menjadi penonton dan bersikap menerima.Apa yang dikasih stasiun TV ya itu yang mereka terima.Jadi menurut saya bola ada di tangan stasiun TV,kalau mereka mau,sebenarnya bisa membuat acara yang bermutu.Kalau tontonanya mendidik lambat laun masyarakat kita juga ikut terdidik tapi kalau tontonannya bermutu rendah yah masyarakat juga ikut seperti itu dan yang bahaya masyarakat merasa enjoy-enjoy saja akan hal itu.







</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>KNP YG BEGINIAN DIURUSIN SAMPE BIKIN BLOG YA? GAK ADA KERJAAN YA? HAHAHA.. MENDING INDO INI GAK USAH ADA SINETRON, MAU YG RELIGI KEK APA KEK SEMUA SUCK!</p>
<p>MEDING LU KRITIK TUH SINETRON YG NGAJARIN &amp; TAYANGIN PASANGAN PELUKAN, MAU KISS, IKLAN KONDOM, SAMPE TPI YG KATANYA TELEVISI PENDIDIKAN INDONESIA, JD NYIMPANG JAUH!</p>
<p>ANEH, HARI DEMI HARI, JAM DEMI JAM TIPI INDONESIA DILUMURI KEBODOHAN ELU GAK UNGKIT2, PAS ADA ACARA GINI YG CUMA SEBULAN LU DENGKI! MAAF YA GW ADA TIPI KABEL &amp; TIAP HARI GW GAK NONTON TIPI INDO, PALING CUMA NATIONAL GEOGRAPIC ATAU DISCOVERY CHANNEL, BENERAN NIH. GW BENCI ABIS NONTON SIARAN TIPI INDO!!!!!!</p>
<p>CUMA ACARA SAHUR DOANK YG GW TONTON, DAN ITU KOMENG SLALU GW KEJAR DIMANAPUN DIA SIARAN.</p>
<p>KALO GAK MAU NONTON SILAKAN GANTI CHANNEL, BANYAK TIPI LAENNYA, GITU AJA KOQ SAMPE NGEBAHAS BLOG GAK PENTING BGT GINI????? KL GAK ADA KERJAAN… NIMBA SANA..! HAHAHAHA&#8230;.</p>
<p>@ Blo-onLu ,<br />
Terima kasih sudah berkunjung dan memberi komentar di blog ini tapi saya masih tidak tahu sebenarnya ada masalah apa dengan anda.<br />
Sebenarnya tanpa menuliskan komentar dengan huruf besar pun saya (dan pembaca yang lain) sudah bisa menangkap maksud anda.<br />
Apa yang menjadi tujuan dan topik bahasan di blog ini sebenarnya bukan porsi anda untuk men<em>judgement</em>.<em>This is my own blog,for God&#8217;s sake</em>.Jadi tidak salah dong kalau saya mengeluarkan opini saya terhadap sesuatu.Toh saya juga tidak memaksa anda untuk meng-<em>amini</em> pendapat saya.<br />
Begini mas or mbak Blo-onLu,apa yang menurut anda penting belum tentu penting bagi yang lainnya begitu juga sebaliknya.Mungkin bagi anda membahas hal-hal begini tidaklah penting tapi bagi orang lain penting.Jadi hormatilah sudut pandang orang lain.<br />
Apalagi dalam keyakinan saya diajarkan untuk mencegah <em>something bad</em> dengan <em>power</em>,lisan maupun hanya dengan <em>mbathin</em>.Postingan saya diatas dilandasi oleh semangat dalam perlawanan terhadap <em>something bad </em>tadi.Dalam hal ini adalah acara sahur yang tidak mendidik.<br />
Soal anda yang lebih senang nonton Dicovery Channel atau National Geographic,wah bagus itu teruskan,semoga wawasan dan kedewasaan berfikir anda juga berkembang dan memang seharusnya ada korelasi antara tontonan dengan kedewasaan berfikir anda ya?<br />
Tapi perlu diingat juga tidak semua orang Indonesia punya duit lebih untuk menyewa TV Kabel seperti anda.</p>
<blockquote><p>MEDING LU KRITIK TUH SINETRON YG NGAJARIN &amp; TAYANGIN PASANGAN PELUKAN, MAU KISS, IKLAN KONDOM, SAMPE TPI YG KATANYA TELEVISI PENDIDIKAN INDONESIA, JD NYIMPANG JAUH!</p></blockquote>
<p>Hm,sebenarnya kalau anda baca dengan baik-baik postingan saya di atas anda pasti tahu kalau saya juga mengkritik sinetron Indonesia.Anda keburu emosi sih.</p>
<p>Soal anda yang ngefans sama Komeng hingga mau ngejar dimanapun dia siaran,saya sih oke-oke saja saya hargai pendapat anda tapi&#8230;&#8230;anda juga harus menghargai pendapat saya yang menilai lawakan Komeng adalah lawakan tidak <em>smart</em> dan tidak bermutu  karena selalu bisa dipastikan lawakan dia bermuara pada kekerasan verbal dan kekerasan fisik terhadap lawan mainnya.</p>
<blockquote><p>KALO GAK MAU NONTON SILAKAN GANTI CHANNEL, BANYAK TIPI LAENNYA, GITU AJA KOQ SAMPE NGEBAHAS BLOG GAK PENTING BGT GINI????? KL GAK ADA KERJAAN… NIMBA SANA..! HAHAHAHA&#8230;.</p></blockquote>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  mbak/mas Blo-onLu,<em>sampean</em> ini <em>gimana toh</em>?.Coba deh postingan saya dibaca lagi,disitu kan bisa dilihat saya merekomendasikan PPT2 dan Tafsir Al Misbah yang artinya-tanpa anda suruh pun-saya pasti tidak akan memilih channel yang menayangkan tayangan sahur yang buruk menurut saya.<br />
Bahkan di akhir postingan lebih tegas lagi saya mengatakan kalau anda terganggu dengan tayangan-tayangan tidak bermutu tersebut ya lebih baik matikan tv anda!.<br />
Tapi masalahnya bukan hanya masalah ganti channel lalu habis perkara,mas/mbak Blo-onLu.Ada tanggungjawab kita untuk mengatakan yang buruk itu buruk dan yang baik itu baik.<em>That&#8217;s why I wrote this post</em>.</p>
<p>@ Bleregh,<br />
Saya tidak tahu persis kinerja KPI,tapi kalau anda memang punya uneg-uneg tentang penyiaran Indonesia atau tentang KPI sendiri coba langsung <a href="http://www.kpi.go.id/" rel="nofollow">komplain ke KPI dan isi formulir pengaduan ini</a>.Saya pikir semakin banyak masyarakat yang komplain ke KPI akan semakin baik.</p>
<p>@ IOnk,<br />
Sebenarnya yang punya kekuasaan dan sumberdaya adalah pihak stasiun TV.Buktinya ada stasiun TV yang tetap &#8216;di jalur yang benar&#8217;.Jadi kalau ada pihak yang harus disalahkan menurut saya ya stasiun TV itu sendiri.Masyarakat kita sudah terbiasa hanya menjadi penonton dan bersikap menerima.Apa yang dikasih stasiun TV ya itu yang mereka terima.Jadi menurut saya bola ada di tangan stasiun TV,kalau mereka mau,sebenarnya bisa membuat acara yang bermutu.Kalau tontonanya mendidik lambat laun masyarakat kita juga ikut terdidik tapi kalau tontonannya bermutu rendah yah masyarakat juga ikut seperti itu dan yang bahaya masyarakat merasa enjoy-enjoy saja akan hal itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
